Perbedaan Sumber Nutrisi Paha Ayam dan Dada Ayam

Paha Ayam dan Dada Ayam

Daging ayam tidak hanya terkenal karena rasanya yang lezat, tetapi juga memiliki berbagai sumber nutrisi yang berguna bagi tubuh. Terdapat banyak sekali manfaat daging ayam berkat adanya nutrisi-nutrisi ini.

Sebagai contoh, konsumsi daging ini dapat menghilangkan stres, mencegah anemia, bahkan menyehatkan jantung sekalipun.

Penting untuk mengetahui sumber nutrisi pada bagian-bagian daging ayam agar asupan nutrisi dapat seimbang.

Dengan demikian, maka kita bisa memperoleh manfaat maksimal dari daging ayam. Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas perbedaan nutrisi khusus pada 2 bagian ayam yang paling banyak masyarakat konsumsi, yaitu bagian paha dan dada ayam.

Paha dan dada ayam merupakan bagian yang populer masyarakat konsumsi karena memiliki bobot daging yang cenderung lebih banyak daripada bagian lainnya.

Banyak masyarakat menyukai bagian paha karena dagingnya yang tidak terlalu kering dan rasanya yang lezat. Di lain sisi, dada ayam terkenal karena dagingnya yang besar, sehingga mengonsumsi dada ayam akan lebih mengenyangkan.

Perdebatan antara bagian paha ayam dan dada ayam ini seringkali memunculkan pertanyaan, bagian manakah yang sebenarnya lebih baik untuk dikonsumsi?

Jawaban dari pertanyaan ini dapat kita temukan dengan mengetahui perbedaan sumber nutrisi paha ayam dan dada ayam. Yuk, kita simak lebih lanjut!

Mengetahui Kandungan Sumber Nutrisi Paha Ayam dan Dada Ayam

1. Protein

Daging ayam terkenal sebagai penyedia protein yang baik untuk kesehatan tubuh.

Tingginya sumber protein hewani pada daging ayam membuat daging ini dapat memberikan banyak sekali manfaat untuk tubuh manusia, salah satunya yaitu dapat membantu membentuk massa otot.

Secara spesifik, pada 100 gram paha atas ayam tanpa kulit dan tulang terdapat 26 gram protein, sedangkan pada 100 gram paha bawah tanpa kulit dan tulang terdapat 28 gram protein.

Dengan demikian, sumber nutrisi protein pada 100 gram bagian paha ayam tanpa kulit dan tulang berjumlah sekitar 27 gram.

Di sisi lain, terdapat 31 gram kandungan nutrisi protein pada bagian dada ayam tanpa kulit dan tulang.

Faktanya, bagian inilah yang memiliki kandungan protein paling banyak daripada bagian-bagian daging ayam lainnya. Hal ini pula yang membuat dada ayam populer dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang ingin membentuk massa otot.

2. Kalori

Informasi selanjutnya yaitu mengenai perbedaan kandungan sumber nutrisi kalori pada bagian paha ayam dan dada ayam. Hal ini penting diketahui terutama oleh teman-teman yang sedang menjalankan diet.

Pada 100 gram paha ayam tanpa kulit dan tulang secara keseluruhan terkandung sekitar 190 kalori.

Untuk lebih spesifik, terdapat sejumlah 209 kalori pada 100 gram paha atas tanpa kulit dan tulang, yang mana 53%-nya berasal dari protein dan 47% sisanya berasal dari lemak.

Kemudian, pada 100 gram paha bawah tanpa kulit dan tulang terkandung sejumlah 172 kalori, yang 70%-nya berasal dari protein, dan 30% sisanya berasal dari lemak.

Selanjutnya, pada 100 gram dada ayam tanpa kulit dan tulang terdapat kandungan 165 kalori. 80% kalori pada dada ayam berasal dari protein, dan 20% berasal dari lemak. Kandungan kalori yang rendah ini membuat daging dada ayam populer di kalangan para pecinta diet yang ingin menurunkan berat badan.

Jumlah kalori yang telah kami sebutkan berlaku untuk daging paha dan dada ayam tanpa kulit dan tulang. Kemudian, bagaimana kandungan kalori kedua bagian tersebut termasuk dengan bagian kulitnya?

Faktanya, kulit ayam memiliki kandungan sumber nutrisi kalori yang sangat tinggi. Terdapat kandungan 278 kalori pada 100 gram paha ayam dengan kulit dan 261 kalori pada 100 gram dada ayam dengan kulit. Jumlah ini meningkat sangat drastis apabila kita bandingkan dengan jumlah kalori paha dan dada ayam tanpa kulit.

Oleh karena itu, para ahli kesehatan menyarankan untuk tidak mengonsumsi bagian kulit agar proses diet dapat berjalan dengan maksimal.

Baca juga: Fakta Mengonsumsi Daging Ayam Broiler 100% Aman

3. Lemak

Terdapat kandungan lemak yang lebih banyak pada bagian paha ayam daripada dada ayam.

Pada 100 gram paha ayam tanpa kulit dan tulang terdapat kandungan lemak sejumlah 8 gram dan lemak jenuh sejumlah 2,3 gram, sedangkan terdapat 3,6 gram kandungan lemak dan 1 gram kandungan lemak jenuh pada dada ayam tanpa kulit dan tulang.

Perbedaan yang cukup signifikan, bukan?

Konsumsi lemak jenuh penting untuk diperhatikan, karena jenis lemak ini cenderung dapat mengendap di pembuluh darah dan menyebabkan penyakit.

Para ahli kesehatan menyarankan untuk tidak mengonsumsi lemak jenuh lebih dari 20 gram untuk wanita, dan tidak lebih dari 30 gram untuk pria.

Ada baiknya untuk mengonsumsi makanan dengan jumlah kandungan lemak jenuh sesedikit mungkin untuk menghindarkan tubuh dari berbagai macam penyakit.

4. Kolesterol

Selanjutnya, penting untuk mengetahui kandungan sumber nutrisi kolesterol pada daging paha dan dada ayam.

Terdapat sejumlah 135 mg kolesterol pada 100 gram paha ayam tanpa kulit dan tulang dan 85 mg kolesterol pada 100 gram dada ayam tanpa kulit dan tulang.

Kolesterol memang termasuk sumber nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk membangun sel-sel baru, proses pencernaan, produksi hormon, serta pembentukan vitamin D.

Meskipun begitu, sangatlah penting untuk mengontrol asupan kolesterol agar kadar kolesterol tidak terlalu tinggi karena kondisi ini dapat menyebabkan berbagai penyakit dan komplikasi.

5. Natrium

Natrium merupakan mineral yang memiliki peranan dalam kerja otot dan saraf, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, serta menjaga tekanan darah. Kandungan ini dapat memberikan manfaat bagi tubuh apabila dikonsumsi dengan seimbang.

Namun, jika kita mengonsumsi natrium dengan jumlah yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, maka dapat berakibat terhadap munculnya berbagai penyakit seperti diabetes, gagal ginjal, jantung, dan sebagainya.

Pada daging paha ayam, terdapat 87 mg kandungan natrium. Di sisi lain, terdapat 74 mg kandungan natrium pada daging dada ayam.

Dengan demikian, bagian paha ayam mengandung lebih banyak natrium daripada dada ayam.

Baca juga: 9 Cara Memilih Karkas Ayam Segar Berkualitas

Jadi, Lebih Baik Sumber Nutrisi Paha Ayam atau Dada Ayam?


Paha dan Dada Ayam
Paha ayam dan dada ayam – @azerbaijan

Kini kita telah mengetahui lebih lanjut mengenai jumlah kandungan sumber nutrisi daging paha dan dada ayam. Pertanyaan yang belum terjawab adalah bagian mana yang lebih baik, apakah paha ayam atau dada ayam?

Agar lebih mudah membandingkan, mari kita ringkas jumlah kandungan sumber nutrisi masing-masing bagian:

100 gram paha ayam (tanpa kulit dan tulang):

  • Protein: 27 gram
  • Kalori: 190 kalori
  • Lemak: 8 gram
  • Lemak jenuh: 2,3 gram
  • Kolesterol: 135 mg
  • Natrium: 87 mg

100 gram dada ayam (tanpa kulit dan tulang):

  • Protein: 31 gram
  • Kalori: 165 kalori
  • Lemak: 3,6 gram
  • Lemak jenuh: 1 gram
  • Kolesterol: 85 mg
  • Natrium: 74 mg

Berdasarkan informasi tersebut, terlihat jelas perbedaan kandungan sumber nutrisi daging paha dan dada ayam.

Pada kenyataannya, perbedaan yang paling signifikan dan berpengaruh adalah kandungan kalori, lemak, dan lemak jenuh.

Kandungan-kandungan lain seperti kolesterol dan natrium hanya memiliki perbedaan jumlah sangat sedikit, sehingga perbedaan pengaruhnya terhadap tubuh juga tidak terlalu terlihat.

Dada ayam cenderung dilihat sebagai opsi yang lebih sehat daripada paha ayam karena kandungan lemaknya yang berjumlah lebih sedikit.

Kemudian, sumber nutrisi kalori dada ayam yang lebih sedikit juga cocok untuk mendukung berjalannya proses diet.

Sebaliknya, apabila bertujuan untuk menggemukkan badan, maka mengonsumsi paha ayam merupakan pilihan yang tepat.

Memperoleh Sumber Nutrisi Daging Ayam dengan Maksimal

Baik itu bagian paha maupun dada ayam, hal yang tak kalah penting diperhatikan adalah untuk menyimpan daging ayam dengan benar dan mengolah daging ayam dengan baik agar kita bisa mendapatkan manfaat yang maksimal dari sumber nutrisi daging ayam.

Tak lupa juga untuk mengonsumsi daging ayam dengan seimbang serta memilih daging ayam berkualitas yang sehat dan aman dikonsumsi melalui Chickin Fresh, supplier daging ayam potong dan ayam karkas Jakarta.

Chickin Indonesia melalui Chickin Fresh menyediakan daging ayam potong dan ayam karkas yang populer memiliki jaminan 5 No, yaitu No Dolar, No memar, No bau, No bulu, dan No lendir.

Tak hanya itu, daging pada Chickin Fresh juga telah memenuhi standar NKV dan terjamin halal. Dengan memaksimalkan penggunaan Smart Farm Technology dalam proses budidaya ayamnya, Chickin Indonesia berkomitmen untuk hanya menyediakan daging ayam dengan kondisi terbaik yang aman dikonsumsi dan bermutu tinggi.

Tertarik membeli ayam di Chickin Fresh? Yuk, kunjungi Chickin Fresh sekarang juga! Jangan khawatir, kami bisa mengantarkan semua produk Chickin Fresh ke seluruh Indonesia, lho!

Bersama Chickin, wujudkan sinergi ketahanan pangan di Indonesia!

Chickin Indonesia – PT Sinergi Ketahanan Pangan

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts