Fakta Mengonsumsi Ayam Broiler 100% Aman

Mengonsumsi Ayam Broiler

Banyak sekali kabar burung yang beredar mengenai daging ayam broiler. Misalnya saja berbahaya untuk kesehatan karena mengandung bakteri Salmonella dan Campylobacter.

Padahal penyebabnya adalah sudah terpapar bakteri akibat kesalahan penyimpanan atau berada pada peternakan yang kotor.

Jika ayam broiler diternak dengan cara yang benar, maka tidak akan terpapar. Oleh karena itu, kali ini Chickin akan membahas seputar fakta mengonsumsi daging ayam broiler. Yuk simak!

Mengandung Protein Hewani yang Tinggi

Sebagai salah satu asupan nutrisi yang penting bagi manusia, protein hewani mengandung asam amino yang sangat lengkap. Salah satu sumber makanan dengan protein hewani yang tinggi adalah daging ayam broiler. 

Fakta pertama mengonsumsi daging ayam broiler ini membantah rumor yang beredar mengenai daging ayam broiler yang lebih banyak mengandung logam berat seperti kadmium (Cd), besi (Fe), dan seng (Zn).

Logam berat tersebut apabila kita konsumsi dapat membahayakan kesehatan kita. Pada faktanya, daging ayam broiler lebih banyak mengandung protein yang lebih berguna untuk kesehatan kita.

Daging Ayam Broiler yang Terjaga Kebersihannya Tidak Mengandung Bakteri

Banyak sekali rumor yang beredar bahwa semua daging ayam broiler mengandung bakteri seperti Salmonella dan Campylobacter. Kedua bakteri tersebut menyerang sistem pencernaan manusia. 

Faktanya daging ayam broiler yang terjaga kebersihannya tidak mengandung bakteri tersebut. Khusus untuk Campylobacter, bakteri tersebut muncul bila kamu tidak mengolah daging ayam dengan cara yang baik.

Oleh karena itu, kamu harus memilih dan mengolah daging ayam dengan cara yang lebih baik. Pastikan sanitasi dan higienis adalah nomor satu. Jangan satukan daging ayam dengan makanan lain untuk mencegah penyebaran bakteri saat akan menyimpannya.

Terjamin Halal dan Aman Melalui NKV (Nomor Kontrol Veteriner)

NKV (Nomor Kontrol Veteriner) adalah nomor registrasi unit usaha produk hewan sebagai bukti yang berupa sertifikat bahwa persyaratan higienis dan sanitasi terpenuhi.

Jadi, semua produk hewan seperti daging ayam broiler yang beredar di pasaran sudah menerapkan sertifikasi NKV. Hal ini untuk menjamin keamanan, kesehatan, dan kehalalan bagi konsumen.

Drh. Syamsul Ma’arif sebagai Direktur Kesmavet Kementerian Pertanian memberikan edukasi mengenai daging ayam secara virtual.

Menurutnya, daging ayam merupakan salah satu produk pangan yang sifatnya mudah rusak (perishable food) sehingga pengawasan keamanan pangannya sudah pasti ketat. 

Ayam Broiler Tidak Disuntik Hormon

Rumor atau mitos yang satu ini merupakan hal yang sering menghantui warga untuk membeli daging ayam broiler.

Pada faktanya, pemerintah melarang suntik hormon melalui Undang-Undang No. 18 Tahun 2009 mengenai peternakan dan kesehatan hewan.

Bahkan Dr. drh. Denny Lukman sebagai Ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner IPB menjelaskan bahwa suntik hormon itu sangat mahal.

Ayam broiler dapat tumbuh dengan cepat karena secara genetik demikian bukan karena suntik hormon. Selain itu, peternakan ayam broiler memiliki pemeliharaan dan pemberian pakan yang sangat teratur.

Dengan pendapat yang beliau sampaikan, kamu nggak perlu lagi khawatir dengan hoax tersebut. Memang secara genetik ayam broiler ini merupakan ayam ras yang berkembang dengan menyilangkan berbagai ras.

Oleh karena itu, pertumbuhan mereka sangat cepat dan dagingnya pun sangat lezat untuk kita konsumsi.

Tidak Ada Kandungan Antibiotik Yang Berbahaya Pada Daging Ayam Broiler

Kabar burung lainnya mengenai daging ayam broiler adalah mengandung antibiotik. Kendati pun antibiotik disuntikkan pada ayam broiler untuk mencegah infeksi bakteri.

Kementerian Pertanian Amerika Serikat sudah menyatakan bahwa antibiotik yang terkandung masih berada pada dosis rendah dan tidak sama sekali membahayakan kesehatan kita.

Oleh karena itu, kamu perlu memasaknya hingga matang.

Syamsul Ma’arif juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian melakukan Program Monitoring-Surveilans terhadap Residu dan Cemaran Mikroba (PMSRCM) secara rutin pada produk daging atau hewan yang beredar di pasaran. 

Program tersebut memantau residu hormon dan antibiotik pada daging ayam. Mereka akan memastikan bahwa residu yang sudah mereka temukan mendekati nol atau sesuai dengan pengaturan penggunaan obat hewan.

Jadi, kamu tidak perlu khawatir adanya zat berbahaya pada daging ayam yang beredar dengan memerhatikan tips membeli daging ayam dan karkas frozen.

Daging Ayam Broiler Disimpan Dengan Sistem Rantai Dingin (Cold Chain System)

Kualitas daging ayam broiler akan selalu terjaga bila kita simpan pada suhu kurang dari 4°C.

Tujuannya agar tidak terjadinya pertumbuhan mikroorganisme dan menghambat aktivitas enzim pada daging. Meskipun daging ayam kita simpan pada pendingin, kualitas kandungan gizi tidak berkurang.

Di Indonesia sendiri banyak rumah potong ayam yang menjamin kesehatan hewan sebelum dipotong.

Salah satunya JAPFA yang sudah menggunakan teknologi berstandar internasional. Oleh karena itu, proses pemotongan ayam sudah terjamin dengan baik serta aman dan sehat untuk kita konsumsi.

Produksi Ayam Broiler Menerapkan Standar Yang Ketat

Daging ayam broiler yang beredar di pasaran termasuk Chickin Fresh, sudah menerapkan standar yang ketat dari hulu ke hilir.

Perusahaan tentunya sangat memerhatikan sistem jaminan pangan mulai dari kandang hingga rumah potong ayam. 

Standar tersebut mulai dari NKV, sertifikat Juru Sembelih (Juleha), sertifikat halal, Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), hingga Food Safety System Certification (FSSC). Semuanya merupakan standar yang cukup ketat dan sudah Indonesia terapkan. 

Sudah Paham Dengan Fakta Mengonsumsi Daging Ayam Broiler?

Setelah kamu membaca artikel ini, pastinya kamu paham bahwa daging ayam broiler tidak berbahaya untuk kita konsumsi. Bila kita lihat pada proses pemasarannya, pemerintahan bahkan ikut andil untuk menjaga keamanan pangan dari ayam broiler ini.

Selain itu, kamu juga harus selalu memastikan bahwa tempat penjualan dan penyimpanan ayam broiler tersebut bersih.

Di lain sisi, kamu juga perlu memerhatikan bagaimana kamu mengolah daging ayam tersebut karena tidak hanya dari sisi penyimpanan saja yang dapat menyebabkan bakteri berbahaya.

Lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi artikel berjudul “10 Fakta Menarik Daging Ayam Broiler”. Artikel tersebut menjelaskan kandungan penting yang baik bagi kesehatan kita dari daging ayam broiler.

Tak perlu khawatir lagi dengan rumor buruk mengenai daging ayam broiler. Faktanya, daging ayam broiler aman dikonsumsi 100%.

Tahukah Kamu?

Demi menjaga kualitas karkas daging ayam potong tetap terjaga, Chickin Indonesia menawarkan salah satu produk unggulannya yaitu Chickin Fresh. Sudah sesuai standar NKV, kami menyediakan dua jenis yaitu ayam karkas dan ayam frozen untuk memenuhi kebutuhanmu.

Keunggulan Chickin Fresh kami yaitu ayam potong langsung diambil dari kandang yang menggunakan sistem Smart Farm Technology.

Standar daging ayam yang kami peroleh sangat tinggi sehingga daging ayam yang kami sediakan sudah terjamin kualitasnya.

Ayam potong kami dijamin memiliki sertifikasi halal konsumsi. Selain itu, Chickin Fresh menjangkau pengiriman untuk seluruh wilayah di Indonesia dengan cepat dan terjamin keamanannya.

Bersama Chickin, Wujudkan Sinergi Ketahanan Pangan Indonesia!

Chickin Indonesia – PT. Sinergi Ketahanan Pangan

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts