Sindrom Kekerdilan Ayam: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Ayam Kerdil

Pernahkah kamu mendengar kekerdilan pada ayam atau mungkin ayam broiler yang kamu pelihara memiliki badan yang kecil dan tak tumbuh besar?

Penyakit kerdil ternyata bukan hanya terjadi pada manusia, unggas seperti ayam juga dapat mengalaminya.

Beberapa tahun lalu, ditemukan kasus ayam kerdil pada peternakan ayam di sebuah Balai Besar Pelatihan Peternakan, Kupang.

Dalam peternakan tersebut ditemukan beberapa ayam memiliki berat badan yang kurang proporsional atau dibawah standar. Secara fisik tampak lincah, sehat dan aktif tetapi nyatanya mengalami sindrom tubuh kerdil.

Keadaan seperti ini mungkin sangat asing di telinga kita, maka dari itu pada pembahasan artikel ini. Kamu akan mendapatkan pengetahuan seputar sindrom kekerdilan pada ayam.

Pengertian Sindrom Kekerdilan pada Ayam

Sindrom Kekerdilan atau yang disebut juga dengan slow growth syndrome adalah  suatu sindrom atau penyakit pada ayam yang ditandai dengan pertumbuhan yang terhambat dan tubuh tak kunjung berkembang, umumnya di kisaran umur 4-21 hari.

Keadaan gagal tumbuh ini sangat merugikan para peternak karena ayam secara langsung tidak dapat di jual dagingnya. Selain itu, keadaan ini dapat menjadi gen dalam garis keturunan suatu pasangan ayam.

Bobot ayam yang mengidap sindrom ini 40% jauh lebih dari bobot ayam yang normal. Bila normal ayam dewasa memiliki bobot berat badan 2kg, ayam yang mengidap hanya memiliki berat badan 400 gram dengan umur yang sama.

Penyebab Sindrom Kekerdilan

Penyabab sindrom kekerdilan pada ayam dapat dibagi ke dalam 2 faktor:

1. Faktor Infeksi

Faktor yang menjadi penyebab ayam mengalami pertumbuhan badan yang kerdil dapat berupa sebuah virus yang bernama picornavirus, reovirus, dan entero-like virus.

Reovirus sering sekali disebut sebagai helicopter disease karena menginfeksi sel utama pada usus halus ayam yang berdampak pada gangguan pencernaan dan kurang menyerap nutrisi dan menimbulkan ciri-ciri bulu ayam pada berdiri.

2. Faktor Non-Infeksi

Faktor yang satu ini lebih kepada keadaan ayam hidup dan kondisi kandang. Ada beberapa penyebab disini, antara lain:

a. Kualitas DOC

Maksud dari kualitas DOC ialah keadaan ayam yang baru menetas. Hal ini bisa terjadi karena telur menetas dalam keadaan yang kecil. Kecilnya telur disebabkan oleh induk ayam yang terlalu muda, yaitu kurang dari 25 minggu.

Selain karena kualitas telurnya, antibodi yang diturunkan oleh induk ayam kepada anaknya relatif rendah dan tidak kuat. Hal ini memudahkan virus memasuki tubuh ayam tersebut.

b. Manajemen Kandang yang Kurang Baik

Proses pemeliharan ayam tak jauh-jauh dari proses pengelolaan dan manajemen kandang yang baik. Hal ini memang tidak mudah dilakukan dan butuh kesabaran, tetapi pengelolaan yang baik dapat mengakibatkan pada hasil yang maksimal dan memuaskan.

c. Pakan

Sama seperti manusia, ayam yang diberi dengan pakan tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi dapat dapat mengalami sindrom kerdil ini.

Faktor tidak terpenuhinya nutrisi juga dapat karena persaingan dalam populasi ayam yang berebutan memperoleh makanan, sehingga ada yang lebih dominan dan mendapatkan porsi yang lebih dari cukup.

Kategori Kekerdilan pada Ayam

Ayam yang mengalami kekerdilan sebenarnya memiliki 3 klasifikasi kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat. Sedangkan berdasarkan berat badannya, dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Runting

Runting adalah keadaan ayam yang mengalami sindrom kerdil dan hanya memiliki berat badan kurang dari 200 gram dalam waktu 5 minggu.

2. Stunting

Tak jauh berbeda dengan runting, stunting adalah ayam dengan kondisi badan kerdil dan hanya memiliki berat badan lebih dari 200 gram tapi kurang dari 1 kg.

Dari 2 pembagian klasifikasi ini, tercatat 3-5% ayam dalam satu populasi mengalami runting dan 5-50% mengalami stunting.

Pada kasus ayam stunting, umumnya berkaitan dengan manajemen kandang yang kurang baik. Apabila proses manajemen baik, maka kasus stunting juga akan sedikit.

Ciri-Ciri Sindrom Kerdil pada Ayam

Apabila ayam kamu tampak beberapa ciri berikut, bisa jadi ayam tersebut mengalami kekerdilan. Biasanya pada anak ayam yang berumur 2-4 hari akan tampak lesu, sering diam, kurang aktif, dan sayap selalu menggantung.

Bukan hanya itu, ayam dengan pertumbuhan bulu tidak normal, tidak teratur, telihat berdiri dapat menjadi ciri-ciri serta gejala ayam yang mengalami sindrom ini.

Pengobatan dan Penanganan Sindrom Kekerdilan pada Ayam

Pada hakikatnya, sindrom yang satu ini cukup sulit untuk dapat didiagnosa karena gejala klinis yang tampak hanya sebatas gangguan dalam pertumbuhan. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai proses penanganan dan pencegahan

1. Memisahkan Ayam Terdeteksi

Ayam yang sudah tampak kerdil sejak kecil atau memiliki badan 40% lebih kecil daripada ayam seumurannya, harus segera dipisahkan dari satu populasi dalam kandang.

2. Pemberian Pakan dan Multivitamin

Pemberian pakan dan multivitamin yang cukup untuk ayam terdampak menjadi salah satu cara yang tepat, karena pada dasarnya sindrom ini adalah kekurangan nutrisi tubuh sehingga kebutuhan tak terpenuhi dan berdampak pada proses pertumbuhan.

3. Memperhatikan Suhu Kandang

Suhu kandang yang tidak tepat dapat menjadi penyebab tumbuhnya bakteri dan virus pada ayam. Virus dapat tumbuh dengan baik pada suhu yang terlalu lembab dan terlalu dingin, maka perlu adanya pengontrolan suhu kandang dan pemberian lampu pada kandang ayam.

4. Manajemen Kandang yang Baik

Tak terlepas dari pengelolaan dan manajemen kandang ayam yang tepat dan benar, ayam akan tumbuh sehat dan bugar.

 Pengelolaan kandang yang baik menggambarkan kualitas daging ayam saat dipanen nantinya, apabila dikelola dengan tepat maka akan memberikan hasil yang maksimal.

Proses pengelolaan itu juga dapat dilakukan dengan mudah dengan hadirnya Smart Farm dari Chickin Indonesia.

Aplikasi dengan fitur manajemen kandang terbaik di Indonesia telah memudahkan lebih dari 100+ peternak di Indonesia.

Keberadaan aplikasi ini sangat dibutuhkan oleh para peternak sejak dahulu kala, hingga kini dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam proses beternak ayam di berbagai keadaan.

Chickin – PT Sinergi Ketahanan Pangan

Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia

Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.

Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.

Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.

Daftar

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts