Cara Beternak Ayam Potong Broiler

Beternak Ayam Potong Broiler

Ayam potong broiler merupakan ras pedaging hasil persilangan bangsa ayam dengan daya produktivitas tinggi terutama dalam memproduksi dagingnya.

Hasil perkawinan silang dengan sistem berkelanjutan menghasilkan genetik yang berkualitas. Banyak yang menganggap ayam broiler sebagai salah satu ternak yang paling ekonomi dengan produksi yang relatif cepat.

Keuntungan yang diraih tentu banyak namun dibayar dengan pemeliharaan yang baik juga. Sebelum mulai beternak, peternak harus mempertimbangkan sebaik-baiknya hal pokok yang diperlukan oleh ayam pedaging dan tata cara pemeliharaanya.

Untuk itu pada kesempatan kali ini, mari kita pahami sama-sama cara beternak ayam potong broiler!

Keadaan Kandang Ayam Potong Broiler
Gambar 1. Ayam Potong Broiler

Mengapa Budidaya Ayam Potong Broiler Populer di Indonesia?

Ternak ayam sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan di Indonesia. Sejumlah peternak akan memulainya dari peternakan yang kecil dan kemudian berkembang menjadi besar. Begitu pula ternak ayam potong broiler di Indonesia yang saat ini berkembang cukup pesat.

Periode perkembangan ayam pedaging ras ini terbagi menjadi tiga yaitu periode perintisan (1953-1960) yang menjadi awal mulanya usaha ternak ayam broiler, periode pengembangan (1961-1970), dan periode pertumbuhan (1971-1980)

Periode Perintisan

Pertama, Periode Perintisan dimulai dari tahun 1953 hingga 1960. Dikatakan sebagai periode perintisan karena Ayam broiler pertama kali ada di Indonesia diimpor oleh Gabungan Penggemar Unggas Indonesia (G.A.P.U.S.I) pada tahun 1953-1960. White Leghorn (WL), New Hampshire (NHS), Australorp, hingga Island Red (IR) diimpor guna memenuhi kebutuhan pasar lokal. Setelah diimpor, ayam tersebut dikawin silangkan dengan ayam kampung di Indonesia.

Periode Pengembangan

Kedua, Periode Pengembangan dimulai dari tahun 1961 hingga 1970. Pada tahun 1967, hasil ayam yang sudah kawin silang memiliki potensi yang cukup baik untuk dijual besar-besaran. Pada akhirnya impor secara komersial pun dilakukan. Hingga Direktorat Jenderal Peternakan dan Kehewanan membuat sebuah program bernama Bimas Ayam.

Program tersebut berguna untuk mengenalkan ayam ras kepada para peternak sehingga meningkatkan konsumsi hewani masyarakat mengingat saat itu berada pada angka yang rendah yaitu 3,5 gram per kapita dan per hari.

Periode Pertumbuhan

Selanjutnya, periode pertumbuhan dimulai dari tahun 1971 hingga 1980. Kesuksesan dari program Bimas Ayam ini terjadi pada tahun 1978 di mana peternak ayam broiler menerima permintaan pasar yang meningkat dan cukup tinggi. Dengan adanya program ini pada periode tahun 1980-an, ayam potong broiler semakin komersial dan banyak beredar.

Pasca Periode Pertumbuhan Hingga Saat Ini

Sayangnya, pada tahun 1998, krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia mulai mempengaruhi perkembangan dari permintaan pasar akan ayam broiler. Hal itu mempengaruhi jumlah peternak ayam yang kian menurun hingga 50%. 

Tahun berikutnya yaitu tahun 1999, peternakan ayam broiler menerima permintaan pasar yang kembali meningkat. Hingga saat ini, peternakan ayam broiler selalu berkembang apalagi dengan adanya sentra peternakan hampir di seluruh provinsi Indonesia. 

Bila ditinjau kembali, ayam broiler memiliki daging yang berukuran lebih besar serta rasa yang lebih lezat dibandingkan ayam jenis lainnya. Tak sedikit peternak ayam broiler memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi karena daya tarik ayam broiler itu sendiri bagi para masyarakat.

Permintaan Pasar

Permintaan pasar yang cukup tinggi membuat ayam broiler sangat populer. Populasi ayam broiler di Indonesia meningkat sekitar 4% dari tahun 2016 ke 2017, yaitu dari 1.632.567.839 menjadi 1.698.368.741 ekor berdasarkan Badan Pusat Statistik. Faktor utama peningkatan tersebut adalah meningkatnya jumlah penduduk, pendapatan, pendidikan masyarakat serta harga beli yang terjangkau dan mudah didapatkan.

Jadi, ayam potong broiler mulai dikenalkan di Indonesia pada tahun 1967 melalui program Bimas Ayam. Ayam broiler juga mulai populer pada tahun 1980-an meskipun tahun 1998 mengalami krisis dan penurunan permintaan. Kini, permintaan pasar akan ayam potong broiler semakin meningkat dan populer di kalangan masyarakat.

Mengapa Budidaya Ayam Potong Broiler Menguntungkan?

Produksi yang Relatif Cepat

Seperti yang sudah disinggung di awal artikel ini bahwa ayam potong broiler memiliki siklus produksi yang relatif cepat yaitu sekitar 4-6 minggu. Waktu yang dibutuhkan untuk membudidayakan ayam potong broiler ini tentu cukup singkat, terlebih lagi dalam kurun waktu tersebut dapat menghasilkan ayam berbobot sekitar 1,5 kilogram per ekornya. 

Permintaan Pasar yang Stabil dan Meningkat

Perkembangan atas permintaan ayam potong broiler yang cukup besar membuat para peternak perlu memproduksi banyaknya ayam sesuai dengan permintaan pasar. Tak dipungkiri dengan waktu produksi yang cukup singkat itu mengimbangi akan kebutuhan daging yang juga harus dipenuhi dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Ayam Broiler Dinilai Ekonomis

Selain siklus produktivitasnya yang relatif cepat dan singkat, ayam potong broiler juga dinilai ekonomis. Daging ayam ini dijual dengan harga terjangkau sehingga masyarakat dapat membelinya tanpa merogoh banyak pendapatannya. Dengan bobot badan yang tinggi serta daging berserat lunak tampaknya ayam broiler sangat diminati oleh konsumen.

Peternakan ayam potong broiler berkembang karena didukung oleh kuatnya industri hilir seperti pembibitan yang memproduksi berbagai jenis galur atau strain. Galur adalah generasi keturunan hasil dari perkawinan sekerabat dalam berbagai tingkat. 

Uniknya lagi, ayam ras pedaging yang masih berusia muda sudah siap dipotong dengan konversi pakan kecil. Meskipun usianya masih muda, daging yang dihasilkan tetap berserat lunak seperti ayam broiler lainnya.

Apa Saja Persiapan Sebelum Memulai Beternak Ayam Potong Broiler?

Menentukan Skala Usaha

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai beternak adalah memahami apa itu beternak dengan baik. Peternakan sendiri dalam skala usaha dan tingkat pendapatannya terbagi menjadi empat macam kelompok, yaitu:

Peternakan sebagai usaha sambilan

Sebagai usaha sambilan, peternak mengusahakan produksi ayam hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau subsisten dengan tingkat pendapatannya di bawah 30%.

Peternakan sebagai cabang usaha

Cabang usaha memiliki tingkat pendapatan yang jauh lebih besar dari usaha sambilan. Produksi ayam yang dibutuhkan berkisar pada 30 hingga 70% tingkat pendapatan usahanya.

Peternakan sebagai usaha pokok

Disebut sebagai usaha pokok artinya peternak membudidayakan peternakan untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar akan hewan ternak yang berkisar 70 hingga 100% tingkat pendapatannya.

Peternakan sebagai industri dengan mengusahakan ternak secara khusus (specialized farming)

Tingkat pendapatan usaha peternakan ini berkisar sampai 100% seperti usaha peternakan komersial umumnya, perbedaannya terletak dari modalnya yang cukup besar dan teknologi yang digunakan dalam beternak jauh lebih modern.

Hal di atas adalah memahami skala usaha peternakan yang diinginkan, selanjutnya perlu diperhatikan ada hal lain yang cukup penting diperhatikan dalam beternak secara rutin dan teliti yaitu pakan dan air, obat, vitamin, sanitasi, vaksin, hingga perkandangan. Berikut adalah langkah persiapan yang perlu diperhatikan.

Persiapan Kandang Ayam

Sebuah kandang merupakan modal awal yang harus dimiliki secara mutlak sebelum memulai beternak ayam. Biasanya, satu kandang bisa digunakan untuk beberapa tahun ke depan. Jika menghiraukan hal ini bisa berakhir rugi.

Lingkungan

Dalam membuat lingkungan ternak ayam yang nyaman, kandang harus memperhatikan segi keamanannya. Hama yang dapat menyerang hewan ternak seperti musang dan tikus seringkali masuk ke dalam kandang yang keamanannya kurang terjaga.

Selain segi keamanannya, dalam membuat kandang perlu diperhatikan juga kenyamanannya bagi hewan ternak itu sendiri. Kandang yang baik memelihara kehangatan yang ada di dalam ruang sehingga ayam tidak mati kedinginan.

Tinggi dan Lokasi

Tinggi sebuah kandang juga perlu diperhatikan agar siklus udara yang didapatkan cukup. Minimal ketinggian kandang adalah 2 meter dari permukaan tanah guna menghindari zat amonia terhirup oleh ayam.

Lokasi kandang sendiri harus berada di tempat yang lebih tinggi dari lingkungan atau daerah sekitarnya. Mengapa demikian? Karena kandang ayam yang baik harus terhindar dari genangan air hujan maupun banjir yang bisa mempengaruhi vitalitas ayam broiler.

Arah Bangunan

Arah bangunan kandang yang baik adalah bagian lebarnya harus membujur ke arah barat dan timur sehingga kandang berada di sebelah barat dan timur dengan tujuan agar mendapat sinar matahari yang cukup.

Kandang yang baik juga merupakan tempat yang teduh namun tidak dinaungi oleh pohon dan tidak melawan arah mata angin kencang. Lokasi kandang yang baik juga tidak boleh terlalu dekat dengan pemilik atau idealnya jarak kandang dan rumah sekitar ± 10 m.

Peternakan yang baik juga tidak berdekatan dengan pemukiman. Masyarakat mungkin akan terkena infeksi atau penyebaran polusi udara dari bebauan kotoran ternak. Baiknya lokasi kandang harus jauh dari pemukiman penduduk.

Persiapan Pakan, Air, Obat dan Vitamin

Pakan dan air merupakan salah satu hal penting yang selalu dibutuhkan oleh hewan ternak. Dalam hal ini, ayam perlu diberikan konsumsi sesuai dengan kebutuhan. Pakan yang diberikan harus sesuai dengan umur ayam dan selalu tersedia agar mudah dimakan.

Ketersediaan akan obat-obatan dan vitamin mempengaruhi Feed Conversion Ratio (FCR) dari hasil produksi ternak itu sendiri. Ayam ternak harus selalu diperhatikan kesehatannya agar FCR lebih rendah.

Persiapan Peralatan

Peralatan yang dimaksud dalam persiapan beternak ayam adalah alat yang dianggap penting digunakan. Alat tersebut adalah tempat minum, tempat makan, alas lantai yang beralaskan sekam padi hingga alat untuk membersihkan kandang.

Persiapan Memilih DOC atau Anak Ayam Broiler

DOC merupakan singkatan dari Day Old Chicken yang menjadi kunci kesuksesan para peternak ayam. DOC merupakan anak ayam guna menjadi bibit dalam peternakan. Dengan memilih bibit unggul tentunya pakan dan waktu panen akan menjadi efisien.

Dalam pemilihan bibit, peternak perlu menelitinya dengan baik. Hal yang tidak mengenakkan apabila salah dalam memilih bibit ayam akan berpengaruh pada pakan yang digunakan lebih boros dan waktu panen yang relatif lama atau telat.

Memahami Cara Pemeliharaan Ayam Potong Broiler

Sebelum memulai peternakan selain memahami apa itu peternakan, cara memelihara hewan ternak dengan baik dan benar tentu sangat diperlukan. Pemeliharaan dalam beternak ayam mencakup menjaga kebersihan kandang, pemberian pakan hingga vitamin pada ayam.

Memahami Pentingnya Sanitasi dan Vaksinasi

Seperti yang sudah disebutkan pada poin kelima bahwa memelihara kebersihan kandang itu penting. Mengapa? Karena sanitasi juga berpengaruh pada kualitas dari hewan ternak itu sendiri. Jika, sanitasi kandang kurang baik maka ayam bisa saja terpapar bakteri atau virus yang dihasilkan kandang itu sendiri.

Vaksin atau vaksinasi memiliki pengaruh yang cukup kuat bagi ayam broiler. Vaksinasi ini diperlukan sebagai upaya agar ayam tidak terkena penyakit dan menguatkan sistem kekebalan tubuh ayam itu sendiri. Sanitasi dan vaksinasi berpengaruh untuk mencegah infeksi maupun penyakit pada ayam.

Penentuan Rencana Panen Ayam Potong Broiler

Sesuai tujuannya, peternak akan menjual ayam yang diternakan mengikuti permintaan pasar. Sehingga dalam memastikan produksi ayam sesuai dengan kurun waktu yang dibutuhkan, peternak perlu menentukan atau merencanakan waktu panen. 

Jika, waktu panen lebih dari yang diharapkan makan peternak akan menambah biaya pakan. Menambah biaya pakan di luar biaya yang direncanakan hanya akan menimbulkan atau menambah kerugian bagi para peternak.

Itu dia persiapan-persiapan utama yang perlu dilakukan sebelum memulai beternak ayam broiler. Meski ayam potong broiler memiliki keuntungan yang cukup menjanjikan, dalam budidayanya peternak tetap perlu ekstra hati-hati dan cermat.

Bagaimana Cara Membuat Kandang?

Kandang Closed House Ayam Potong
Gambar 2. Kandang Ayam Potong Broiler

Kenali Model Kandang yang Dibutuhkan Ayam Potong Broiler

Tahukah bahwa kandang sendiri terdiri dari berbagai bentuk? Kandang ayam terdiri dari tiga jenis atau tiga tipe bentuk yaitu tipe panggung tanpa alas, tipe panggung dengan alas, dan tipe litter. 

Tipe panggung tanpa alas tidak memiliki alas di bawahnya sehingga kotoran ayam langsung jatuh ke tanah. Tipe panggung tanpa alas dapat disebut tipe dengan biaya cukup terjangkau. Tipe panggung dengan alas biasanya terdapat litter atau alas ternak yang tidak setebal tipe litter. 

Tipe litter ini memiliki alas ternak yang cukup banyak daripada tipe panggung dengan alas. Tipe ini lebih banyak dipakai peternak karena lebih mudah dibuat dan juga lebih murah. Tipe ini membuat kotoran ayam tidak langsung jatuh ke tanah dan lebih higienis.

Pemilihan model atau tipe kandang itu sendiri biasanya disesuaikan dengan umur ayam. Ketika ayam masih berumur 2 minggu atau 1 bulan, biasanya kandang yang dibutuhkan adalah kandang indukan. Ayam remaja atau sekitar 1-3 bulan menggunakan kandang indukan yang dibesarkan untuk ayam dewasa.

Pemilihan Bahan Untuk Kandang Ayam Broiler

Bahan untuk pembuatan kandang sendiri tidak ada contoh idealnya karena disesuaikan dengan kemampuan modal. Meskipun begitu, bahan sebaiknya berasal dari bahan yang murah namun kuat dan mudah diperoleh seperti atap dari daun rumbia, bangunan dari bambu, kayu gelam dan rempesan.

Dinding kandang juga perlu diperhatikan karena dinding adalah bagian tepi dan batas dari kandang. Fungsi dinding sendiri adalah pengaman dan mengurung ayam yang berada di dalamnya. Umumnya, dinding kandang di Indonesia bersifat terbuka atau semi terbuka.

Mengapa jenisnya hanya terbuka dan semi terbuka? Hal tersebut mengingat dari perolehan cahaya dan lintasan udara yang dibutuhkan untuk ayam potong broiler. Sebaiknya kandang harus memperoleh cahaya yang cukup dan udara yang segar.

Meskipun dinding berperan untuk menjaga udara, kandang tetap harus punya ventilasi. Ventilasi ini berguna untuk aktivitas oksigen dan karbondioksida dari pernapasan ayam. Ventilasi yang baik akan mempermudah udara kotor untuk keluar dan mempermudah udara segar masuk ke dalam kandang.

Pada awal pemeliharaan, kandang ayam perlu ditutupi plastik guna untuk menjaga kehangatan. Periode starter masih memerlukan kehangatan indukan. Energi yang diperoleh periode starter sebagian besar dari pakan sehingga mereka tidak perlu memproduksi kehangatan dari hasil konsumsinya.

Perhatikan Soal Kehangatan dan Alas Kandang

Berbicara tentang suhu dan sebagainya, sekarang kita akan membahas alas kandang. Alas kandang dikenal dengan istilah litter. Jadi, liter ini merupakan alas yang berada di dalam kandang agar ayam tidak langsung membuang kotorannya ke tanah dan juga menjaga kehangatan ayam. 

Bahan litter biasanya terdiri dari sekam padi, serbuk gergaji, sedikit pasir, dan kapur pertanian. Ketebalan litter sendiri disesuaikan dengan umur ayam yaitu 3-10 cm. Ayam yang berumur 2 minggu pertama diberikan itter sekitar 3 cm dan minggu selanjutnya ketebalan litter bertambah yaitu sekitar 5-10 cm.

Dalam perkandangan juga ada istilah Indukan atau brooder. Indukan adalah kandang khusu anak sampai umur 2 minggu dengan alat pemanas di tengah. Alat pemanas ini berfungsi seperti induk ayam yang menghangatkan ayamnya ketika baru menetas.

Untuk mengetahui suhu indukan secara tepat diperlukan termometer yang dipasang langsung dalam idnukan. Meskipun begitu, peternak tetap perlu mengawasi ayam agar mengetahui keadaan panasnya cukup dari tingkahnya.

Jika suhu indukan terlalu dingin biasanya ayam akan berkumpul dan berjejal mendekati sumber pemanas. Jika terlalu panas semuanya akan menjauhi sumber pemanas dan mendekati bagian tepi kandang. Jika suhu memadai atau baik, maka ayam akan tersebar merata dan aktif mencari makan.

Bagaimana Cara Memilih DOC (Day Old Chicken)?

DOC Ayam Broiler
©Cackle Hatchery
Gambar 3. DOC Ayam Potong Broiler

Sebagai salah satu langkah persiapan, peternak perlu memilih DOC atau bibit anak ayam broiler yang berkualitas. Mengapa demikian? Karena faktor utama agar sebuah peternakan berhasil adalah penentuan yang tepat dalam pemilihan bibitnya itu sendiri.

Pada umumnya, bibit ayam yang benar-benar bagus teruji unggul, tidak ada kecacatan karena berasal dari indukan yang cukup berkualitas. Secara fisik, anak ayam yang baik terlihat dari bulunya yang bagus dan aktif bergerak sebagai ciri bahwa ayam tersebut sehat.

Berat Badan

Berat rata-rata anak ayam yang berkualitas berada pada kisaran 35 hingga 40 gram. Berat badan tersebut merupakan berat badan normal dari anak ayam. Sebelum membeli, pastikan sudah menimbangnya terlebih dahulu kepada penjual DOC.

Tidak Ada Cacat

Warna bulunya yang bagus yaitu terlihat lebih cerah dengan warna putih kekuningan. Kaki dan paruhnya juga akan berwarna kuning cerah sebagai tanda bahwa anak ayam tersebut sehat. Anak ayam yang baik tidak akan memiliki kecacatan. 

Selain tubuhnya, bagian matanya juga penting untuk dicermati. Mata anak ayam yang berkualitas akan cerah dan jernih tidak buram dan mengeluarkan air mata terus menerus. Biasanya yang mengeluarkan air mata itu merupakan anak ayam yang sudah terinfeksi.

Penjual DOC entah perusahaan peternakan maupun toko dan agen biasanya menjual DOC dengan sistem box. Perlu dipastikan setiap box-nya agar bisa dipastikan DOC yang dibeli adalah DOC yang berkualitas. Cek kondisi kesehatan anak ayam sangat penting agar tidak menular pada DOC yang lainnya.

Fisik Ayam Broiler Yang Sehat

Biasanya suara dari anak ayam yang berkualitas terdengar lebih nyaring. Badannya mampu bergerak gesit, lincah, dan tidak terkulai lemas. Jika terdapat cacat bawaan, ayam tersebut akan menghasilkan produk daging yang tidak berkualitas. 

Pastikan sayapnya simetris dan tidak menjuntai kebawah. Jika sayapnya tidak simetris, itu bisa menjadi pertanda cacat bawaan. Badan yang kokoh, kaki yang mampu menopang tubuh, berjalan tidak pincang juga menjadi faktor penentu apakah anak ayam tersebut sehat atau tidak.

Beli Dari Pembibitan Terpercaya

Untuk mendapatkan bibit yang terpercaya, peternak perlu memilihnya dari perusahaan pembibitan yang cukup terkenal dengan reputasi yang cukup baik. Disarankan bagi para peternak untuk bergabung dengan komunitas peternak agar mendapat informasi yang baik mengenai pemilihan DOC. 

Biasanya ada toko atau agen penjual bibit ayam dengan menawarkan grade DOC ayam broiler yang dijualnya. Meski terlihat menjanjikan, peternak perlu tetap memperhatikan ciri bibit yang berkualitas yang sudah disebutkan sebelumnya. Dengan memilih bibit yang baik, peternak sudah separuh berhasil menjalankan peternakannya.

Berapa Harga Bibit Ayam Potong Broiler ?

Sebelum membahas harga bibit ayam ada dua jenis bibit ayam yang biasa dijual. Kedua jenis DOC tersebut adalah ayam broiler super dan polos. Dikatakan super adalah jenis DOC yang sudah divaksinasi pada saat ayam tersebut baru menetas, biasanya diberikan vaksin ND-KILL. DOC broiler polos adalah bibit ayam yang belum diberi vaksin.

DOC ayam potong broiler super juga memiliki kualitas yang sangat baik seperti bibit ayam berkualitas yaitu berbobot 35-40 gram, bulunya berwarna putih kekuningan yang cerah mengkilap, kaki dan paruh yang berwarna kuning cerah, tidak ada cacat genetik, suara nyaring serta bergerak gesit dan lincah.

DOC ayam potong broiler biasa memiliki kualitas yang lebih rendah dari DOC super. Kondisi tubuhnya biasanya normal dan lengkap namun kakinya berwarna pucat. Bulu tidak tumbuh dengan sempurna dan warnanya tidak merata. Sifatnya cocok-cocokan dengan iklim tempatnya berada.

Jika dilihat dari jenisnya, DOC yang sudah vaksinasi atau grade super ini lebih diminati karena sudah terjamin bertahan dari serangan penyakit. Meski demikian, bibit yang bagus memiliki harga yang bagus juga. Harga keduanya masih relatif terjangkau.

Untuk harga bibit anak ayam polos biasa berada pada range 7.000 hingga 15.400 rupiah per ekor. Berbeda dengan polos, DOC super ini memiliki harga yang lebih besar yaitu pada range 9.500 hingga 18.000 rupiah per ekor. Harga tersebut disesuaikan dengan daerah masing-masing.

Bagaimana Cara Memilih Jenis Tempat Makan Ayam Potong Broiler?

Ditujukan untuk menghasilkan daging yang baik, ayam potong broiler perlu dipenuhi kebutuhan gizinya. Gizi yang sering diperlukan adalah protein, karbohidrat, mineral, lemak, air, vitamin hingga feed-supplement. Kualitasnya menentukan pembentukan kualitas daging ayam.

Pakan yang diberikan perlu diperhatikan kualitasnya. Pada umumnya, peternak membuat ransum yang berasal dari jagung, tepung ikan, tepung lamtoro, tepung susu krim, bekatul,  tepung tulang, tepung daging, bungkil kacang kedelai hingga grip. Rasum ini menambah bobot badan ayam.

Meski begitu rasum yang berkualitas tidak disimpan terlalu lama karena kualitas gizinya akan mengalami kerusakan akibat oksidasi. Bentuk dari rasum ini biasanya berbentuk butiran yang berpecah belah seperti crumble, pelet, hingga tepung halus.

Bila dilihat dari bentuk pakannya, tempat makan yang diperlukan harus mampu menampung pakan tersebut agar tidak berceceran sehingga kandang menjadi kotor. Pakan ayam harus ditaruh di tempat khusus yang termasuk dalam peralatan peternakan.

Jenis tempat makan ayam sendiri terdiri dari dua macam yaitu tipe manual dan otomatis. TIpe manual diisi sendiri oleh peternak dan selalu dipantau pemberiannya baik dalam skala besar maupun kecil. Tipe otomatis memungkinkan tempat tersebut diisi sesuai dengan waktu yang ditentukan dan lebih efisien untuk peternakan ayam yang lebih besar.

Baby Chick Feeder

Baby Chick Feeder
©Berry Hill
Gambar 4. Baby Chick Feeder

Baby chick feeder merupakan tempat makan khusus anak ayam yang bertipe manual. Biasanya tempat makan ini digunakan untuk ayam yang berusia seminggu atau 7 hari. Tingkat kebersihan baby chick feeder dijamin baik karena terlindungi dari kotoran dan tidak mudah berceceran keluar.

Feeder Chick Tray

Feeder Chick Tray
©SolwayFeeders
Gambar 5. Feeder Chick Tray

Tempat makan ayam yang bernama feeder chick tray juga merupakan tempat makan khusus anak ayam namun perbedaannya adalah dari letak permukaannya. Permukaannya lebih luas namun terlalu terbuka sehingga kotoran mudah masuk ke dalamnya dan kurang higienis.

Hanging Feeder

Hanging Feeder
©Hogslat
Gambar 6. Hanging Feeder

Hanging feeder adalah tempat makan ayam manual yang bentuknya seperti galon atau tabung. Tempat makan ini memiliki bagian piringan dan tabung yang dapat disesuaikan dengan usia ayam ternak. Tempat pakan ini juga tersedia dalam 3 ukuran yakni, 3, 5, dan 7 kilogram.

Super Feeder Grill

Super Feeder Grill
Sikumis.com
Gambar 7. Super Feeder Grill

Super feeder grill maupun non grill merupakan tempat pakan ayam manual yang dapat digunakan ayam kecil maupun ayam dewasa. Perbedaannya terletak pada sekat bagian alasnya jika grill memilikinya guna mencegah DOC naik ke atas bagian pakan sedangkan non-grill tidak terdapat sekat.

Pan Feeder System

Pan Feeder
©Cumberland
Gambar 8. Pan Feeder System

Pan feeder system merupakan satu-satunya tempat makan ayam yang otomatis. Tempat makan ini dapat menyajikan makanan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Penggunaannya sangat membantu peternak ayam dalam memberikan pakan ayam.

Pan feeder system membuat peternak dapat mengontrol bobot ayam karena pemberian makan yang terjadwal dan disesuaikan dengan takaran yang dibutuhkan. Meski sangat efisien, tempat makan ini dijalankan menggunakan mesin yang memerlukan biaya yang cukup besar.

Meskipun otomatis, semua tempat makan ayam tetap perlu dijaga kehigienisannya. Khusus untuk pan feeder ini, peternak perlu menguras saluran dan wadah secara berkala sebagai upaya memastikan tidak ada pakan yang berjamur. Begitu pun dengan pemeriksaan mesin.

Berapa Kilogram Pakan untuk 100 Ekor Ayam Potong Broiler?

Pakan Ayam Broiler
©Poultryfeedformulation
Gambar 9. Pakan untuk Ayam Potong Broiler

Mengetahui berapa kilogram pakan yang dibutuhkan untuk ayam potong broiler merupakan acuan utama sebelum membeli DOC. Perhitungan pakan ini sangat dibutuhkan oleh para peternak sehingga peternak dapat mengetahui berapa modal yang dibutuhkan untuk pakan.

Pemberian pakan pada ayam potong broiler terkadang kurang efektif karena ketidaktahuan peternak akan kebutuhan pakan ayam tersebut. Kebutuhan ayam sendiri per hari sudah memiliki ketetapan atau hitungan bakunya sendiri. Biasanya disesuaikan dengan hari atau umur si ayam tersebut.

Untuk 4 minggu sampai masa panen, ayam memerlukan pakan dengan total 2,2 kilogram per ekornya. Sehingga, total pakan yang dibutuhkan untuk 100 ekor sekitar 220 kilogram (2,2 kilogram x 100 ekor ayam).

Satu sak pakan ayam potong broiler biasanya berisi sekitar 50 kilogram. Untuk mendapatkan total 220 kilogram, maka peternak membutuhkan sekitar 4.4 karung pakan ayam broiler untuk 100 ekor sampai masa panen atau untuk empat minggu.

Meskipun itu adalah hitungan yang paling sederhana atau simpel, masih ada hitungan yang lebih mendetail dan jelas seperti yang akan dijelaskan berikut ini. Pemberian pakan disesuaikan dengan umur DOC broiler agar bobotnya dapat terus dipantau.

Minggu Pertama

Minggu pertama yaitu hari pertama hingga hari ketujuh, DOC ditempatkan ke indukan atau pemanas dan segera diberi air minum hangat bisa ditambah gula guna mengembalikan energi yang hilang selama perjalanan menuju ke kandangnya. Pakan yang diberikan per ekor adalah 13 gram atau setar 1,3 kilogram untuk 100 ekor ayam.

Jumlah 1,3 kilogram sendiri merupakan kebutuhan minimal sehingga jumlahnya dapat lebih dari nilai tersebut. Untuk pakan yang diberikan pertama kali pada DOC adalah pakan yang berupa butiran kecil pecah atau crumbles. Di hari ke dua ayam harus diberi air minum.

Minggu Kedua dan Ketiga

Minggu kedua 43 gram per ekor. Minggu ketiga ayam diberi makan masih sesuai dengan sebelumnya bedanya pada minggu ketiga kebutuhan pakan menjadi lebih banyak yaitu sekitar 48 gram per ekor atau 4,8 gram untuk 100 ekor. Pengotimalisasian juga perlu diberikan vaksin ND strain Lasotta pada air minum. 

Minggu Keempat

Minggu keempat yaitu sekitar hari ke-22 hingga ke-28, pakan yang dibutuhkan disesuaikan dengan ukuran tubuh ayam. Jika ayam memiliki berat sekitar 1,25 kg artinya beratnya normal dan yang dibutuhkan per ekor sekitar 65 gram atau 6,5 kilogram untuk 100 ekor.

Minggu Kelima

Terakhir, minggu kelima yaitu hari ke-29 hingga ke-35 peternak perlu mengontrol kandang dan kebutuhan pangan lebih berhati-hati. Pada umur ini, ayam membutuhkan sekitar 88 gram per ekor atau sekitar 8,8 kilogram untuk 100 ekor.

Dalam perhitungan yang lebih mendalam ini kebutuhan pakan yang dibutuhkan selama 5 minggu adalah sekitar 24,7 kilogram untuk 100 ekor ayam. Biasanya dengan jumlah tersebut per ekornya bisa memilih bobot badan 1,8 hingga 2 kilogram yang sudah siap untuk dipanen.

Bagaimana Cara Memilih Tempat Minum Ayam Potong Broiler?

Tak jauh berbeda dengan memilih tempat makan, tempat minum yang baik juga diharapkan memiliki desain yang ergonomis agar tetap higienis digunakan. Terkadang DOC maupun ayam dewasa tak sengaja menginjak tempat minum dan air tercemar bakteri.

Untuk tempat minum sendiri memiliki lima pertimbangan utama yaitu:

  1. Memudahkan ayam untuk minum
  2. Terbuat dari bahan yang tidak bereaksi dengan bahan kimia dan tidak mudah pecah
  3. Pemasangan, perawatan dan pembersihan yang mudah
  4. Berwarna menarik bagi ayam
  5. Biaya yang dibutuhkan untuk membeli dan merawat.

Tipe dari tempat minum sendiri terdiri yang terbuka dan tertutup. Pembagian ini ditentukan berdasarkan bentuk dari tempat minum itu sendiri. Sistem terbuka menampung air pada wadah yang cukup terbuka sedangkan sistem tertutup hanya mengeluarkan air ketika dibutuhkan dari dalam pipa.

Tipe yang terbuka terdiri tempat minum manual dan semi otomatis. Tempat minum manual biasanya berharga murah dan penggunaannya termasuk mudah. Sayangnya, ketersediaan air untuk ayam menjadi terbatas karena harus diisi ulang secara manual dan mudah tumpah.

Bell Drinker

Bell Drinker
©Hightoppoultry
Gambar 10. Bell Drinker

Tipe terbuka yang bersifat semi otomatis bernama bell drinker. Tempat minum ini memiliki pemberat air yang terdapat pada ballast bottle sehingga ketersediaan air selalu ada. Hanya perawatannya lebih intensif karena terdapat mekanisme otomatis yang bisa mengalami kebocoran atau sumbatan.

Nipple Drinker

Nipple Drinker
©Roxell
Gambar 11. Nipple Drink

Tipe tertutup dikenal sebagai nipple drinker. Tempat minum ini selalu menyediakan air minum dan tidak mudah kotor terlebih lagi perawatannya terhitung mudah. Tipe seperti ini menawarkan kelebihan yang cukup banyak sehingga biayanya cukup mahal dan instalasinya membutuhkan ahli khusus. 

Baby Drinker

Baby Chick Drinker
©Sunny Poultry
Gambar 12. Baby Drinker

Biasanya DOC seringkali menggunakan nipple yang dibantu dengan tempat minum manual sehingga terciptalah tempat minum yang efisien bagi DOC. Jika tempat minum manual dirasa repot, peternak bisa menggantinya dengan baby drinker yang jauh lebih mudah dengan kombinasi talang bersama nipple.

Bagaimana Cara Memberi Pakan dan Minum Ayam Potong Broiler?

Sebelumnya kita sudah mengenali berbagai macam bentuk dan cara menggunakan tempat makan dan minum ayam. Kali ini, kita akan membahas bagaimana cara yang baik dan benar dalam memberi pakan dan minum pada ayam potong broiler.

Kita perlu mengetahui terlebih dahulu bahwa peternakan ayam potong broiler menjadikan bobot badan menjadi target utama. Bobot badan ini sangat ditentukan oleh pemberian pakan itu sendiri. Keberhasilan pemberian pakan dihitung dengan konversi pakan atau FCR (Feed Conversion Ratio). 

Pemberian pakan pada ayam dapat dibilang secara tidak terbatas namun tetap terkontrol. Tempat pakan harus tersedia dalam jumlah yang cukup supaya ayam tidak berdesakan atau berebut makanan. 

Pemberian Pakan Secara Jenis

Secara jenis, berikut adalah jenis pakan yang disarankan:

  1. Umur 1-4 hari sebaiknya diberikan fine crumble yaitu berupa pasir pecah tapi lebih lembut dan halus. 
  2. Umur 5-21 hari sebaiknya diberikan crumble yaitu jenis pecahan yang lebih besar daripada fine crumble. 
  3. Untuk umur 21 hari biasanya menggunakan semi pelet agar lebih efisien dibandingkan dengan pelet murni yang kini sudah jarang digunakan.

Untuk waktu, pemberian pakan selama dua minggu awal dilakukan sebanyak 4 kali yaitu pagi, siang dan malam dua kali. Setelah 2 minggu, pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan malam. 

Feeder tray digunakan untuk menampung pakan pada minggu pertama, namun setelah satu minggu tempat makan yang baik digunakan adalah yang digantung atau hanging feeder. Feeder tray harus sedikit demi sedikit dikurangi penggunaannya agar ayam terbiasa makan melalui hanging feeder. Penyebabnya adalah hanging feeder dapat disesuaikan dengan ketinggian ayam yang kian bertumbuh.

Kandungan Pakan

Kandungan pakan sendiri perlu diperhatikan jumlahnya, kebutuhan yang harus terpenuhi adalah:

  1. Protein kasar sekitar 22,5%
  2. Lemak 3-7%
  3. Serat kasar 5%
  4. Abu 7%
  5. Kalsium 0,9-1,1%
  6. Fosfor 0,6-0,9%
  7. Sisanya adalah antibiotik serta coccidiostat.

Meski begitu, terkadang peternak melakukan kesalahan yang berakibat pada ayam yaitu tidak sesuai nutrisi yang dibutuhkan karena setiap periode nutrisi yang dibutuhkan pun berbeda, Terlalu banyak dan perbandingan yang tidak sesuai juga perlu diperhatikan dengan baik. Terakhir, pemberian pakan tidak dipisah yang bisa mengakibatkan ketidakmerataan pembagian.

Pemberian Minum

Ayam Broiler Minum
©theguardian
Gambar 14. Ayam Potong Broiler Minum

Berbeda dengan pakan, pemberian minum juga terdapat tempatnya sendiri seperti yang sudah dibahas pada sub bab sebelumnya. Untuk umur 1-4 hari tempat minum yang digunakan adalah baby drinker yang ditempatkan di atas instalasi papan atau kayu supaya litter tidak basah atau kurang lebih setinggi mata ayam. Ketika berumur 4-5 hari nipple sudah bisa diturunkan.

Ketika DOC sudah mulai membesar, air minum yang diberikan dapat dicampurkan dengan gula sekitar 2% untuk memberikan sumber energi. Untuk 5 hari pertama air yang diberikan mulai ditambahkan antibiotik dan multivitamin secukupnya yaitu dalam dosis kecil.

Pemberian air minum sama seperti pemberian pakan yaitu tidak terbatas namun tetap perlu dikontrol. Tubuh anak ayam berisi 80% air, sehingga pemberian minum juga sangat perlu diperhatikan untuk pertumbuhan anak ayam. Selain itu, air sangat dibutuhkan untuk pencernaan dan apabila kekurangan sampai dehidrasi bisa mengakibatkan hal yang fatal pada ayam.

Hal yang perlu diperhatikan saat memberikan minum yaitu jumlah tempat minumnya yang harus memenuhi kebutuhan setiap ekor dalam satu kandang. Ketinggian dan kualitas air minum juga harus rutin diperhatikan agar paruh ayam mudah menangkap air yang ingin diminum. Pengecekan ini paling tidak dilakukan selama seminggu sekali. 

Jaga Sanitasi

Kebutuhan air minum ayam dapat dikatan 2 kali lipat dari jumlah pakan yang dikonsumsinya guna membantu pencernaan mereka. Sehingga air minum yang diberikan perlu diberikan klorinasi sebagai upaya menjaga kebersihan atau sanitasi dari air minum ayam. Tujuan klorinasi sendiri adalah membunuh bakteri dan mikroorganisme yang mencemari air. 

Selain menjaga sanitasi air minum, kita juga perlu menjaga sanitasi tempat minumnya. Tempat minum dibersihkan sekitar dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Jika memungkinkan, sebaiknya peternak perlu menguji kualitas air minum untuk memastikan air yang diberikan mengandung mineral dan organik yang dapat diterima.

Kesimpulannya, agar ayam broiler tetap terjaga pertumbuhannya, kita sebagai peternak perlu memperhatikan kandungan nutrisi, penyerapannya, kebersihan alat dan kebersihan lingkungannya (kandang). Semua itu sangat berpengaruh terhadap ayam broiler yang merupakan jenis ayam dengan rekayasa genetik. 

Bagaimana Cara Pemeliharaan Ayam Potong Broiler Berdasarkan Umur

Fase Starter
Gambar 15. Periode Starter Ayam Potong Broiler

Kali ini kita akan membahas bagaimana cara pemeliharaan berdasarkan umur. Umur yang akan dijadikan patokan sendiri terdiri dari dua periode yaitu periode awal (starter) dan periode akhir (finisher). Meskipun kadang ada yang membaginya menjadi tiga periode yaitu starter, grower, dan finisher.

Periode tersebut sama seperti istilah pembagian pada jenis ransum ayam potong broiler. Ransum ini adalah pakan yang diberikan dengan komposisi kebutuhan gizi untuk ayam yang cukup. Jenis ransum ada ransum starter dan ransum finisher.

Periode awal atau yang lebih dikenal sebagai starter merupakan periode ketika anak broiler sudah mulai kuat untuk hidup layak, umurnya sekitar 1 hari sampai 4 minggu. Pada periode ini, ayam diberikan ransum starter. Ransum starter memiliki 21-23% protein yang mencukupi kebutuhannya.

Fase Finisher
Gambar 16. Periode Finisher Ayam Potong Broiler

Periode akhir yang lebih dikenal dengan istilah finisher adalah masa di mana ayam broiler sudah siap dijual atau dipotong, umurnya lebih dari 4 minggu. Sesuai dengan namanya ransum yang dibutuhkan adalah ransum finisher yang mengandung protein sekitar 20%.

Jika diperhatikan, pasti kita penasaran mengapa ayam yang lebih muda yang butuh banyak protein? Hal itu disebabkan oleh kebutuhan protein pada masa awal sangat dibutuhkan untuk proses tumbuh kembangnya. Pada masa finisher ayam diasumsikan sudah tidak terlalu terlihat perubahan bentuk tubuhnya.

Pengaturan Kandang

Selanjutnya, kita akan membahas pengaturan kandang. Saat ayam potong broiler masih berada di umur 2 minggu pertama, suhu disekitarnya perlu diperhatikan agar terasa diberikan kehangatan indukan. Biasanya alat yang digunakan bernama gasolec.

Pada umur 0-3 hari, suhu yang dibutuhkan ayam broiler sekitar 32-35°C yang disesuaikan dengan kehangatan indukan di masa awal. Selanjutnya, saat ayam sudah berumur 4-7 hari suhu yang dibutuhkan adalah 29-34°C. Terakhir, suhu untuk umur 8-14 hari adalah 27-31°C.

Pengaturan kandang pada minggu kelima atau umur 29-35 hari, kandang perlu diperhatikan. Peternak perlu segera membersihkan kotoran di dalam kandang dan menambahkan alas untuk menjaga lantai tetap kering. Kebersihan kandang sangat mempengaruhi kualitas ayam.

Pemberian Pakan dan Minum

Pengaturan pemberian pakan sudah dibahas sebelumnya di mana setiap bentuk tempat makan ada masanya sendiri untuk digunakan terlepas dari jenisnya. Tak lupa hal tersebut juga berlaku pada pemberian air minum yang sudah disediakan tempatnya sendiri.

Periode starter dibagi menjadi empat bagian. Minggu pertama, ayam memerlukan sekitar 17 gram pakan per ekornya dalam sehari. Minggu kedua membutuhkan sekitar 43 gram per ekor, Minggu ketiga hanya 66 gram per ekor, dan terakhir minggu keempat membutuhkan sekitar 91 gram per ekor.

Periode finisher juga dibagi menjadi empat bagian. Pada minggu kelima, per ekornya pakan yang dibutuhkan sekitar 111 gram dalam sehari, minggu keenam sekitar 129 gram, minggu ketujuh 146 gram, dan minggu ke delapan sekitar 161 gram.

Untuk air minum, periode starter dibagi empat pula. Minggu pertama 1,8 liter per 100 ekor. Minggu kedua 3,1 liter, minggu ketiga 4,5 liter, dan minggu keempat 7,7 liter. Pembagian tersebut dihitung berdasarkan jumlah per hari.

Air minum untuk periode finisher masih sama seperti pemberian pakannya. Pada minggu kelima air yang dibutuhkan sekitar 9,5 liter per 100 ekor, minggu keenam 10,9 liter, minggu ketujuh 12,7 liter, dan minggu kedelapan sekitar 14,1 liter. Semakin besar kebutuhan mereka semakin banyak.

Kesehatan Ayam Potong Broiler

Berbicara tentang pertumbuhan dan perkembangan ayam potong broiler tak akan lepas dari pentingnya kesehatan. Pada bagian ini biasanya ayam diberikan obat atau vitamin melalui air minum. Lalu, ada hal yang paling utama dilakukan yaitu vaksinasi.

Vaksinasi adalah pemberian vaksin guna mencegah ayam dari berbagai penyakit lainnya. Vaksin biasa diberikan secara berkala sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Vaksin tidak hanya dilakukan sekali, tetapi lebih dari itu.

Selanjutnya, kita akan membahas pengecekan tubuh atau bobot badan. Hal ini sangat penting dilakukan oleh para peternak untuk mengetahui kualitas dari daging ayam broiler yang kelak akan dijual. Pengecekan ini biasanya dikenal dengan istilah sampling.

Waktu yang tepat untuk melakukan sampling berat badan adalah ketika ayam berumur 28 hari. Pada ayam yang sudah berumur 28 hari sudah memiliki minimal berat badan yang ideal yaitu 1,25 kg. Pada sampling berat badan, peternak juga disarankan untuk sekaligus mengontrol kesehatan ayam yang sudah mulai rentan pada penyakit di umur ini.

Selanjutnya pada umur 35 hari, ayam perlu ditimbang kembali. Pada umur 35 hari, berat badan ideal ayam adalah sekitar 1,8 hingg 2 kg. Berat badan tersebut merupakan angka yang menjadi tolak ukur pertumbuhan ayam yang baik. Jadi, sampling berat badan ini dilakukan pada umur 28 dan 35 hari.

Bagaimana Cara Vaksinasi Ayam Potong Broiler?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, vaksinasi berguna untuk mencegah ayam dari penyakit. Kegiatan vaksinasi ini merupakan usaha awal peternak dalam mencegah masuknya penyakit ke dalam tubuh ayam broiler. Selain itu, kegunaan lainnya adalah meningkatkan kekebalan tubuh.

Vaksinasi pada ayam potong broiler terdiri dari 3 metode yaitu disuntikkan, diteteskan pada mata, dan dicampurkan pada air minum. Vaksinasi yang sering dilakukan biasanya melalui air minum karena mudah dan cukup efektif.

Metode Air Minum

Air minum yang akan dicampurkan dengan vaksin harus bebas klorin dan desinfektan lainnya. Sebelum diberikan ayam juga perlu dipuasakan sekitar 1-2 jam sebelum vaksinasi. Bahan yang perlu disiapkan dengan metode ini adalah air, susu skim dan vaksin. 

Jumlah airnya yang dibutuhkan adalah jumlah air yang habis diminum selama 1-2 jam. Susu skim hanya 2 gram per liter air. Lalu vaksin dicampurkan dengan larutan air dan susu skim. Susu skim berguna untuk mencegah reaksi vaksin terhadap bahan dalam air.

Pemberian vaksin melalui air minum juga ada dosis tertentunya yaitu:

Rumus Vaksin Air

Rumusan tersebut menunjukkan bahwa setiap ekor membutuhkan sekitar 1 ml air di mana jumlah air di setiap tempat minum merupakan jumlah air minum dibagi tempat minum yang ada. Terlebih lagi vaksin melalui air minum memiliki kelemahan yang cukup banyak dibandingkan metode lainnya walaupun prosesnya mudah.

Metode Tetes

Ayam Broiler Vaksin Tetes
©fwi.com
Gambar 17. Vaksin Tetes Untuk Ayam Potong Broiler

Metode kedua yaitu diteteskan pada mata ayam. Proses penetesan vaksin ke dalam mata harus terserap sempurna ke dalam kelopak mata. Kita baru boleh melepaskan ayam ketika tetesan sudah terserap dengan sempurna. 

Dosis vaksin yang diberikan melalui tetes mata sekitar 1 ml per ekornya sehingga untuk 1000 ayam diperlukan sekitar 1 liter. Proses ini termasuk yang memakan waktu karena jumlah ayam saat divaksin dalam sekali jaring harus cukup tidak lebih ataupun kurang supaya efektif.

Metode Suntik

©Hendrix Genetics
Gambar 18. Vaksin Suntik Untuk Ayam Potong Broiler

Metode terakhir adalah disuntik. Sebelum menyuntikkan vaksin, injektor perlu dicek terlebih dahulu. Biasanya vaksin yang digunakan berada di dalam botol yang sudah dimasukkan ke dalam lemari es dan saat digunakan biasanya dibiarkan dulu untuk menyamakan suhunya dengan suhu lingkungannya.

Biasanya vaksin disuntikkan ke pangkal paha (musculus) ayam potong broiler. Keuntungan dari vaksin yang disuntikkan adalah dosisnya sudah diatur oleh injektornya. Botol vaksin yang akan digunakan harus dikocok terlebih dahulu agar tidak mengendap.

Jenis vaksin yang biasa digunakan adalah ND (Newcastle disease) dan Gumboro.Keduanya merupakan penyakit yang rentan terjadi pada umur 28 hingga 35 hari. Pemberiannya sendiri dianjurkan selama 4 kali dengan jadwal sebagai berikut.

Pada umur 1 hari, ayam diberikan vaksin ND-IB tetes mata. Pada umur seminggu vaksin yang diberikan adalah ND dengan cara disuntik, Pada umur 12 hari, ayam broiler diberikan vaksin IBD yang diberikan melalui air minum. Pada umur 19 hari, ayam diberikan vaksin ND melalui air minum.

Jadwal vaksinasi sebaiknya dilakukan tepat waktu. Mengapa? Menanggulangi masalah penyakit ayam potong broiler lebih terjaga dan membuat ayam tidak rentan penyakit. Terlebih lagi, dengan diberikan vaksin kekebalan tubuh ayam meningkat sehingga pertumbuhannya sehat.

Bagaimana Cara Menghitung Biaya Budidaya Ayam Potong Broiler?

Setelah kita memahami persiapan dan cara pemeliharaannya, ada hal lain yang tentunya cukup penting diketahui oleh para peternak dalam memulai usaha atau bisnis dari ayam potong broiler. Peternak harus mengetahui harga pas agar hasil penjualan beriringan dengan harga pasar.

Seperti yang kita tahu, dalam menjalankannya banyak sekali peralatan dan hal-hal lainnya yang perlu dibeli serta biaya untuk bibitnya sendiri tidaklah sedikit. Modal awalnya bisa dikatakan cukup besar dan tidak sedikit. Berikut adalah contoh biaya yang dibutuhkan untuk sekitar 500 DOC dengan lahan untuk kandangnya yang disewa. Biaya ini adalah contoh biaya usaha skala kecil-menengah.

Modal tetap    skala kecilSewa lahan 9-10 m2Rp. 3.000.000
Kandang ternakRp. 1.500.000
Peralatan makan dan minumRp. 200.000
Peralatan lainnyaRp. 50.000
TOTALRp. 4.750.000
Modal tetap    skala menengahSewa lahan 100 m2Rp. 10.000.000
Kandang ternakRp. 5.300.000
Peralatan makan dan minumRp. 800.000
Peralatan lainnyaRp. 200.000
TOTALRp. 16.300.000

Di atas merupakan tabel apa saja yang harus disiapkan pertama dan jumlah modal awal tetap tanpa memasukkan biaya operasional dan bibit. Lalu berikut kita akan menghitung contoh biaya operasional dan bibitnya.

Biaya Operasional

Biaya operasional   skala kecilBibit ayam 200 ekorRp. 1.400.000
5 Karung pakanRp. 1.000.000
Obat dan vaksinRp. 120.000
ListrikRp. 150.000
PenyusutanRp. 250.000
Gaji pegawaiRp. 1.600.000
TOTALRp. 4.540.000
Biaya operasional   skala menengahBibit ayam 500 ekorRp. 3.500.000
12 Karung pakanRp. 2.000.000
Obat dan vaksinRp. 300.000
ListrikRp. 225.000
PenyusutanRp. 600.000
Gaji 2 pegawaiRp. 4.000.000
TOTALRp. 10.625.000

Berdasarkan perhitungan di atas dapat kita lihat bahwa skala kecil membutuhkan total biaya senilai Rp. 4.750.000 + Rp. 4.540.000 = Rp. 9.290.000 (atau mari kita bulatkan sekitar Rp. 9.300.000). Lebih besar dari skala kecil, skala menengah memiliki jumlah keseluruhan biaya sekitar Rp. 16.300.000 + Rp. 10.625.000 = Rp. 26.935.000 (bila dibulatkan sekitar Rp. 27.000.000)

Pendapatan

Selanjutnya kita juga perlu menghitung total harga penjualan berdasarkan harga pasar. Biasanya bobot badan ayam yang sudah bisa dipanen adalah di atas 1,5 kg. Ayam bisa dipanen ketika umurnya sudah 30 sampai 35 hari. Satu ayam biasanya dihargai Rp. 20.000 hingga Rp. 38.000 tergantung beratnya.

Dengan data tersebut, kita bisa menghitung pendapatan pada skala kecil yaitu 200 ekor dengan asumsi total mereka semua bisa dijual dengan harga Rp. 20.000, maka total pendapatannya adalah Rp. 4.000.000. Namun jika beratnya seharga Rp. 38.0000 maka pendapatannya adalah Rp. 7.600.000.

Berbeda dengan skala kecil, skala menengah memiliki keuntungan yang jauh lebih besar. Total pendapatan apabila dihargai setiap ekornya Rp. 20.000 maka totalnya sekitar Rp. 10.000.000. Jika, ayamnya dapat terjual Rp. 38.000 maka totalnya adalah Rp. 19.000.000.

Skema Sistem Permodalan

Mandiri

Sistem permodalan yang tadi dibahas disebut juga sebagai permodalan mandiri. Tidak terikat mitra manapun sehingga peternak bebas mengelola peternakannya. Namun, begitu pula dengan resiko yang ditanggung cukup besar. Bila mengalami kerugian, peternak akan mengalami rugi yang besar.

Itu dia contoh modal dan hasil pendapatan dari contoh usaha ternak mandiri yang berskala kecil dan menengah. Namun, kita juga bisa ikut beternak dengan mengikuti sistem kemitraan, sehingga biasanya minim resiko dibandingkan dengan mandiri.

Kemitraan

Kemitraan sendiri merupakan salah satu skema permodalan dalam usaha peternakan. Biasanya kemitraan ini adalah jalinan kerjasama antara perusahaan dengan peternak. Kemitraan ini akan bersifat kontrak pada umumnya.

Terdapat dua pihak dalam kemitraan yaitu pihak peternak yang menyediakan tenaga kerja dan kandang untuk mengurus ayam dan yang kedua pihak pemodal yang seluruh modalnya merupakan tanggung jawab dari perusahaan mitra.

Hasil panen kurang lebih akan diambil oleh mitra di mana sistem bagi hasilnya sendiri disesuaikan dengan kontrak atau perjanjian yang telah dibuat. Biasanya peternak hanya menerima hasil yang lumayan kecil mengingat peternak tidak menanggung resiko.

Begitu pula apabila terjadi gagal panen, peternak tidak menanggung resiko untuk bibit hingga pakan ayam broiler. Meski begitu, dalam perjanjian kontrak sudah dibahas bagaimana dan apa yang akan terjadi apabila gagal panen. Kedua pihak harus nego dari awal perjanjian.

Semi Kemitraan

Skema permodalan lainnya juga ada semi kemitraan. Semi kemitraan, sesuai namanya, hampir mirip dengan kemitraan namun bedanya jalinan kerjasama antara peternak dan mitra hanya memberikan pinjaman berupa bibit dan pakan.

Peternak harus memiliki kandang sendiri dan tentu juga mengelolanya. Peternak ini cukup memiliki risiko namun pendapatannya lebih baik daripada sistem kemitraan. Contohnya, jika terjadi gagal panen, peternak memiliki hutang membayar biaya tersebut kepada mitranya.

Mitra juga akan kebagian hasil yang baik dalam penjualan ayam broiler oleh peternak. Keduanya diuntungkan dalam sistem semi kemitraan. Peternak yang menjual ayam potong broiler sesuai harga pasar akan menerima uang bersih hasil penjualan dikurangi modal yang sudah dipinjamkan.

Nah, itu dia seputar biaya permodalan yang sudah diuraikan. Jadi, peternak memiliki tiga opsi sebelum memulai peternakan. Skema permodalannya yaitu mandiri, kemitraan, dan sistem kemitraan. Pendapatannya tergantung dengan skema permodalan yang dipilih.

Bagaimana Cara Menghitung Keuntungan Budidaya Ayam Potong Broiler?

Seperti yang sudah disinggung oleh judul, artikel ini membahas cara beternak ayam potong broiler yang menguntungkan. Tentunya kita perlu tahu keuntungannya berapa agar bisa menjadi pertimbangan bagi para peternak yang sudah siap untuk memulainya.

Contoh Perhitungan

Keuntungan biasanya dihitung dari jumlah total pendapatan dikurangi biaya modal operasional. Misalnya pada skala kecil total pendapatan selama sebulan sekitar Rp. 7.600.000 dikurangi total biaya operasional Rp. 4.540.000, maka laba yang diperoleh sekitar Rp. 3.060.000.

Jika dirata-ratakan dalam setahun, omset yang akan didapatkan sekitar Rp. 91.200.000 dengan laba Rp. 36.720.000. Bila dibulatkan omset pertahun untuk skala kecil akan berkisar dari 90 hingga 100 juta rupiah dan labanya akan mencapai 35 juta hingga 38 juta rupiah per tahunnya.

Omset

Sekarang, skala menengah memiliki total pendapatan sekitar Rp. 19.000.000 lalu dikurangi biaya operasional sekitar Rp. 10.625.000 maka laba yang didapatkan sekitar Rp. 8.375.000. Omset pertahun berada pada kisaran 228 juta dengan laba sekitar 100 jutaan. 

Keduanya merupakan contoh perhitungan sementara saja. Keuntungan secara mutlaknya perlu dilihat dari berapa jumlah ayam yang dipelihara dan tentunya biaya tak terduga lainnya. Namun, dilihat dari contoh skala kecil-menengah, keuntungan yang didapatkan tentu cukup banyak.

Tak heran apabila industri ayam potong ini kian hari, kian populer. Terlebih lagi saat ini banyak sekali franchise yang menjual berbagai macam olahan dari daging ayam. Meskipun, di atas adalah contoh perhitungan kasar pastinya pada pelaksanaannya nilai yang dihasilkan juah lebih besar.

Sebagai jenis ras pedaging terbaik, ayam potong broiler menawarkan keuntungan yang cukup besar baik dalam perhitungan harga atau kestabilan dalam penjualannya. Kestabilan penjualan ini dilihat dari permintaan pasar akan daging ayam yang tiap tahunnya naik.

Supermarket, swalayan, dan pasar selalu menyediakan daging ayam yang penjualannya selalu habis. Kita dapat menyimpulkan bahwa ayam menjadi salah satu makanan utama masyarakat sekarang. Tak heran apabila permintaan pasar terhadap daging ayam berskala panjang.

Kesimpulan

Ayam potong broiler adalah ayam ras pedaging hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam dengan daya produktivitas tinggi karena mampu tumbuh cepat dengan kualitas daging yang cukup baik. Prospek usahanya cukup menjanjikan bagi masyarakat karena permintaan pasar.

Keunggulan

Keunggulan dalam beternak ayam broiler adalah menghasilkan daging yang siap diolah dalam waktu yang relatif singkat sehingga waktu pemeliharaan tidak lama dan peternak dapat segera menjual dagingnya. Peternakan ini semakin hari semakin populer di Indonesia.

Masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya gizi hewani sehingga daging ayam dapat dibilang sebagai salah satu makanan utama yang permintaan pasarnya selalu stabil dan meningkat. Keuntungannya dapat dihitung dengan total pendapatan dikurangi biaya operasional.

Persiapan

Sebelum memulai peternakan, kita perlu mengetahui apa saja sih yang perlu dipersiapkan dan tentu juga modal yang dipilih. Skema permodalan sendiri tergantung dari opsi yang dipilih, baik itu mandiri, kemitraan, ataupun semi kemitraan.

Langkah-langkah persiapan mulai dari menyiapkan kandang, peralatan makan minum, obat, vitamin, vaksin, air, hingga bibitnya yang dikenal dengan istilah DOC. Semua itu perlu dipahami dan diperhatikan karena semuanya adalah faktor keberhasilan dari peternakan ayam broiler.

Bibitnya sendiri atau DOC kini sudah banyak beredar di pasaran. Meskipun pilihannya terdiri dari berbagai macam strain, kualitasnya relatif sama. Andaikan terdapat perbedaan, daya produktivitasnya akan relatif sama dan perbedaannya akan sangat kecil.

Nah, itu dia panduan seputar beternak ayam potong broiler. Meskipun pekerjaannya dikenal sebagai kotor dan bau karena mengelola ayam, keuntungannya justru menjanjikan. Permintaan pasar yang naik tiap tahunnya membuat usaha ini semakin menguntungkan. 

Untuk menjaga ketahanan pangan di Indonesia sehingga pemenuhan pasokan daging ayam menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan, Chickin hadir dengan memanfaatkan teknologi sistem IoT dalam perkandangan Micro Climate Controller. Selain itu, kami juga menyediakan Produk hilir yaitu Ayam Karkas maupun Ayam Potong untuk kebutuhan Industri

Chickin – PT Sinergi Ketahanan Pangan.


Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia

Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.

Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.

Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.

Daftar

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts