6 Ciri-Ciri Bibit Ayam Broiler Berkualitas

Bibit ayam broiler, juga dikenal sebagai anak ayam berumur sehari (“DOC”). bagaimana ciri-ciri bibit ayam broiler yang berkualitas? Simak penjelasan berikut:
bibit ayam broiler

Bibit ayam broiler, juga dikenal sebagai anak ayam berumur sehari (“DOC”), adalah anak ayam yang baru menetas dan berumur satu hari. Memproduksi benih yang berkualitas membutuhkan pengetahuan, ketelitian dan pengalaman. Padahal, untuk menghasilkan DOC berkualitas tinggi, gen parental juga harus diperhitungkan.

Pemilihan bibit ayam broiler merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan ayam pedaging. Kualitas genetik yang baik memungkinkan bibit ayam tumbuh dengan baik dan menghasilkan produk yang optimal. Kualitas genetik benih ini memainkan peran penting dalam kesuburan dan kekuatan anak ayam.

Umumnya, telur DOC harus memiliki berat 50 gram untuk tumbuh sepenuhnya. Penting untuk mempertimbangkan indikator tidak hanya telur, tetapi juga orang tua, apakah mereka menderita penyakit tertentu sepanjang hidup mereka. DOC berkualitas tinggi berasal dari ibu yang tidak pernah sakit dan terus bertelur hingga usia 64 minggu. Mengetahui faktor-faktor di atas, tidak heran jika harga DOC kualitas tinggi cukup mahal karena proses pembuatannya yang rumit.

Baca Juga : Cara Memilih DOC Ayam Broiler Berkualitas

Namun, bagaimana ciri-ciri bibit ayam broiler yang berkualitas? Simak penjelasan berikut:

1. Sehat Terbebas dari Penyakit

Sehat disini berarti bibit tersebut tidak terjangkit penyakit unggas berbahaya yang berasal Sehat dengan arti bibit ayam broiler terbebas dari penyakit unggas berbahaya yang disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit. Jika ayam sakit sejak awal, biasanya karena mereka tidak memiliki kualitas hidup yang baik dan harapan hidup mereka pendek.

Selain itu Anda dapat memperhatikan dari sisi fisiologis. Pastikan bahwa bibit ayam broiler atau DOC tersebut tidak memiliki cacat. Selalu perhatikan apakah kondisi kaki, sayap, dan lehernya dalam kondisi sempurna ataukah tidak.

2. Memiliki Mata Cerah

DOC broiler berkualitas
@chickin Indonesia

Ayam sehat selalu memiliki mata yang terlihat cerah. Hal ini menandakan tidak adanya cacing atau gangguan penglihatan. Jika matanya berkabut maka unggas tersebut kemungkinan besar buta. Jika sudah mengalami cacat fisik seperti ini, maka unggas akan memiliki jangka waktu hidup yang singkat. Dan juga DOC harus memilii sayap yang cerah.

3. DOC Lincah dan Aktif

Ayam sehat memiliki postur tubuh kokoh dan lincah ketika berjalan. Ini artinya semua organ tubuhnya berfungsi secara optimal dan tidak ada potensi infeksi dari cacing di dalamnya. Jika DOC tidak aktif, maka besar kemungkinan bahwa DOC tersebut memiliki kelainan dan harus segera ditangani.

4. Tubuh Tahan Panas

Perlu diketahui juga bahwa nanti bibit ayam yang baik memiliki ketahanan pada suhu panas. Hal ini dikarenakan produktivitas ayam dalam menghasilkan daging akan menurun pada suhu yang panas. Jika ayam Anda tidak tahan panas, maka akan banyak energi yang terbuang dan sebagai akibatnya pertumbuhan daging tidak optimal.

5. Bersuara Nyaring

Suara yang nyaring tidak hanya menunjukkan bahwa ayam tersebut memiliki badan sehat. Namun, hal ini juga mengindikasikan tidak adanya kelainan pada organ pernafasan yang mampu mengganggu proses pertumbuhan ayam.

6. Kaki DOC Besar dan Bersih

DOC yang memiliki kaki besar dan bersih mengindikasikan bahwa DOC tersebut tidak mengalami malnutrisi ataupun kelainan pada tubuhnya. Anda juga perlu memperhatikan saluran pencernaan DOC. Agar DOC tidak terjadi kelainan pada tubuh DOC itu sendiri.

3 Jenis Bibit Ayam Broiler Berdasarkan Grade

DOC ayam broiler terdiri dari berbagai macam jenis baik berdasarkan kualitas bibit maupun jenis strain. Berikut adalah jenis DOC ayam broiler berdasarkan kualitas bibitnya:

Grade 1

DOC ayam broiler grade 1 ini merupakan bibit ayam broiler pilihan karena memiliki bobot sekitar 40 gram ke atas. Jenis ini hanya dijual oleh pabrik dan harga jualnya pun cukup tinggi karena kualitasnya yang terbaik.

Ini adalah kualitas super dari DOC dengan kondisi fisik sempurna. Tidak memiliki cacat dan indikasi penyakit pada unggas sehingga memiliki potensi hidup baik serta menghasilkan daging secara optimal. Berat badan dari grade 1 sekitar 40 gram sehingga kemungkinan besar dapat tumbuh menjadi ayam pedaging yang besar.

Grade 2

DOC ayam broiler grade 2 merupakan hasil sortiran dari grade 1, dimana terdapat beberapa kekurangan secara fisik yaitu berat badan. Grade 2 memiliki berat badan dibawah 40 gram sehingga proses pemeliharaannya butuh perhatian khusus. Biasanya terdapat cacat fisik pada grade 2 tidak terlalu signifikan sehingga tidak berpengaruh pada produktivitas dagingnya.

Grade 3

DOC ayam broiler grade 3 ini lebih dikenal sebagai DOC polos yang merupakan hasil sortiran dari grade 2. Secara kualitas, DOC polos ini berada di tingkatan yang paling bawah dan ukurannya lebih kecil. Selain itu, biasanya terdapat cacat fisik yang kurang baik dan ini merupakan hal yang wajar karena harganya pun memang murah.

Begitu pun dengan DOC berkualitas rendah, apabila dirawat dengan sangat maksimal maka akan ada kemungkinan hasil ternak itu baik. Pemilihan bibit memang sangat berpengaruh dalam jaminan kedepannya, namun pemeliharaan juga demikian.

Meskipun kualitasnya terbagi menjadi beberapa, bukan berarti DOC yang berkualitas terbaik akan menghasilkan yang terbaik jika pemeliharaannya tidak maksimal. Hanya saja, DOC yang berkualitas akan menjamin hasil yang terbaik jika pemeliharaannya sudah maksimal dan sangat baik. 

Bersama Chickin, wujudkan sinergi ketahanan pangan Indonesia.

Chickin – PT Sinergi Ketahanan Pangan.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Posts