Surakarta, 31 Agustus 2026 – Memasuki dunia profesional membutuhkan kesiapan yang tidak hanya dibangun melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pemahaman terhadap perkembangan industri. Interaksi langsung dengan praktisi dapat membantu mahasiswa mengenali kebutuhan dunia kerja sekaligus memahami kompetensi yang relevan dengan perkembangan sektor industri.
Melalui program Chickin Goes to Campus, Chickin Indonesia hadir di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 31 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan mengenai perkembangan industri pertanian dan peternakan, pemanfaatan teknologi, serta berbagai peluang karier yang dapat dieksplorasi setelah menyelesaikan pendidikan.
BACA JUGA: Chickin Buka Wawasan dan Peluang Karier di UMBY
Membuka Perspektif tentang Masa Depan Agrikultur
Perkembangan industri pertanian dan peternakan terus menghadirkan perubahan dalam proses operasional maupun kebutuhan sumber daya manusia. Teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung transformasi tersebut, sekaligus menciptakan kebutuhan terhadap talenta dengan kompetensi yang semakin beragam.
Melalui sesi sharing bersama praktisi, mahasiswa UNS mendapatkan kesempatan untuk melihat perkembangan industri dari perspektif profesional. Pembahasan tidak hanya berfokus pada kondisi industri saat ini, tetapi juga bagaimana inovasi dan teknologi dapat berperan dalam membangun masa depan sektor agrikultur.
Kehadiran praktisi di lingkungan kampus memberikan gambaran yang lebih dekat mengenai dunia profesional. Mahasiswa dapat memahami bahwa peluang karier di sektor agrikultur tidak terbatas pada pekerjaan yang bersifat konvensional, tetapi juga berkembang ke berbagai bidang yang berkaitan dengan teknologi, bisnis, operasional, hingga pengembangan industri.
Membangun Masa Depan Agrikultur yang Berkelanjutan

Salah satu agenda utama dalam Chickin Goes to Campus UNS adalah sesi “Building a Sustainable Future in Agriculture” yang disampaikan oleh Ridho Bayu Nugroho, Director CF Chickin.
Dalam sesi ini, mahasiswa diajak melihat bagaimana sektor agrikultur dapat terus berkembang dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan kebutuhan industri di masa depan. Perubahan dalam industri membutuhkan pendekatan yang mampu menggabungkan pemahaman terhadap sektor pertanian dan peternakan dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
Pembahasan tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai pentingnya peran generasi muda dalam mendukung perkembangan agrikultur. Pengetahuan akademik yang diperoleh selama perkuliahan dapat menjadi dasar untuk berkontribusi dalam menghadapi berbagai tantangan industri.
Bagi mahasiswa yang tertarik membangun karier di sektor agrikultur, pemahaman mengenai arah perkembangan industri menjadi salah satu bekal penting. Dengan mengenali kebutuhan industri sejak masa perkuliahan, mahasiswa dapat lebih siap menentukan kompetensi yang ingin dikembangkan.
Memahami Transformasi Industri Peternakan melalui IoT
Selain membahas masa depan agrikultur, Chickin juga menghadirkan sesi “Modernize Poultry Industry with IoT Technology” bersama Aji Nugrahanto, Business Development Manager Chickin.
Sesi ini memperkenalkan bagaimana Internet of Things (IoT) dapat dimanfaatkan dalam mendukung modernisasi industri peternakan. Mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai penerapan teknologi untuk menghubungkan perangkat dan informasi sehingga proses monitoring dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
Pemanfaatan IoT menunjukkan bahwa perkembangan industri peternakan semakin berkaitan dengan teknologi digital. Data dan informasi yang diperoleh dari perangkat dapat membantu proses pemantauan kondisi operasional serta menjadi bagian dari evaluasi dan pengambilan keputusan.
Bagi mahasiswa, pembahasan ini memperlihatkan adanya ruang yang luas bagi talenta dengan latar belakang dan kompetensi yang beragam. Kemampuan memahami teknologi sekaligus mengenali kebutuhan industri dapat menjadi nilai tambah dalam menghadapi dunia kerja yang terus berkembang.
Mengenali Kompetensi untuk Memasuki Dunia Profesional
Pertemuan antara mahasiswa dan praktisi juga menjadi kesempatan untuk memahami kompetensi yang dibutuhkan di lingkungan profesional. Pengalaman yang dibagikan oleh praktisi dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana pengetahuan dan kemampuan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Kesiapan karier tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, memecahkan masalah, serta memahami dinamika industri juga menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNS dapat memperluas perspektif mengenai pilihan karier yang tersedia. Mereka juga dapat memanfaatkan kesempatan untuk membangun koneksi dengan praktisi dan mengenal lebih dekat lingkungan kerja di industri.
Walk-In Interview Jadi Kesempatan Memulai Karier

Tidak hanya menghadirkan sesi berbagi wawasan, Chickin Goes to Campus UNS juga membuka kesempatan bagi mahasiswa melalui agenda Walk-In Interview.
Agenda ini memberikan ruang bagi mahasiswa yang tertarik dengan peluang karier di Chickin untuk berinteraksi secara langsung dengan tim perusahaan. Mahasiswa dapat mengenal proses rekrutmen sekaligus menunjukkan kompetensi dan potensi yang mereka miliki.
Bagi mahasiswa, Walk-In Interview dapat menjadi pengalaman awal untuk mengenal proses seleksi di dunia profesional. Kesempatan ini juga dapat menjadi langkah untuk menghubungkan pengalaman akademik dengan kebutuhan pekerjaan secara langsung.
Sementara bagi Chickin, kehadiran di kampus menjadi bagian dari upaya membuka akses karier bagi talenta muda. Interaksi secara langsung memungkinkan perusahaan dan mahasiswa untuk saling mengenal serta mengeksplorasi potensi kolaborasi di masa depan.
Memperkuat Koneksi antara Kampus dan Industri
Kehadiran Chickin di UNS menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara dunia pendidikan dan industri. Kampus menjadi ruang penting untuk mempertemukan mahasiswa dengan praktisi sekaligus memperkenalkan perkembangan industri kepada generasi yang akan memasuki dunia kerja.
Rangkaian kegiatan di UNS menggabungkan pembahasan mengenai masa depan agrikultur, pemanfaatan IoT dalam industri peternakan, hingga eksplorasi peluang karier. Kombinasi tersebut memberikan mahasiswa kesempatan untuk mendapatkan wawasan sekaligus mengambil langkah awal menuju dunia profesional.
Bagi Chickin, kolaborasi dengan institusi pendidikan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem talenta yang dapat mendukung perkembangan industri. Generasi muda membawa perspektif, pengetahuan, dan potensi yang dapat menjadi bagian dari perjalanan transformasi industri agrikultur.
Melalui Chickin Goes to Campus, Chickin Indonesia akan terus membuka ruang untuk bertemu dengan mahasiswa di berbagai kampus. Setiap pertemuan menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan, membangun koneksi, dan memperkenalkan peluang karier kepada talenta muda.
Dari ruang kelas menuju dunia profesional, langkah untuk tumbuh dapat dimulai dengan mengenal industri, membangun kompetensi, dan berani mengambil kesempatan.
#TumbuhBareng bersama Chickin Indonesia.
Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia
Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.
Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.
Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.
→ Daftar
