Kandang Ayam Closed House: Pengertian dan Keunggulannya

Kandang ayam closed house adalah sistem kandang tertutup yang mampu membantu mengoptimalkan syarat lingkungan yang mencakup jendela, suhu & kelembapan.

Dalam dunia peternakan, kandang Closed House sudah lumrah dibicarakan. Pada dasarnya, kandang merupakan pondasi utama yang menjadi komponen penting di sebuah usaha peternakan.

Dengan memiliki kandang yang nyaman, proses pertumbuhan dan produktivitas ayam akan optimal.

Pada kandang ini, seluruh kebutuhan tumbuh wajib tersedia, diantaranya ialah sistem jendela udara yang baik, udara yang optimal serta air minum hingga makanan yang relatif berkualitas.

Panas pada pada kandang didapatkan oleh ayam ketika fase produksi dan sisanya berdasarkan atap, dinding bangunan, serta lampu.

Penggunaan kandang tertutup atau Closed House sebagai sebuah solusi untuk peternak agar memaksimalkan kemampuan produksi ayam.

Apa itu Kandang Ayam Closed House?

Kandang Ayam Closed House adalah sistem kandang tertutup yang mampu membantu mengoptimalkan syarat lingkungan yang mencakup jendela, suhu & kelembapan.

Dengan kandang Closed House terjadi pergerakan udara yang stabil serta taraf kelembapan udara pada pada sangkar mampu diatur sinkron menggunakan kebutuhan ayam.

Keunggulan Ayam Closed House

Lebih lengkapnya, berikut merupakan kelebihan atau keunggulan kandang closed house:

  • Tingkat kapasitas kandang 2-3 kali lebih besar dibanding kandang Open House. Per meter persegi kandang closed house bisa menampung 14 – 18 ekor ayam.
  • Kontrol biosecurity yang tergolong mudah
  • Suhu yang lebih efektif sehingga sesuai dengan kebutuhan hidup ayam
  • Kandang yang lebih mudah dibersihkan
  • Keadaan ayam yang baik dan biaya per kg nya lebih rendah

Selain lima keunggulan diatas, bagi para peternak kandang Closed House sangat mudah diatur serta mampu menekan biaya operasional untuk investasi jangka panjang.

Tidak hanya itu, kandang Closed House dinilai memiliki perawatan kandang yang murah serta lebih tahan lama. Hal ini memberikan berbagai keuntungan khususnya untuk para peternak. 

Suhu yang lebih stabil juga menjadi alasan para peternak beralih ke kandang Closed House ini. Pada umumnya, setiap kandang memiliki standar suhu tubuh ayam.

Suhu yang dirasakan tubuh ayam dinamakan suhu efektif. Suhu efektif ini ditentukan tiga faktor, yaitu suhu ruangan (suhu yang terdeteksi pada termometer), kelembapan dan kecepatan aliran udara pada kandang.

kelembapan udara (relative humidity atau RH) merupakan taraf uap air yang masih ada pada udara. Udara yang lembab (mengandung uap air) akan mengganggu laju penguapan berdasarkan tubuh ayam.

Akibatnya suhu yang dirasakan ayam akan lebih tinggi berdasarkan suhu ruang (suhu termometer).

Meskipun suhu termometer tinggi, tetapi apabila masih ada aliran udara maka suhu yang dirasakan tubuh ayam akan lebih rendah. Ini disebabkan oleh chilling effect.

Tipe kandang ini bisa mengontrol kondisi di dalam kandang lewat heater dan fan yang dipasang di dalam kandang.

Adanya fan yang dipasang, dapat mengeluarkan udara panas di dalam kandang sehingga suhu ayam yang dipelihara dapat menghasilkan kelembapan dan temperatur yang sesuai dengan ayam.

Tidak hanya itu, dengan memakai sistem otomatis dan juga alat, maka mengurangi kontak dengan ayam langsung sehingga tingkat stress pada ayam dapat berkurang. Pada mulanya, sistem Closed House hanya diterapkan di daerah sub-tropis yang memiliki empat musim.

Namun, setelah percobaan di Indonesia yang memiliki dua musim juga memiliki pengaruh yang efektif dalam mengatur kondisi lingkungan yang diperlukan ayam.

Di dalam sistem ventilasi, pada kandang Closed House terdiri dari inlet dan outlet. Inlet berfungsi untuk menerima udara bersih dari luar kandang lalu di bawa masuk ke dalam kandang. Sedangkan outlet berfungsi untuk mengeluarkan gas karbondioksida dan amonia dari dalam kandang.

Tipe Kandang Ayam Closed House

Kandang Closed House dengan Tipe Tunnel

Di Indonesia sendiri tak jarang ditemui tipe tunnel ini. Tipe ini digambarkan dengan terowongan dimana udara biasa masuk dari bagian depan dan akan ditarik ke belakang kandang serta dikeluarkan dengan bantuan exhaust fan.

Tipe ini lalu dibagi menjadi dua, yakni tunnel dengan cooling pad dan tanpa cooling pad

Contoh peternakan di Indonesia yang menggunakan kandang closed house tipe ini ialah Chickin Indonesia.

Sistem Kandang Closed House Tipe Tunnel.Sumber: Chickin Indonesia 

Chickin Indonesia sendiri merupakan peternakan dengan sistem kandang closed house yang dilengkapi dengan penambahan sistem IoT (Internet of Things).

Dengan sistem ini, para peternak dapat memantau ayam ternak melalui smartphone. Sistem IoT memudahkan para peternak dengan proses pemantauan, kadar oksigen, kelembapan kandang serta sensor suhu.

Kandang Closed House tipe Cross Flow

Pada tipe ini, exhaust fan akan dipasang sepanjang sisi kandang serta inlet yang berseberangan pada setiap sisi sehingga udara akan bergerak lurus terhadap panjang kandang ternak. 

Biasanya, jenis ini akan menghasilkan kecepatan angin yang rendah dan banyak digunakan di daerah bersuhu rendah.

Dari penjelasan diatas, teman – teman dapat mengambil kesimpulan dan mencoba bisnis Closed House yang sedang marak di dunia peternakan.

Meskipun kandang Closed House dinilai ‘Mahal’ namun, tidak dipungkiri bahwa keuntungan yang didapat juga sesuai.

Jadi tidak ada salahnya mencoba dan tetap semangat dalam menjalankan bisnis ya!

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts