Analisa Usaha Ternak Ayam Potong 1000 Ekor

kandang ayam broiler

Ternak ayam broiler menjadi peluang usaha bisnis paling menjanjikan yang dapat dipilih oleh peternak maupun pengusaha.

Kebutuhan ayam potong yang terus meningkat sebagai dampak lanjutan dari antusiasme masyarakat terhadap berbagai makanan olahan ayam membuat permintaan cenderung stabil.

Kehadiran lauk olahan ayam di atas meja makan dengan intensitas yang cukup sering membuat hampir semua orang sudah fammiliar dengan kehadiran lauk olahan ayam.

Sepertinya hampir semua orang sudah familiar dengan kehadiran lauk olahan ayam sebagai menu yang paling sering muncul di meja makan.

Bagian tubuh ayam yang sering kita makan adalah bagian paha, dada, sayap, hingga ati dan ampela. Bagian tubuh tersebut merupakan berbagai variasi potongan yang disesuaikan dengan permintaan konsumen. 

Baca juga: Jenis potongan ayam

Sebaiknya dalam menjalankan usaha ayam broiler perlu banget untuk menganalisa dengan mencari tahu cara beternak ayam pedaging dari perawatan sampai panen.

Selanjutnya, Chickin Indonesia akan mencoba menjelaskan cara memulai usaha ternak ayam broiler supaya memberikan keuntungan hingga mencapai 1000 ekor .

Apa itu Ayam Potong?

Ayam potong menggunakan jenis ayam ras broiler atau pedaging karena memiliki daya produktivitas tinggi.

Tapi kalian tahu ga sih, sebenarnya ayam broiler baru populer di Indonesia tahun 1980-an loh!! Salah satu penyebab kepopuleran ayam broiler karena dijadikan sebagai ayam potong dengan biaya yang terjangkau.

daging ayam potong
Ayam Potong ©Chickin 

Lho ayam broiler baru 40 tahun dukonsumsi banyak orang? Terus dulu ayam potong, pake ayam jenis apa?

Sebenarnya, ayam broiler baru populer di Indonesia tahun 1980-an, penyebab kepopuleran ayam broiler karena pemimpin negara atau presiden pada waktu itu mencanangkan untuk melakukan penggalakan konsumsi daging ruminansia (hewan mamalia pemakan tumbuhan), tapi karena di tahun 1980-an sulit menemukan daging ruminansia dan harganya mahal sehingga solusi alternatifnya yakni menjadikan ayam broiler pangan untuk sumber protein.

Sebelum ayam ras broiler terkenal sebagai ayam ternak yang dagingnya dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan, ayam buras sudah terlebih dahulu menjadi ayam potong yang dagingnya diolah sebagai bahan konsumsi.

Namun, pertumbuhan yang relatif lama membuat ayam buras tidak dilirik lagi oleh peternak karena daya produktivitasnya yang rendah.

Hingga kini, masyarat Indonesia sangat mengenal ayam broiler sebagai penghasil daging terpopuler. Masa pemeliharaan dan panen yang relatif singkat dengan hanya memerlukan waktu 5 – 7 minggu saja sampai ke masa panen.

Pertumbuhan yang relatif cepat dengan rata-rata bobot sekitar 2 kilogram membuat ayam broiler sudah dapat dijual.

Oleh sebab itu, hasil panen yang singkat, permintaan yang tinggi, serta harga yang cenderung stabil menguntungkan para pelaku industri broiler, khususnya para peternak. 

Menurut pakar nutrisi, Dr. Desianto Budi Utomo PhD, unggas termasuk di dalamnya adalah ayam memberikan kontribusi sebagai sumber protein hewani sebanyak 65 persen yang terdiri dari daging, dan telur ayam.

Karena kebutuhan protein hewani sangat penting dalam menjaga metabolisme tubuh . Oleh sebab itu, ayam potong atau broiler memiliki  permintaan yang cenderung stabil di pasaran kemudian kandungan nutrisinya yang tinggi, namun harga yang ditawarkan cukup murah.

Prospek Usaha Ternak Ayam Potong?

Konsumsi masyarakat Indonesia terhadap daging ayam cukup tinggi daripada konsumsi daging sapi, kambing ataupun bebek.

Penyebabnya tingginya konsumsi daging ayam karena faktor harga. Harga daging ayam relatif murah dibandingkan dengan jenis daging lainnya.

Di samping itu, jumlah penduduk yang terus bertambah juga mempengaruhi meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan daging ayam di pasaran.

Maka secara langsung kenaikan penduduk memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha ternak ayam potong.

Seandainya, usaha ternak ayam terkelola dengan baik dan benar maka akan memberikan keuntungan yang besar sehingga dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan utama untuk jangka panjang. Berikut dua alasan mengapa ternak ayam potong banyak diminati:

  • Permintaan pasar yang tinggi Penjualan ayam potong di pasar swalayan, pasar tradisional, hingga tukang sayur keliling hampir selalu dibeli banyak orang setap harinya, bahkan tak jarang ayam tersebut habis terjual untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Sebagai hasilnya, daging ayam potong broiler juga dicari oleh pelaku usaha kuliner sebagai bahan dasar olahan makanan. Menu olahan ayam dari dulu hingga saat ini masih menjadi primadona dan selalu digemari oleh konsumen.
  • Modal yang tidak besar

Kemudian untuk mengembangkan usaha ternak ayam potong dapat disesuaikan dengan kapasitas modal yang dimiliki, apalagi jika modalnya terbatas.

Sehingga lebih baik untuk mengutamakan alokasi modal untuk membeli bibit ayam, pakan, vitamin, suplemen, serta biaya perawatan kandang.

Cara Beternak Ayam Potong

Bagi para calon pelaku usaha ternak ayam potong, penting banget nih untuk tahu cara beternak ayam potong.

Berikut Chickin Indonesia berikan cara dan langkah-langkah mudah diantaranya:

1. Menentukan Lokasi Kandang

Salah satu pertimbangan dalam memilih lokasi pembuatan kandang ayam adalah mencari tempat yang memiliki akses transportasi bagus karena akan mempermudah proses logistik.

Sangat dianjurkan untuk membangun kandang ayam yang lokasinya jauh dari pemukiman padat penduduk atau pusat kegiatan manusia. Lebih lanjut, pilih lokasi kandang yang dekat dengan sumber air, jauh dari polusi, dan tidak berada di daerah banjir.

2. Membangun Kandang

Setelah menentukan lokasi kandang, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam berternak ayam broiler adalah membuat kandang. Ada 2 jenis pilihan kandang yang sering dibuat oleh peternak:

Usaha ternak ayam potong
Smart Farm Chickin Indonesia ©Chickin 

Kandang berbentuk panggung

Memiliki ciri tidak memerlukan alas, sehingga kotoran ayam dapat langsung jatuh ke bawah sehingga mudah dibersihkan dan tidak mudah kotor. Sehingga, biaya pembuatan kandang panggung cenderung mahal.

Kandang tanpa panggung

Mayoritas peternak cenderung memilih kandang jenis ini karena biaya membangunnya tergolong murah. Namun, perlu ekstra perawatan dengan membersihkan 2 minggu sekali untuk tetap menjaga kebersihan kandangnya.

3. Memilih Bibit Ayam yang Unggul

Saat akan menjalankan usaha ternak ayam bagaimanapun kita perlu untuk menganalisis dan memahami cara memilih bibit ayam secara hati-hati.

Karena itu jika ditinjau dalam hal pembiayaan ternak, bibit unggul memiliki peran lebih dari 60% dalam keberhasilan ternak.

bibit ayam potong
Day Old Chicken Chickin ©Chickin 

Selanjutnya terkait pemilihan bibit ayam. Sebagai pelaku usaha ternak ayam potong jangan sembarangan memilih bibit karena dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar.

Beberapa poin penting untuk memilih bibit unggul ayam broiler yaitu:

  • Pertama, pilih bibit yang memiliki gerakan aktif, sehat, dan tidak mengalami cacat fisik atau sakit;
  • Kedua, bulu dari bibit ayam tidak terlihat kusam, kondisi kering, dan mengkilap;
  • Ketiga, bibit memiliki tubuh yang bulat, berisi, dan gemuk; dan terakhir daerah di sekitar anus tidak kotor.

Melakukan pemberian pakan Memenuhi nutrisi ayam pedaging sangat penting terutama di masa pertumbuhan agar ayam dapat tumbuh secara maksimal dan sehat.

Sistem pemberian pakan ayam pedaging atau broiler ada dua jenis; pertama, menggunakan sistem ad libitum; dan kedua, menggunakan sistem ad satiation.

Sistem ad libitum? Sistem ad satiation? Apaan tuh?

Pertama, sistem ad libitum adalah metode pemberian pakan yang diperhitungkan sesuai berat tubuh si ayam.

Berat pakan yang diberikan dengan metode ad libitum yaitu 3-5% berat tubuh per hari. Sedangkan sistem ad satiation adalah pemberian pakan yang sekenyangnya.

Kedua metode tersebut sama-sama menerapkan pemberian pakan 3 – 4 kali dalam sehari.

Lihat juga tips memilih pakan ternak bagi ayam pedaging 

4. Melakukan Pemeliharaan

Terdapat beberapa cara dan proses dalam melakukan proses pemeliharaan ayam pedaging, sehingga hasil daging dari kendang akan berkualitas. Berikut Chickin Indonesia berikan langkah-langkah dalam melakukan pemeliharaan:

  • Pertama, jika melihat ayam yang lemas dan kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh maka perlu untuk memberi vitamin sehingga kondisi ayam dapat kembali fit
  • Kedua, saat minggu pertama ayam pedaging masuk ke dalam inkubator, maka perlu untuk memberikan pakan dan minum air hangat
  • Ketiga, saat memasuki minggu kedua perlu untuk mengurangi suhu inkubator sedikit demi sedikit. Selain itu, beri pakan ayam dengan menggunakan jenis pakan crumbles
  • Keempat, saat memasuki minggu ketiga, DOC (day old child) tidak lagi memerlukan pemanas
  • Kelima, jika mengamati bulu-bulu ayam mulai tumbuh maka perlu untuk menambah jumlah pakan hingga dua kali lipat dari sebelumya.
  • Keenam, bobot ayam semakin meningkat dan ayam sudah cukup dewasa. Memiliki rata-rata bobot sekitar dua kilogram, sehingga ayam pedaging sudah dapat dipasarkan. 

Selain itu proses pemeliharaan lainnya adalah membersihkan kandang. Lakukan pembersihan kandang secara rutin setiap 5 minggu sekali agar bakteri dan mikroorganisme tidak dapat hidup di dalam kandang ayam. Ayam yang tidak terkontaminasi bakteri dan mikroorganisme memiliki tubuh yang sehat dengan kualitas daging yang baik.

Selanjutnya memperhatikan suhu kandang. Suhu kandang sangat mempengaruhi perilaku ayam di dalam kandang. Saat suhu kandang terlalu kandang, ayam di kandang memiliki kecenderungan untuk bergerombol. Kemudian jika suhu terlalu panas, ayam cenderung menjauh dari lampu. Karena ayam broiler termasuk unggas yang rentan terkena penyakit, maka penting bagi peternak untuk memperhatikan perilaku ayam, apabila ayam menunjukan gejala yang tidak biasa langsung segera pisahkan dengan ayam lainnya agar tidak tertular.

5. Panen

Proses panen biasanya menyesuaikan pertumbuhan ayam dengan melakukannya secara sistematik.

Melakukan tahapan proses panen sangat penting untuk menghindari ayam menjadi takut dan lemas.

Berikut caramemanen ayam secara tepat:

  • Pertama, lakukan pada pagi atau malam hari
  • Kedua, tidak memberikan pakan selama 8 sampai 12 jam sebelum proses panen
  • Ketiga, lakukan penyekatan dengan menggunakan sekat agar mempermudah proses penangkapan.
  • Keempat, sebisa mungkin hindari proses menangkap yang secara tidak sengaja membentuk penumpukan ayam di sudut kandang. Ayam yang berkurumun meningkatkan potensi stress hingga kematian
  • Kelima, setelah proses menangkap ayam selesai. Ikat kedua kaki ayam menggunakan tali kemudian timbang bobot berat badan
  • Terakhir, masukan ayam ke dalam keranjang, sesuaikan kapasitas keranjang dengan bobot ayam untuk mengurangi risiko kematian saat melakukan perjalanan ke rumah potong ayam.
  • Melakukan sanitasi hama dan pembersihan kandang

Setelah ayam panen, jangan lupa lakukan proses pengapuran di bagian-bagian dinding dan lantai kandang.

Agar mikroorganisme dan bakteri tidak berkembang, perlu untuk menyemprotkan formalin agar mati.

Setelah disemprotkan formalin, perlu untuk mendiamkan kandang selama sepuluh hari sebelum bibit baru masuk.


Analisa Usaha Ternak Ayam Potong 1000 Ekor

Para peternak dan pelaku usaha ayam potong perlu untuk melakukan analisa usaha agar mengetahui gambaran secara sekilas sekaligus mempersiapkan kebutuhan biaya demi kelancaran usaha ternaknya.

Pentingnya melakukan analisa adalah mengetahui tingkat keuntungan sehingga mempermudah pencapaian target beternak ayam broiler hingga 1000 ekor terlaksana.

Proses analisa usaha ayam potong meliputi proses perencanaan, riset pasar, menghitung harga perkiraan pasar, hingga mengevaluasi usaha tersebut. 

Hasil dari analisa usaha adalah data. Data berasal dari proses mengkalkulasi keuntungan, memperkirakan kerugian, dan melakukan ekspansi usaha melalui rencana penambahan jumlah bibit.

Selain melakukan analisis, kita perlu juga mengetahui harga pasar melalui riset pasar. Riset pasar perlu untuk mengetahui estimasi banyaknya produk yang bisa terjual.

Selain itu dapat juga mengetahui selera konsumen, kisaran harga yang tepat, daerah mana saja yang bisa memproduksi produk, sampai desain kemasan.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari usaha ternak ayam broiler.

Sebaiknya dapat dimulai dengan membeli bibit 1000 ekor, berikut Chickin Indonesia buatkan analisis usaha ternak ayam 1000 ekor dari aspek modal dan biaya.

Analisis ini menggunakan harga yang tidak real (tidak sebenarnya) dan hanya perkiraan, namun kalian dapat memperhitungkan sendiri sesuai dengan harga di pasaran.

Berikut merupakan rincian modal dan biaya usaha ayam untuk 1000 ekor:

Memiliki pengertian yakni segala jenis aset fisik yang riil mencakup aset investasi dan modal (seperti pabrik, bangunan, kendaraan, dan peralatan) yang diperlukan dalam memulai dan menjalankan bisnis. 

Modal tetap dalam produksi cenderung tidak berubah meskipun ada perubahan jumlah daging yang dihasilkan. Rincian biaya modal tetap, antara lain:

KeperluanNominal 
Pembuatan KandangRp. 17.000.000
Tempat makan (72 buah)Rp. 2.260.000
Tempat minum (48 buah)Rp. 3.220.000
Pipa paralon (20 batang)Rp. 2.200.000
Tabung gas (4 buah)Rp. 1.300.000
Lampu bohlam (18 buah)Rp. 400.000
SekopRp. 50.000
Gasolin / Pemanas (4 buah)Rp. 2.600.000
Kabel (100 meter)Rp. 300.000
TotalRp. 29.330.000
Tabel Modal Tetap

Biaya Operasional

Merupakan biaya yang terus keluar secara kontinyu dalam menjalankan bisnis dan produksi.

Biaya operasional tidak memiliki kaitan langsung dengan produk usaha, namun memiliki peran penting karena berhubungan erat dengan kegiatan operasional perusahaan setiap harinya.

Rincian biaya operasional usaha ternak ayam:

KeperluanNominal
Pembelian bibit ayamRp. 9.000.000
Pakan ternakRp. 4.200.000
Vaksin, vitamin, obat, disinfektanRp. 750.000
Isi tabung gasRp. 300.000
Biaya listrikRp. 400.000
Gaji Pegawai (2 orang)Rp. 6.000.000
TotalRp, 20.650.000
Tabel Biaya Operasional

Secara umum rumus dalam menghitung modal usaha ternak ayam potong hanya memerlukan total modal tetap dan total biaya operasional.

Berdasarkan perhitungan diatas maka total biaya untuk membangun usaha ternak ayam potong adalah Rp. 49.980.000

Biaya Penyusutan

Biaya penyusutan kandang merupakan komponen biaya tetap tertinggi yang harus dikeluarkan peternak selama produksi.

Dalam usaha ternak ayam broiler, biaya penyusutan menyangkut biaya penyusutan kandang, dan penyusutan peralatan.

Perhitungan dari nilai penyusutan kandang yakni dengan membagi biaya untuk investasi kandang dan infrastruktur penunjang seperti peralatan dalam periode pemakaian kandang tersebut.

Kandang dan peralatan yang sudah ada pada saat ini umumnya memiliki jangka waktu pemakaian sekitar 3 – 10 tahun dengan nilai rata-rata saat ini sekitar Rp. 70.000/ekor.

Dengan perhitungan masa pakai misal 10 tahun (7 periode), maka penyusutan investasi awal sama dengan Rp.70.000 : 7 periode : 20 kg bobot ayam per periode. Sehingga nilai penyusutan investasi yang didapat adalah Rp 500,-/kg.

Estimasi Keuntungan Usaha Ternak Ayam Potong 1000 Ekor

Dari 1000 ekor ayam biasanya jumlah panen hanya berkisar 966 ekor.

Berdasarkan tabel harga di atas, dengan menggunakan asumsi setiap ayam memiliki berat rata-rata 2 kilogram per ekornya dengan harga jual Rp.32.000 per kilogram.

Maka hasil penjualan sekali panen yakni Rp.32.000 dikali 1932 kilogram (berat 966 ekor ayam) sehingga hasil penjualan sebesar Rp.61.824.000

Dalam menghitung rumus keuntungan bersih sebagai berikut:

Hasil Penjualan – Modal Usaha  = Keuntungan Bersih
Rp.61.824.000 – Rp 49.980.000 = Rp. 11.844.000
Tabel Estimasi Perhitungan

Maka estimasi keuntungan yang didapat dari usaha ternak ayam potong 1000 ekor dalam sekali panen dapat diperkirakan mencapai Rp.11.844.000 hanya dalam jangka waktu 2 bulan.

Sistem Pemasaran Ayam Potong

Perlu sekali memahami pentingnya sistem pemasaran, hal ini karena industri ayam potong semakin ketat dan akan timbul banyak pesaing.

Merencanakan sistem pemasaran sangat penting dalam proses penjualan ayam potong.

Strategi pemasaran yang tepat akan membuat usaha ternak ayam potong begitu untung. Namun sebaliknya, jika strategi pemasaran kurang tepat akan membuat penjualan ayam merugi. 

Oleh karena itu terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian dalam menyusun strategi pemasaran. Berikut 5 strategi pemasaran ayam potong yang dijamin sukses ala Chickin Indonesia, diantaranya:

Memahami Kebutuhan Pasar

Perlunya riset untuk memahami kebutuhan pasar. Dengan riset, pelaku usaha ternak ayam akan mengetahui secara spesifik jenis ayam seperti apa yang paling banyak dikonsumsi oleh konsumen.

Selain itu, kita juga dapat memperkirakan jumlah daging yang dibutuhkan oleh konsumen. Karena jika jumlah daging yang dialokasikan ke pasar melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh konsumen, maka berpotensi menyebabkan kerugian bagi peternak dan para pelaku usaha ternak ayam broiler.

Kenapa bisa rugi?

Sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran ala ilmu ekonomi. Jika stok daging yang tersedia lebih tinggi dari permintaan konsumen maka akan menyebabkan harga produk ayam menjadi murah bahkan kemungkinan akan terbuang sia-sia.

Dari contoh tersebut, kita semakin paham kan pentingnya melakukan riset pasar. Jadi bagi kalian para calon pelaku usaha ternak ayam pedaging hati-hati ya dalam melakukan riset pasar!

Menetapkan Harga yang Bersahabat

Meskipun mendapatkan keuntungan besar merupakan tujuan utama dalam berbisnis, menetapkan harga yang bersahabat merupakan salah satu strategi demi memperoleh keuntungan yang besar.

Fakta menunjukan menjual produk dengan harga yang lebih murah dari kompetitor memang menyebabkan keuntungan besar tidak langsung didapatkan tetapi cukup menarik dan efektif bagi banyak orang untuk membeli produk bisnis kita.

Sebagai penyedia produk ayam karkas, Chickin Indonesia selalu berusaha menetapkan harga yang bersahabat daripada kompetitor lain.

Kelebihan lainnya sistem pembayaran bisa dilakukan dengan mengangsur, hal tersebut mempermudah pembeli untuk mengakses produk ayam karkas kami. Kunjungi Chickin Fresh untuk info selengkapnya.

Menjaga Kualitas Ayam agar Tetap Baik

Dalam menjalankan usaha ternak ayam potong menjaga kondisi ayam ternak dalam keadaan sehat dan prima adalah hal yang sangat penting.

Untuk menciptakan kondisi tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, memberi pakan yang berkualitas, hingga rutin melakukan vaksinasi dan pemberian vitamin untuk ayam.

Ayam yang sehat akan menghasilkan daging dengan kualitas yang baik. Sedangkan ayam yang terkontaminasi dengan banyak bakteri dan mikroorganisme memiliki pH cenderung asam dan berpotensi mengurangi kualitas daging ayam.

Di Chickin Indonesia, salah satu produk perkandangan kami yang terjamin kebersihan kandangnya adalah Chickin Smart Farm.

Dengan menggunakan sistem IoT untuk memantau dan mengendalikan proses budidaya membuat tingkat kematian <3%. Tingkat keberhasilan panen mencapai 100% membuat keuntungan yang didapat bisa mencapai 300 – 400% lebih tinggi.  Info selengkapnya kunjungi Chickin Smart Farm.

Menggunakan Sistem Eceran

Banyak para pelaku usaha ternak ayam potong menghindari sistem eceran padahal banyak pembeli-pembeli yang hanya memerlukan ayam dalam jumlah kecil, khususnya industri katering rumahan. 

Membuka sistem eceran merupakan cara agar produk ayam dapat menjangkau lebih banyak pembeli sehingga keuntungan yang didapatkan akan maksimal.

Membentuk Kmunikasi yang Baik dengan Pebisnis Ayam Lainnya

Membangun komunikasi penting dalam menjalankan bisnis, komunikasi yang baik akan membentuk relasi. Meskipun ada persaingan dalam bisnis, banyak hal dan informasi yang didapatkan dari relasi bisnis.

Dari relasi bisnis, kita akan belajar banyak hal dengan para pelaku bisnis yang lebih senior dan berpengalaman.

Jika memanfaatkan relasi dengan baik, informasi akan mengalir begitu banyak terkait strategi penjualan, perawatan dan kesehatan hewan ternak hingga strategi pemasaran.

Melakukan Kerja Sama Mitra

Agar usaha ternak ayam potong semakin berkembang sangat perlu loh untuk bermitra dengan banyak pihak. Hubungan mitra dibentuk untuk mendapatkan sumber bibit broiler berkualitas hingga membentuk kemitraan internal.

Dalam industri broiler kemitraan internal sangat diperlukan untuk bertahan, karena hampir 90% peternak ayam broiler melakukan kemitraan dengan perusahaan besar.

Terlebih kondisi pangsa produksi ayam di Indonesia menunjukan perusahaan peternakan skala besar masih menguasai industri ayam broiler melalui kemitraan internal.

Sebagai bisnis yang baru rintis tiga tahun terakhir, kami juga melakukan kerja sama dengan beberapa mitra bisnis dalam menyediakan ayam potong bekerja sama dengan beberapa RPA melalui produk Chickin Fresh

Kami berusaha untuk menciptakan persaingan yang sehat di industri peternakan ayam dengan memperpendek rantai distribusi antara pembeli dan peternak, sekaligus membantu peternak mandiri untuk bertahan di industri broiler yang 90% nya masih dikuasai oleh perusahaan besar.

Beberapa mitra bisnis kami, di Chickin Fresh diantaranya:

partner bisnis chickin
Partner Bisnis Chickin Indonesia ©Chickin 

Kesimpulan

Sekian informasi mengenai analisa usaha ternak ayam broiler. Sebagai peternak dan pelaku usaha ayam potong sangat dianjurkan untuk melakukan analisa usaha agar terhindar dari kerugian, dan keuntungan yang didapatkan semakin maksimal.

Dalam melakukan analisa usaha ternak ayam perlu proses perencanaan, riset pasar, menghitung harga perkiraan pasar, hingga melakukan evaluasi secara berkala. Salah satu analisa yang sangat penting untuk dilakukan yakni menghitung modal dan biaya yang dikeluarkan.

Hasil analisa data usaha maka para peternak dan pelaku usaha dapat mengetahui keuntungan bersih usaha ternak ayam potong 1000 ekor.

Selain itu melalui hasil analisa data bisa juga langsung dilakukan evaluasi agar usaha ayam potong dapat terus berkembang dari 1000 ekor menjadi 10.000 ekor hingga menjadi 100.000 ekor.

Sebagai salah satu pelaku usaha ternak ayam broiler atau ayam potong di Indonesia, Chickin Indonesia melalui produk Chickin Fresh menyediakan ayam karkas dan berbagai variasi potongan ayam dalam bentuk fresh maupun frozen yang sudah terjamin halal dan lulus NKV.

Kami memiliki komitmen untuk selalu menyediakan produk ayam dengan kualitas terbaik kepada konsumen dan business partner melalui penerapan SOP ketat 5 NO yakni No Memar, No Dolar, No bau, No lendir, dan No Bulu dengan jaminan garansi.

Gabung bersama kami untuk menjadi partner retail!

Chickin – PT Sinergi Ketahanan Pangan


Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia

Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.

Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.

Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.

Daftar

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts