Cara Memulai Usaha Ayam Potong

Rumah-Potong-Ayam

Meski jarang diperhatikan, ternyata salah satu bisnis yang memiliki prospek cerah dan cukup menjanjikan adalah sektor peternakan ayam.

Kok bisa sektor peternakan ayam jadi bisnis dengan prospek bagus di masa depan?

Pendeknya, hampir setiap hari permintaan pasar terhadap daging ayam cukup tinggi bahkan cenderung stabil. Kalo kamu ga percaya, coba cek meja makan kamu!

Pasti dalam satu minggu ada menu olahan yang bahan dasarnya daging ayam nya, kan?

Alhasil, usaha ayam potong paling diuntungkan karena selera masyarakat yang cukup tinggi terhadap menu olahan ayam.

Selain potensi cuan yang lumayan oke, lebih lanjut melalui usaha ayam potong kita turut berkontribusi juga dalam menciptakan sinergi pangan di Indonesia.

Kenapa Harus Memilih Usaha Ayam Potong?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada yang harus kamu ketahui dulu nih terkait usaha ayam potong.

Biasanya, usaha ayam potong menggunakan jenis ayam ras pedaging (broiler) karena memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam menghasilkan banyaknya ton daging.

Apalagi, fakta di lapangan menunjukan bahwa konsumsi masyarakat terhadap daging ayam semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus naik, kualitas hidup penduduk yang juga meningkat membuat masyarakat semakin sadar pentingnya memenuhi asupan gizi protein hewani melalui konsumsi makanan olahan daging ayam.

Woah, coba sekarang kamu bayangin. Dalam keadaan jumlah konsumsi yang terus meningkat, harga cenderung stabil di pasaran.

Apalagi saat ini semakin banyak bisnis food & beverage yang menjadikan ayam sebagai menu utama produk mereka. Akhirnya, memberikan dampak berupa prospek cuan yang semakin jelas!

Selain banyaknya jumlah permintaan di pasaran, faktor pertimbangan lainnya yakni waktu tunggu yang relatif cepat.

Ayam ras pedaging hanya memerlukan waktu sekitar 5-8 minggu saja untuk memiliki rata-rata bobot 1,5 – 2,8 kg/ekor.

Alhasil, dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan ayam jenis lainnya, ayam broiler sudah dapat dijual, sehingga memberikan keuntungan terhadap cepatnya waktu perputaran modal.

Cocok banget nih buat kamu yang nggak sabaran, karena nggak perlu nunggu terlalu lama buat balik modal, sekaligus dapat untung dalam tempo waktu yang relatif cepat.

Sistem pemeliharaan yang efisien membuat peternak tidak perlu menyediakan lahan yang terlalu luas dan lebar.

Biaya pembuatan kandangnya juga akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan ternak besar (seperti: sapi dan kerbau) dan ternak kecil (seperti: kambing dan domba).

Daging Ayam Karkas
Daging Ayam Karkas ©Chickin 

Bagaimana Pangsa Pasar dan Persaingan Usaha Ayam Potong?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, olahan daging ayam menjadi menu favorit banyak orang.

Rasanya yang lezat, harganya yang terjangkau, serta tingginya kandungan protein dan vitamin membuat pangsa pasar usaha ayam potong sangat luas dan mencakup banyak orang. Berikut beberapa pangsa pasar dari usaha ternak ayam potong:

  1. Semua individu yang menyukai daging ayam
  2. Pelaku usaha rumah makan yang menyediakan menu ayam
  3. Para pengusaha produk kuliner berbahan dasar daging ayam.

Dalam mendirikan usaha ayam potong perlu loh untuk bermitra dengan banyak pihak untuk mendapatkan sumber broiler.

Sumber broiler usaha ayam potong dapat berasal dari peternak mandiri, peternak kemitraan internal, hingga peternak kemitraan eksternal.

Biasanya sumber perolehan broiler terbesar berasal dari perusahaan inti melalui kemitraan internal, karena hampir 90% peternak melakukan kemitraan dengan banyak perusahaan, dan hanya 10% yang merupakan peternak mandiri.

Perlu kalian ketahui bahwa perusahaan internasional beskala besar masih mendominasi industri broiler dalam negeri.

Data dari Kementrian Perdagangan menunjukan bahwa perusahaan peternakan skala besar melalui kemitraan internal (63%) masih menguasai kondisi pangsa produksi ayam, pada posisi selanjutnya kemitraan eksternal menguasai sekitar (27%), dan peternak mandiri hanya menguasai sekitar (10%) untuk target pasar.

Fakta tersebut menyebabkan posisi peternak mandiri semakin tertekan. Penyebab lain peternak mandiri sulit bersaing secara sehat karena struktur pasar industri broiler di Indonesia masih bersifat oligopoli.

Oligopoli tuh apa sih?

Singkatnya, struktur industri pasar oligopoli dicirikan dengan hadirnya beberapa perusahaan besar yang mendominasi dan sangat menguasai suatu industri.

Terus pengaruhnya oligopoli dengan industri usaha ayam potong apa?

Perusahaan peternak skala besar yang mendominasi lebih dari 60% pangsa industri ayam potong dapat mempengaruhi proses pengambilan kebijakan terkait menaikan dan menurunkan harga produk daging ayam di pasaran.

Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kekuatan untuk menentukan harga jual melalui penentuan harga posko di masing-masing wilayah.

Menangkap Potensi Usaha Ayam Potong di Ekosistem Bisnis Oligopoli

Meskipun industri broiler khususnya usaha potong ayam di Indonesia masih kental dengan unsur oligopoli, kita harus tetap optimis.

Peternak skala besar yang saat ini masih mendominasi industri peternak ayam broiler memberi peluang untuk merintis usaha dengan mengoptimalisasi peran tidak sebatas pada penyedia produk olahan ayam atau jasa pemotongan saja melainkan juga sebagai pedagang grosir maupun pengecer.

Chickin Indonesia melalui produk Chickin Fresh melakukan kerja sama dengan beberapa rumah potong ayam (RPA) melalui produk Chickin Fresh untuk memberi akses langsung peternak mandiri ke retail-retail modern (meat shop) atau partner bisnis untuk memperpendek rantai distribusi.

Chickin turut membantu para peternak mandiri untuk tetap bertahan serta berkontribusi dalam memutus sistem pasar oligopoli dalam industri broiler.

Selain itu, perlu juga peningkatan akses informasi pasar secara transparan dengan menyediakan fasilitas informasi soal harga produk ayam secara online untuk menciptakan persaingan pasar yang sehat, sehingga seluruh pihak baik itu pedagang pengecer, pedagang besar ataupun peternak dapat mengetahui soal perubahan harga yang terjadi.

Langkah-langkah Memulai Usaha Potong Ayam

Setelah mengetahui potensi dan pangsa pasar dari usaha ayam potong, selanjutnya adalah menentukan langkah strategis untuk meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan.

Berikut merupakan langkah-langkah memulai usaha potong ayam:

1. Memahami Kebutuhan Pasar

Permintaan pasar yang tinggi terhadap produk ayam menjadikan usaha ayam potong sebagai salah satu bisnis peternakan yang memberikan keuntungan paling menggiurkan. Kok bisa paling menguntungkan daripada jenis usaha ternak lainnya?

Beberapa faktor yang membuat usaha ayam potong paling menguntungkan daripada usaha ternak lainnya, yakni:

  1. Permintaan pasar terhadap produk ayam cenderung stabil
  2. Adanya sarana distribusi yang tersebar, mulai dari pasar tradisional, supermarket, pedagang sayur keliling, hingga warung pinggir jalan.

Untuk memahami kebutuhan pasar sangat perlu untuk melakukan riset agar mengetahui jenis ayam yang menjadi konsumsi terbanyak konsumen sehingga dapat memperkirakan jumlah ton untuk yang akan dijual.

Jika jumlah ayam yang dialokasikan ke pasar melebihi jumlah kebutuhan konsumen maka berpotensi menyebabkan kerugian bagi para peternak dan pelaku usaha ayam potong, karena stok yang tersedia lebih tinggi dari permintaan pasar. Kemungkinan terbesar menyebabkan produk ayam terbuang sia-sia. So, kita harus hati-hati banget nih saat melakukan riset pasar!

2. Memilih Jenis Ayam yang Paling Banyak Dikonsumsi

Ayam broiler merupakan jenis ayam dengan jumlah konsumsi terbanyak di Indonesia. Harga yang tidak terlalu mahal serta proses pengembangan yang relatif singkat daripada jenis ayam kampung membuat ayam broiler menjadi primadona usaha ayam potong.

Ayam Broiler ©Chickin

Pengusaha atau peternak ayam potong broiler perlu untuk melakukan riset pasar agar mampu menjual dan memasarkan produk sesuai dengan jumlah kebutuhan pasar untuk memenuhi target penjualan dan mencegah kerugian.

3. Mempersiapkan Modal Pendanaan Awal

Modal pendanaan awal adalah hal yang paling mendasar untuk memulai sebuah usaha ayam potong. Jumlah besar kecilnya modal sangat mempengaruhi alokasi biaya operasional dan jumlah bibit.

Penting untuk mengetahui dan mencatat sumber pendanaan modal, misal: modal pendanaan dari dana pribadi, dana hutang, atau dana bersama dengan rekan-rekan.

Pencatatan dana mempermudah proses menghitung alokasi ketika memperoleh laba, apalagi jika modal berasal dari hutang, tentu laba akan terpakai untuk proses membayar hutang.

Setelah menghitung alokasi dana baik itu modal ataupun laba, selanjutnya adalah  menentukan Break Even Point (BEP) dari usaha ayam potong. Usahakan jangan menghabiskan modal sebelum ayam berhasil terjual. 

Break Even Point (BEP) tuh apa sih?

Break even point adalah titik saat pendapatan sama dengan modal yang keluar. Manfaat dari analisis break even point agar suatu usaha tidak mengalami kerugian.

Melakukan analisis Break Even Point (BEP) sangat penting bagi manajemen suatu usaha. Dari analisis ini kita akan mengetahui hubungan antara modal yang keluar dengan perolehan laba. Khususnya mengenai informasi terkait jumlah penjualan minimum dan penurunan penjualan dari rencana yang diharapkan.

Selain itu, di dalam alokasi modal perlu juga biaya untuk menggahi karyawan, pembelian pakan ayam, pembelian bibit ayam broiler, hingga pembelian mesin-mesin modern penunjang kehidupan kandang seperti yang terlihat pada produk Chickin App MCC dan Chickin Smart Farm.

4. Membuat Tempat Pengembangan Usaha Ayam Potong

Dalam usaha ayam potong, tempat budidaya bibit ayam menjadi pertimbangan dalam melakukan bisnis ayam potong. Lokasi dan jondisi sekitar tempat budidaya memiliki dampak langsung pada kualitas daging ayam.

Terdapat aturan atau standar nasional yang mengatur tempat pengembangan usaha ayam potong. Salah satunya yakni SNI 01-6160-1999 yang mengatur syarat utama lokasi rumah potong ayam. Menurut SNI 01-6160-1999, syarat utama dari lokasi rumah potong ayam diantaranya:

  1. Jauh dari pemukiman padat dan pusat polusi
  2. Tidak melanggar aturan rencana detail tata ruang wilayah kota
  3. Tidak berlokasi di dekat industri kimia atau logam atau berada di daerah banjir
  4. Memiliki lahan yang cukup luas untuk pengembangan kegiatan operasionalnya.
Kandang Peternakan Ayam Modern Chickin Indonesia yang memenuhi SNI ©Chickin

Keempat syarat harus terpenuhi sebelum membangun sebuah rumah potong ayam, jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka tidak mendapat izin operasional rumah potong ayam dari Kementerian Perdagangan.

Semua persyaratan harus terpenuhi karena berkaitan erat untuk menghindari ayam menjadi stres di dalam kandang serta menghindari ayam dari kontaminasi polusi.

Bakteri dan mikroorganisme dapat tumbuh subur pada ayam yang berada dalam kondisi stres, hal ini terjadi karena adanya perubahan kadar glikogen menjadi asam laktat sehingga membuat pH daging turun di angka 5-6 dan berpotensi dapat merusak kualitas daging.

5. Memilih Bibit Unggulan

Untuk memulai bisnis peternakan ayam hendaknya harus memilih bibit ayam secara hati-hati. Memilih bibit ayam secara sembarangan akan berdampak pada kerugian yang besar. Bibit  dengan kualitas baik berperan dalam menciptakan keberhasilan ternak.

Dalam hal pembiayaan ternak, bibit unggul memiliki peran lebih dari 60% dalam keberhasilan ternak.

Fakta tersebut dapat menjadi acuan dalam menjalankan model bisnis. Misalnya melalui cara menunda proses chick in atau masuknya anak ayam (DOC) yang akan dipelihara ke dalam kandang daripada asal memilih bibit yang kualitasnya tidak jelas.

Untuk menghindari memilih bibit yang kualitasnya tidak jelas, pilih breeder yang terpercaya dan lakukan seleksi bibit kembali. Dalam memilih bibit ada istilah day old chick (DOC). Day old chick adalah istilah untuk anak ayam yang berumur satu hari.

Fase Brooding DOC di Kandang Peternakan Chickin ©Chickin 

Ciri-ciri day old chick kualitas baik  sesuai dengan SNI 01-4868.1-2005 yaitu:

  1. Memiliki bobot per ekor minimal 37 gram
  2. Kondisi fisik sehat, lengkap, dan tidak memiliki kelainan
  3. Warna bulu seragam dan kondisi bulu kering
  4. Potensi kematian maksimal hanya 2%.

Dalam SNI 01-4868.2-2005 kondisi fisik DOC yang sehat meliputi kaki normal, tampak segar, aktif, tidak cacat fisik, sekitar pusat dan dubur kering.

Ciri-ciri tersebut dapat menjadi standar untuk memilih bibit ayam. Dengan mengetahui ciri-ciri bibit ayam yang baik akan memudahkan para pelaku usaha ayam potong menyeleksi bibit ayam yang berkualitas untuk dibudidayakan.

Memilih bibit ayam adalah suatu hal yang penting, namun pemeliharaan di dalam kandang juga menentukan kualitas dari ayam yang dihasilkan.

6. Memilih Makanan Berkualitas

Banyaknya variasi pakan ayam, mulai dari pakan ayam instan hingga pakan ayam yang perlu pengelolaan terlebih dahulu membuat pilihan pakan untuk ayam pedaging kian banyak.

Biasanya, ayam pedaging membutuhkan pakan dengan protein tinggi untuk memaksimalkan pertumbuhannya.

Di empat minggu pertama, ayam pedaging perlu pakan yang mengandung 23% protein. Empat minggu setelahnya hanya perlu pakan yang mengandung 19% protein.

Dalam memilih pakan ternak yang berkualitas bagi ayam terdapat beberapa cara sebagai berikut:

Cara termudah melakukannya melalui pemeriksaan bau, warna, tekstur, bentuk, kerusakan, ukuran partikel, dan bulk density. Lakukan dengan mengambil sedikit pakan sebagai sampel pemeriksaan.

Patokan standarnya sebagai berikut:

  • Tepung biasanya menjadi pakan DOC karena memiliki tekstur halus dan mudah dicerna, tepung berkualitas baik tidak terdapat bulu atau rambut di dalamnya.
  • Dedak padi memiliki tekstur halus, tidak tengik, tidak terdapat benda asing seperti pasir, kutu, dan batu. Ciri lainnya yakni tidak tercampur dengan sekam yang dapat menyebabkan tekstur kasar dan bulk density.
  • Jagung kuning memiliki warna kuning cerah serta tidak ada jamur. Presentase jumlah butir jagung yang mati, biji pecah, serta kotoran harus sedikit. Jagung sebagai pakan organik tidak boleh mengandung antibiotik tambahan untuk menghindari efek negatif pada kesehatan dan pertumbuhan ayam

Lakukan analisis proksimat

Analisis proksimat dilakukan untuk mengetahui jumlah nutrien bahan baku pakan.

Mengetahui jumlah nutrien sangat penting untuk mengontrol pertumbuhan ayam. Berikut cara melakukan analisis proksimat:

  • Kadar protein kasar dalam pakan untuk mengetahui sumber protein bagi ayam
  • Jumlah lemak kasar merupakan patokan bahwa pakan menjadi sebagai sumber energi, sekaligus indikator untuk mengetahui lamanya masa simpan dari bahan pakan tersebut
  • Serat kasar menjadi indikator untuk mengetahui seberapa lama pakan tersebut dapat tercerna di pencernaan ayam.
  • Kadar air untuk mengetahui kandungan nutrien. Semakin tinggi kadar airnya, maka kandungan nutrien semakin rendah, dan mengindikasikan bahwa pakan ayam tersebut tidak memiliki waktu simpan yang lama.

Setelah mengetahui cara memilih pakan ternak yang berkualitas bagi ayam.

Kita perlu juga mengetahui jenis-jenis pakan yang tersedia di pasaran, karena tiap-tiap pakan tersebut memiliki keunggulan yang berbeda-beda, diantaranya:

  • Tepung memiliki tekstur yang halus dan mudah dicerna sehingga cocok untuk pakan DOC
  • Crumble memiliki tekstur yang lebih padat daripada tepung, dan bentuk seperti biskuit hancur. Sifat teksturnya menjadikan pakan ini cocok sebagai pakan transisi bagi anak ayam di masa pertumbuhan saat mulai belajar mengonsumsi makanan padat.
  • Pelet berbentuk silinder yang memudahkan penyimpanannya. Teksturnya yang padat membuat waktu makan ayam menjadi lebih singkat. Umumnya, peternak memberikan pelet kepada ayam yang sudah dewasa
  • Pakan organik terbuat dari bahan bebas zat kimia dan modifikasi genetik. Pakan organik biasanya lebih mahal karena proses pembuatannya memerlukan banyak tenaga manusia. Biasanya pakan organik terbuat dari bahan seperti jagung, gandum, kacang polong, tepung ikan, dan oat.

Tips tambahan, ayam fase awal perlu memperoleh pakan dengan kandungan nutrisi dan protein tinggi untuk memaksimalkan pertumbuhannya.

Namun, jangan memberikan pakan yang kandungan kalsiumnya terlalu tinggi karena dapat menyebabkan gangguan ginjal pada ayam yang masih kecil.

Melakukan Vaksinasi Rutin

Selain pakan, pemberian vaksin pada fase awal pertumbuhan ayam dapat mencegah timbulnya penyakit secara efektif.

Mikroorganisme yang terdapat didalam vaksin dapat membentuk kekebalan tubuh ayam. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa penggunaan jenis vaksin yang cara pengaplikasiannya berbeda-beda. Secara umum ada 3 metode vaksinasi ayam broiler, yaitu:

Dengan mencampur vaksin dan air, lalu masuk ke dalam tubuh ayam bersama dengan minuman dan makanan. Dalam proses ini, ayam perlu puasa sekitar 1 – 2 jam sebelum pemberian vaksin.

Tahap selanjutnya adalah menyiapkan air, susu skim, dan dosis vaksin dengan jumlah yang tepat.

Susu skim memiliki fungsi sebagai pelindung vaksin untuk menghindari kontaminasi dengan bahan-bahan lain yang terkandung didalam air sekaligus menjaga kualitas vaksin.

Berdasarkan konsumsi air minum, setiap 1000 ekor ayam membutuhkan 1 liter air. Untuk mengetahui jumlah air dapat menggunakan rumus berikut:

Rumus perhitungan jumlah air yang dibutuhkan ayam ©Chickin

Setelah mengetahui jumlah air, dapat memasukkan susu skim dengan dosis 2 gram per liternya. Lalu, masukan vaksin ke  dalam air, aduk hingga rata bersamaan dengan susu skim, kemudian tuang ke tempat minum.

Dalam melakukan vaksin suntik perlu menyuntikan injektor pada pangkal paha (musculus) ayam.

Tips sebelum melakukan vaksin suntik.

Pastikan bahwa injektor berfungsi dengan baik,  lalu kocok botol vaksin agar vaksin tidak mengendap. Lakukan penyuntikan saat suhu vaksin yang baru keluar dari lemari es (refrigerator) sama atau mendekati suhu lingkungan.

Untuk mempercepat bisa dengan cara thawing atau rendam dalam air panas agar suhu vaksin lebih cepat mencapai suhu lingkungan.

Keuntungan dari memilih metode suntik adalah tidak perlu memikirkan dosis volume pemberian vaksin karena menggunakan injektor yang jumlah dosisnya sudah pasti dan jelas.

Dalam melakukan vaksin tetes pada ayam perlu dosis 1 ml per ekornya. Proses vaksinasi ayam memakan waktu lebih lama karena harus menunggu vaksin terserap sempurna ke dalam kelopak mata ayam, namun reaksinya sangat cepat karena langsung mengantarkan ke peredaran darah.

Tips saat melakukan vaksinasi tetes ke ayam! Jangan terburu-buru melepaskan ayam sebelum tetesan vaksin terserap sempurna.

Agar ayam tidak stres dalam menunggu waktu vaksin, buat kapasitas maksimum untuk satu kali jaring vaksin tetes hanya dibatasi untuk 200 ekor ayam.

Untuk menghindari efektivitas vaksin, sebaiknya bagi larutan vaksin ke dalam beberapa alat penetes karena setelah larut vaksin harus habis dalam waktu 30 menit.

Vaksin mengandung mikroorganisme, sehingga kandungan vaksin begitu sensitif dengan pengaruh lingkungan. Dalam menyimpan vaksin memerlukan  lemari es (refrigerator) bersuhu 2 – 8˚C tetapi jangan disimpan di dalam freezer.

Fungsi menyimpan vaksin di dalam refrigerator agar vaksin terhindar dari panas dan paparan sinar matahari langsung.Beberapa hal yang harus diperhatikan saat hendak melakukan vaksinasi:

  1. Waktu pemberian, jenis, dan dosis yang diberikan harus tepat. Pastikan vaksin belum kadaluarsa
  2. Jangan melakukan vaksinasi saat suhu udara terlalu panas (maksimal suhu 29˚C)
  3. Pastikan ayam dalam kondisi sehat saat akan melakukan vaksin, jika ayam sedang sakit maka tidak boleh melakukan vaksinasi
  4. Setelah vaksin selesai, segera berikan suplemen ayam broiler atau multivitamin untuk mengurangi stres pada ayam.

Kejadian endemik flu burung yang menyerang unggas terutama ayam pada beberapa tahun yang lalu membuat pelaku usaha ayam potong semakin sadar pentingnya melakukan jadwal vaksinasi dengan tepat waktu.

Berikut merupakan 2 program jadwal vaksinasi ayam broiler:

Jadwal vaksinasi ayam ©Chickin 

Untuk mensukseskan vaksinasi, perlu juga upaya pendukung lainnya yakni memastikan para pelaku usaha ayam dan peternak untuk menjaga kebersihan kandang dengan menyemprot kandang seminggu dua kali.

Melakukan Panen

Proses panen menjadi penentu akhir selama masa pemeliharaan dari peternakan. Sebelum melakukan panen biasanya manajer ataupun operator kandang melakukan estimasi perhitungan hasil dan keuntungan.

Hanya saja perlu kalian ingat bahwa angka estimasi bisa meleset lho dari prediksi dan proyeksi.

Terus kapan sih waktu yang tepat untuk melakukan panen?

Nah, Chickin Indonesia mau kasih tahu ke kalian pentingnya melakukan pertimbangan waktu panen:

  1. Ayam ras pedaging (broiler) banyak yang memanen ayamnya pada umur sekitar 35 hari dengan bobot kurang lebih 2,5 kilogram per ekor. Tidak harus 35 hari dan berbobot 2,5 kilogram, waktu panen bisa disesuaikan dengan pencapaian bobot ayam yang digemari oleh konsumen. Hasil riset pasar menunjukan mayoritas masyarakat Indonesia menyukai ayam pedaging ukuran kecil dengan berat sekitar 1,5 kilogram untuk makanan sehari-hari. Tetapi ada waktu tertentu saat konsumen memilih ayam ukuran besar. Misalnya untuk membuat sate, opor, atau beberapa industri pengolahan daging ayam (industri frozen food, nugget, hingga sosis)
  2. Harga daging ayam yang naik turun menjadi pertimbangan dalam menentukan umur panen. Misalnya: saat perayaan idul fitri, biasanya harga jual daging ayam meningkat. Sehingga perlu mempersingkat waktu pemeliharaan dan budidaya ayam agar perolehan keuntungan lebih besar. Jika harga di pasaran lebih rendah daripada harga budidaya, maka peternak bisa memilih untuk memperpanjang periode pemeliharaan tapi harus memperhatikan bobot ayam dan nilai FCR.
  3.  Feed Conversion Ratio (FCR) adalah satuan nilai yang menunjukan perbandingan antara jumlah konsumsi kilogram pakan ayam untuk menghasilkan 1 kilogram berat badan. Jika nilai FCR semakin besar, berarti efisiensi penggunaan pakan kurang baik. Dalam menentukan standar FCR ditentukan sendiri oleh masing-masing perusahaan pembibit (breeder).

Proses Saat Panen

Berikut beberapa persiapan yang perlu dilakukan saat panen ayam pedaging:

  1. Periksa laporan stok ayam di kandang, timbang salah satu ayam sebagai sampel nilai patokan terhadap keseluruhan bobot ayam
  2. Berikan pencahayaan kandang selama 24 jam selama satu minggu sebelum panen. Tujuan melakukan kegiatan ini agar ayam selalu makan dan minum, sehingga bobot ayam bertambah
  3. Stop memberikan vitamin atau obat minimal 5 – 10 hari sebelum panen. Hal ini untuk menghindari adanya residu antibiotik dalam produk daging ayam. Jangan berikan antibiotik menjelang masa panen karena akan memacu stres fisik ayam akibat kerja organ yang terlalu berat.

Saat tiba pelaksanaan panen. Berikut adalah tata cara pelaksanaan panen ayam yang baik dan benar menurut Chickin Indonesia:

  1. Lakukan pelaksanaan panen ayam pada pagi atau malam hari untuk menghindari ayam menjadi stres, karena intensitas panas matahari tidak terlalu tinggi dan suhu lingkungan kandang cukup bersahabat
  2. Jangan memberikan ayam makan 8 – 12 jam sebelum panen untuk menghindari sisa pakan yang belum tercerna dengan baik. Biasanya pemberian pakan sebelum panen menyebabkan bobot badan meningkat namun terjadi penyusutan setelah proses pemotongan karena adanya sisa pakan yang belum tercerna secara sempurna di tembolok
  3. Buat penyekatan ayam secara bertahap dengan menggunakan sekat untuk mempermudah proses penangkapan. Saat membuat sekat hindari penumpukan ayam di sudut kandang, karena terlalu padat dapat berpotensi meningkatkan kematian
  4. Setelah tertangkap, ikat kedua kaki ayam dengan tali secara bersamaan dengan 3-5 ekor. Jangan gunakan sistem tangkap pilih saat proses pemanenan
  5. Jangan menangkap ayam dengan kasar
  6. Catat bobot tubuh ayam, kemudian masukan ke dalam keranjang secara hati-hati untuk mengurangi risiko memar atau kaki dan sayap ayam patah. Pastikan kapasitas keranjang dengan bobot ayam untuk mengurangi risiko kematian saat melakukan perjalanan ke rumah potong ayam.
Proses panen dan pengangkutan ayam dari kandang ke rumah potong ayam (RPA) ©Chickin 

Memahami Harga Pasar

Harga ayam di pasaran sifatnya fluktuatif artinya selalu berubah-ubah setiap waktu sesuai kondisi dan situasi.

Berdasarkan situs infopangan.jakarta.go.id. Harga rerata ayam broiler di Jakarta adalah Rp. 38.568/ekor per Kamis, 27 Mei 2021.

Harga ayam di pasaran wilayah DKI Jakarta ©Chickin 

Harga pangan yang mengalami fluktuasi merupakan suatu hal yang sangat wajar terjadi di dalam industri pangan. Dari gambar di atas, harga ayam sempat melambung tinggi menjelang perayaan Idul Fitri pada 13 Mei 2021, dan setelah Idul Fitri harga berangsur-angsur turun. 

Meskipun harga ayam di pasar tidak bisa dikontrol, namun sebenarnya masih dapat diprediksi. Memprediksi harga ayam di pasaran membuat para pelaku usaha ayam potong terhindar dari kerugian.

Ditambah dengan menentukan strategi penjualan yang tepat agar memperoleh keuntungan yang maksimal. 

Berikut merupakan hal yang perlu diperhatikan agar dapat memprediksi keuntungan atau kerugian dari usaha ayam potong:

Sebagai pelaku usaha industri peternakan, kita harus dituntut update dengan kisaran harga ayam di pasar.

Rajin-rajinlah me-ngecek harga pasar ayam potong! Apalagi dengan hadirnya beberapa website yang menyediakan update harga ayam potong di berbagai wilayah dan pasar membuat proses memantau harga jadi lebih gampang.

Tips lainnya, kita perlu juga nih memantau berita yang sedang trending. Tanpa bisa kita sangkal, peristiwa yang sedang terjadi dan lagi trending di masyarakat biasanya mempengaruhi naik turunnya harga ayam.

Berita-berita tersebut secara langsung mempengaruhi suplai dan permintaan produk ayam oleh masyarakat, dan menjadi penyebab naik turunnya harga ayam.

Mau semakin cuan dan anti rugi dalam menentukan harga jual ayam potong di pasaran? Chickin Indonesia punya tips and trick yang anti gagal dan terjamin berhasil.

Hal pertama ialah lakukan penimbangan sebelum proses pemotongan, karena biasanya daging ayam mengalami penyusutan setelah dipotong. Proses  menghitung perlu banget dilakukan nih.

Jadi cara perhitungannya gimana tuh?

Tinggal kita hitung berat bersihnya aja. Loh kita kan ngga tau berat bersihnya? Oh gampang! Ini adalah kunci tips and trick nya.

Tinggal kalian kali dengan ¾ saja. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa dikali  ¾? Dikali ¾ karena biasanya berat ayam berkurang ¼ dari berat awal setelah disembelih.

Evaluasi Kegiatan Usaha Ayam Potong

Sangat perlu untuk melakukan evaluasi kegiatan usaha ayam potong dengan tujuan meminimalisir suatu kesalahan.

Proses evaluasi adalah meninjau ulang semua kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diraih, serta mengukur strategi yang menjadi bahan analisis untuk menghadapi situasi berikutnya.

Lakukan proses evaluasi secara rutin, baik itu secara harian, mingguan, bulanan atau tahunan. Untuk melakukan evaluasi sebuah usaha ayam potong terdapat beberapa proses, diantaranya:

  1. Mengembangkan konsep dan melakukan penelitian awal. Dalam menjalankan usaha ayam potong, pengusaha harus bida merencanakan konsep atau menentukan rencana bisnis modelnya sebelum eksekusi
  2. Dapat melakukan uji coba dengan para peternak untuk mencari tahu tanggapan yang hasilnya menjadi tolak ukur antara kesesuaian rencana bisnis model dengan eksekusi pesannya
  3. Melakukan evaluasi harian berhubungan dengan aktivitas sehari-hari, misalnya dengan membuat to do list dan memeriksa apakah semua pekerjaan atau goals yang akan dicapai pada hari itu berhasil dilakukan
  4. Melakukan evaluasi mingguan sebagai kelanjutan dari evaluasi harian. Dalam melakukan evaluasi mingguan perlu juga untuk membahas terkait perkembangan ternak, seperti:
    • Pertambahan berat badan
    • Konsumsi pakan
    • Tingkat produktivitas unggas, apabila unggas sudah memasuki masa produktif
    • Tingkat kematian unggas
  5. Melakukan evaluasi tahunan yang mengarah pada tindak lanjut usaha. Biasanya dengan melihat progres dan kendala yang terjadi. Kemudian memutuskan beberapa strategi untuk:
  • Meningkatkan usaha peternakan
  • Melanjutkan usaha
  • Menghentikan usaha

Agar terus berkembang semakin pesat, ada beberapa indikator yang menjadi tolak ukur pelaku usaha peternakan, diantaranya:

Asupan pakan yang bernutrisi dengan komposisi gizi yang seimbang, serta jumlah atau takaran yang tepat mempengaruhi proses tumbuh kembang ayam.

Tingkat pertumbuhan ayam harus dalam kondisi seragam berada pada kualitas yang baik sehingga dapat dipanen pada waktu yang bersamaan. 

Tanpa disadari ada faktor-faktor yang menjadi penyebab pertumbuhan ayam menjadi kurang optimal loh, yakni:

  • Kandang yang terlalu sempit bisa memicu ayam menjadi stres, disarankan untuk memindahkan ayam ke blok kandang yang lain atau menggeser sekat yang membatasi antar blok kandang agar jumlah populasi seimbang
  • Ventilasi  yang kurang lancar menghambat sirkulasi udara dan menyebabkan suhu udara menjadi sangat panas. Hal tersebut dapat membuat ayam menjadi stres sehingga mengganggu kesehatan ayam dan turunnya stamina
  • Tempat pakan dan minum yang kurang membuat ayam saling berebut untuk mendapatkan pakan dan minum. Hal tersebut menyebabkan kurangnya asupan dan nutrisi pakan sehingga postur dan perkembangan tubuh ayam menjadi kecil
  • Kurangnya penerangan di dalam kandang membuat peternak kesulitan melakukan kontrol terhadap kondisi ayam, dan juga membuat ayam lebih banyak tidur dan malas makan.

Efisiensi pakan ternak.

Efisiensi pakan ternak dapat terjadi bila ayam mencerna semua pakan dengan baik tanpa sedikitpun terbuang.

Dalam manajemen pemeliharaan ayam, perlu untuk mengukur pakan yang tumpah dan terbuang sia-sia demi menciptakan efisiensi pakan melalui Feed Consumption Rate (FCR) atau konversi pakan. Semakin kecil angka konversinya berarti konsumsi pakan semakin efisien.

Untuk mengefisienkan pakan, Chickin Indonesia menggunakan automatic drinking system atau sistem minum otomatis dengan memberi minum 2 jam sekali kepada ayam-ayam di kandang.

Sistem Minum Otomatis di Peternakan Chickin Indonesia ©Chickin 

Mengetahui tingkat produktivitas ayam.

Tingkat produktivitas ayam akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Produktivitas ayam sangat dipengaruhi oleh pola pakan, kualitas bibit, dan pemeliharaannya.

Masing-masing peternak atau pelaku usaha ayam potong dapat melakukan berbagai cara pemeliharaan yang berbeda-beda untuk menghasilkan pola produktivitas ayamnya masing-masing disesuaikan dengan kondisi dan situasi.

Setelah melakukan evaluasi biasanya akan ada laporan terkait progress dan kendala yang terjadi dalam usaha ayam potong. Sebagai seorang pelaku usaha ayam potong, penting untuk terus berinovasi  agar bisnis dapat terus berkembang.

Lakukan inovasi secara berkala mulai dari menaikan kualitas produksi ayam potong, melakukan promosi tambahan, membuat pengelolaan kandang selalu update dengan menggunakan teknologi terbaru, dan menggunakan software dalam  melakukan pencatatan pembukuan.

Kesimpulan

Sekian pembahasan dan uraian mengenai usaha ayam potong. Bisnis ayam potong merupakan salah satu bisnis yang cukup menguntungkan karena tingginya minat konsumen dan jumlah permintaan yang cenderung stabil.

Perlu pengelolaan yang tepat agar kesehatan ayam tetap prima sehingga kualitas produk yang dijual selalu dalam kondisi baik.

Untuk mengembangkan bisnis ayam potong, para pelaku usaha juga dituntut untuk terus melakukan inovasi, serta memiliki sifat resilien untuk bertahan dan konsisten dalam menjalankan bisnis.

Sebagai industri yang bergerak di bidang peternakan, kami menyediakan berbagai olahan produk ayam melalui Chickin Fresh.

Kami berusaha agar produk ayam yang dihasilkan memiliki kualitas yang prima saat diberikan kepada para konsumen dan mitra bisnis sesuai dengan harga yang sudah disepakati.

Bekerja sama juga dengan beberapa rumah potong ayam (RPA) melalui produk Chickin Fresh, kami turut berkontribusi dalam menciptakan persaingan yang sehat di industri peternakan dengan memperpendek rantai distribusi antara pembeli dan peternak. Gabung bersama kami untuk menjadi partner retail ayam!

Chickin – PT Sinergi Ketahanan Pangan.


Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia

Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.

Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.

Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.

Daftar

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts