9 Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler

Berikut ini 9 manajemen pemeliharaan ayam broiler yang baik. Cocok untuk pemula agar bisa mendapatkan keuntungan memiliki ayam yang berkualitas

Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler merupakan salah satu bentuk persiapan untuk menyiapkan potensi terbaik dari broiler. 

Untuk dapat memaksimalkan potensi ayam broiler, yang dapat kita lakukan adalah mengenali broiler tersebut dan mengetahui kebutuhan-kebutuhan apa saja yang bisa membantu ayam broiler mencapai potensi terbaiknya. Selain itu, kita juga harus membuat ayam broiler nyaman dan sehat.

Untuk memulai beternak ayam broiler, kamu harus mengetahui bagaimana cara manajemen pemeliharaan ayam broiler yang baik yang bisa membuat ayam nyaman dan sehat.

Berikut, Chick-In akan mengulas lebih dalam mengenai 9 manajemen pemeliharaan ayam broiler:

1. Persiapan Kandang

Hal pertama yang harus dilakukan untuk manajemen pemeliharaan ayam broiler adalah mempersiapkan kandang. Kamu harus tau tujuan dan manfaat sebenarnya dalam mempersiapkan kandang itu apa.

Tujuan dari mempersiapkan kandang adalah untuk menghindari dan meminimalisir adanya virus, jamur, dan patogen yang bisa melekat pada kandang yang menyebabkan ayam sakit atau tidak sehat karena lingkungan kandangnya kotor.

Persiapan kandang dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang harus disiapkan dan diperhatikan. Berikut langkah-langkah dalam persiapan kandang sesuai kebutuhan ayam broiler:

Sterilisasi.

Tahapan ini dapat dilakukan dengan cara memisahkan semua peralatan sesuai dengan fungsinya dan membersihkan peralatan tersebut dengan menggunakan desinfektan agar lebih steril.

Pembersihkan kandang dilakukan dengan cara kotoran ayam dibersihkan serta lingkungan di dalam kandang dibersihkan dengan cara disapu dan disemprot dengan air mengalir.

Selain itu, layar penutup kandang atau tirai harus dipasang dan rumput di sekitar kandang juga harus dibersihkan. Setelah kandang dan peralatan dibersihkan, jangan lupa untuk menyemprot dengan desinfektan, ya!

Sterilisasi ini dilakukan untuk memastikan agar kandang ayam broiler steril dan bebas dari penyakit

Memastikan kandang berfungsi dengan baik.

Pengecekan terhadap kandang harus sangat diperhatikan.

Apabila ada peralatan pada bagian kandang yang rusak atau tidak berfungsi dengan semestinya, harus segera diganti.

Mempersiapkan litter.

Litter atau alas kandang ini merupakan kesuksesan pemeliharaan ayam, terutama pada saat brooding.

Menyebarkan litter ke dalam kandang harus dilakukan 3 hari sebelum memasukkan DOC dan litter yang digunakan untuk DOC adalah setebal 10 cm.

Mengatur sistem pemanas dan instalasi air minum.

Pengaturan ini bertujuan agar DOC yang masuk ke dalam kandang tidak mengalami stress yang mengakibatkan sakit.

Pre-heating dapat dilakukan selama 2-3 jam sebelum DOC ditebar di dalam kandang, agar DOC yang ditebar dapat beradaptasi dengan lingkungan kandangnya.

2. Memasukkan DOC

Ketika DOC telah datang, maka yang harus dilakukan adalah melakukan pengecekan atau seleksi terhadap DOC, apakah DOC itu cacat atau tidak.

Penyeleksian ini bertujuan agar dapat mengetahui jumlah ayam yang akan dipelihara sehingga penggunaan pakan dan obat-obatannya sesuai dengan takaran.

Baca Juga: Cara Memilih DOC Ayam Berkualitas

Pada saat melakukan penyebaran DOC di kandang, berikan air minum yang telah dicampur dengan gula pasir guna memberikan energi atau memulihkan kembali tenaga DOC selama perjalanan dengan perkiraan perbandingan 0,5 kg gula pasir dengan 30 L air

3. Pengaturan Temperatur Brooder

Perubahan Temperatur yang mendadak bisa menyebabkan DOC mudah stress karena pada dasarnya DOC mengalami proses adaptasi dengan lingkungan barunya dan merupakan awal proses pembentukan kekebalan tubuh.

Maka dari itu, kamu harus mengetahui bagaimana temperatur suhu tubuh anak ayam yang ideal. Suhu yang ideal tersebut dapat membuat anak ayam beraktivitas secara normal dan menyebar rata ke seluruh area brooding.

Berikut adalah tabel suhu dan kelembaban ideal sesuai dengan umur ayam:

Umur (Hari)Target Temperature (Celsius) Kelembapan (%)
03330 – 50
73040 – 60
142740 – 60
212440 – 60
282150 – 70
351950 – 70

4. Pemberian Ransum/pakan dan Air Minum

Pemberian ransum dan air minum memiliki peran penting untuk pertumbuhan ayam broiler. 

Ransum harus dapat memenuhi kebutuhan zat nutrien yang diperlukan ayam untuk berbagai fungsi tubuhnya yaitu untuk hidup pokoknya, produksi maupun reproduksi.

Penyusunan ransum diharapkan dapat menghasilkan produksi yang optimal dalam usaha peternakan ayam broiler. Pemberian ransum akan disesuaikan dengan umur ayam itu sendiri. Berikut pemberian ransum per hari sesuai dengan umurnya.

Umur (Hari)Pemberian ransum (gr/ekor) 
1 – 717
8 – 1443
15 – 2166
22 – 2891
29 – 35111
36 – 42129

Sedangkan untuk pemberian air minum memiliki takaran perbandingan sebesar 0,5 kg gula pasir dengan 30 L air yang dilakukan secara terus-menerus atau ad libitum.

Pemberian air minum juga dapat menambahkan vitamin berupa vita chick guna mempercepat pertumbuhan ayam dan vita stress untuk menambah daya atau kekebalan tubuh pada ayam broiler.

5. Pengaturan Ventilasi

Pengaturan ventilasi yang memiliki siklus udara yang baik dapat menghindarkan ayam dari berbagai penyakit.

Sistem dinding kandang yang harus digunakan adalah sistem yang bersifat terbuka yang berguna untuk membantu ventilasi dapat mengusir udara yang tidak sedap/busuk dan mengganti dengan siklus udara yang segar. Hal tersebut berguna agar dapat menjaga temperatur udara pada kandang ayam.

Jika temperatur brooding terlalu panas, maka kamu dapat membuka tirai secara bertahap, seperti pada umur 1-7 hari tidak membuka tirai agar ayam tidak kedinginan.

Saat umur memasuki minggu kedua, buka ⅓ bagian tirai pada siang hari saja dan pada malam hari tirai dapat ditutup kembali agar ayam tidak kedinginan.

Saat umur memasuki minggu ketiga, buka ⅔ bagia tirai pada siang hari dan pada saat malam hari atau ketika hujan, layar bagian bawah tirai ditutup hingga ayam berumur 28 hari atau ketika bulu ayam sudah sempurna menutupi seluruh bagian tubuhnya.

6. Pencatatan atau Recording

Pencatatan atau recording harus dilakukan dalam setiap harinya. Pencatatan mulai dilakukan sejak DOC datang ke kandang.

Pencatatan ini biasanya berupa laporan mengenai berapa jumlah ayam yang sakit, ayam yang mati, pencatatan berat badan secara minggu dengan rutin dan pencatatan jumlah mengenai kebutuhan ayam tersebut (seperti pakan, obat, vaksin)

Pencatatan ini wajib dilakukan guna untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan dan perkembangan ayam dengan baik

7. Penanganan Kesehatan Broiler

Selain memperhatikan kandang ayam, dalam memelihara ayam broiler juga harus selalu memperhatikan mengenai kesehatannya.

Pelaksanaan atau penanganan kesehatan biasanya dapat dilakukan dengan memperhatikan pemberian vaksin, vitamin dan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan ayam broiler

Penanganan kesehatan ayam broiler juga dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi dan kebersihan kandang dalam setiap harinya untuk menghindarkan penyakit yang dapat menyerang broiler.

Baca Juga: Penyakit Ayam Broiler dan Cara Mengatasinya

8. Pelaksanaan Pemanenan Broiler

Sebelum melaksanakan panen broiler, terdapat beberapa kegiatan yang harus dipersiapkan dan dilakukan ketika ingin melaksanakan panen broiler.

Waktu untuk melaksanakan pemanenan broiler dapat dilakukan secara fleksibel atau dapat dilakukan kapan saja. Tetapi untuk mempermudah pelaksanaannya dianjurkan untuk memanen pada pagi hari atau sore hari karena untuk mempermudah penangkapan ayam broiler tersebut. 

Beberapa kegiatan yang dilakukan ketika ingin melaksanakan pemanenan broiler sebagai berikut:

  1. Pastikan pencahayaan cukup dalam kadang selama 24 jam agar bobot ayam mencapai bobot sesuai yang ditargetkan.
  2. Pastikan kandang memiliki siklus udara yang baik.
  3. Pastikan ayam tidak menggunakan antibiotik selama 10 hari sebelum dipanen untuk menghindari adanya residu yang terdapat pada tubuh ayam.
  4. Pastikan terdapat laporan stok ayam sebelum panen agar bisa dilakukan benchmark setelah dipanen.
  5. Menggantungkan atau mengeluarkan seluruh peralatan pakan dan minum ayam.
  6. Pastikan untuk menangkap ayam dilakukan dengan secara perlahan dan hati-hati agar ayam tidak stress dan memar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memegang kaki ayam secara perlahan, kemudian pegang bagian dada ayam dan tarik ayam ke atas.
  7. Memasukkan ayam dan timbang seluruh ayam yang terdapat dalam 1 sekat dan melakukan pencatatan jumlah dan hasil penimbangan ayam tersebut.
  8. Meletakkan ayam ke dalam keranjang atau kendaraan angkut yang digunakan. Sebaiknya waktu pengangkutan yang baik adalah saat malam hari agar menghindari ayam kepanasan.

9. Pelestarian Lingkungan

Ketika kamu memiliki usaha peternakan ayam broiler, kamu harus memperhatikan kebersihan serta kenyamanan lingkungan di sekitar lingkungan peternakan ayam broiler.

Melakukan pelestarian lingkungan merupakan salah satu bentuk cinta kita terhadap lingkungan sekitar kita.

Adapun beberapa hal yang harus kamu tau dan perhatikan sebelum atau ketika memiliki usaha peternakan ayam broiler sebagai berikut:

  1. Memastikan tidak melakukan pencemaran yang dapat menimbulkan adanya erosi.
  2. Memastikan lingkungan peternakan ayam broiler jauh dari bau tidak sedap, suara bising, dan kotor.
  3. Mempunyai pengolahan limbah kotoran ayam broiler agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik.
  4. Mempunyai tempat untuk melakukan penguburan bangkai ayam yang mati agar tidak menyebarkan penyakit di luar area kandang ayam broiler.
  5. Mempunyai sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik untuk kandang ayam broiler.

Nah, itulah sedikit informasi dari Chickin Indonesia mengenai bagaimana manajemen pemeliharaan ayam broiler.

Dengan memanfaatkan pengetahuan bagaimana cara manajemen pemeliharaan ayam broiler, kamu bisa mendapatkan keuntungan memiliki ayam yang sehat loh!

Dengan begitu, keuntungan beternak ayam broiler menjadi lebih maksimal sehingga para peternak dapat meminimalisir kerugian.

Bersama Chickin, wujudkan sinergi ketahanan pangan Indonesia.

Chickin Indonesia – PT. Sinergi Ketahanan Pangan

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Posts