Chickin Blog

Chickin Buka Wawasan dan Peluang Karier di UMBY

·
Radhiesta
Chickin Buka Wawasan dan Peluang Karier di UMBY

Yogyakarta, 27 Agustus 2026 – Memasuki dunia profesional membutuhkan kesiapan yang dibangun sejak masa perkuliahan. Pemahaman mengenai kebutuhan industri dapat membantu mahasiswa menentukan kompetensi yang perlu dikembangkan. Interaksi langsung dengan praktisi juga memberikan gambaran mengenai lingkungan kerja yang akan mereka hadapi.

Melalui program Chickin Goes to Campus, Chickin Indonesia hadir di Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pada 27 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal perkembangan industri peternakan dari perspektif praktisi. Selain berbagi wawasan, Chickin juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi peluang karier.

BACA JUGA: Chickin Buka Akses Karier bagi Mahasiswa UMUKA

Mengenal Pilihan Karier di Industri yang Terus Berkembang

Industri pertanian dan peternakan terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi. Perubahan tersebut turut menciptakan kebutuhan terhadap talenta dengan kompetensi yang semakin beragam. Kondisi ini membuat mahasiswa perlu memahami perkembangan industri sebelum menentukan langkah profesionalnya.

Melalui Chickin Goes to Campus, mahasiswa UMBY mendapatkan kesempatan untuk mengenal dinamika tersebut secara langsung. Pembahasan yang diberikan tidak hanya membahas proses di lapangan, tetapi juga perkembangan teknologi dalam industri. Mahasiswa dapat melihat berbagai kemungkinan peran yang dapat mereka eksplorasi setelah menyelesaikan pendidikan.

Memahami Cara Kerja Smart Farm

Salah satu agenda dalam Chickin Goes to Campus adalah sesi “What is Smart Farm?” bersama Galih Aditama, Branch Manager Smart Farm Chickin. Sesi ini memperkenalkan konsep Smart Farm dan penerapannya dalam pengelolaan peternakan modern. Mahasiswa diajak memahami bagaimana teknologi dapat mendukung berbagai aktivitas operasional di dalam farm.

Smart Farm memanfaatkan teknologi untuk membantu proses pemantauan kondisi farm secara lebih terstruktur. Informasi yang diperoleh dapat menjadi bagian dari proses evaluasi dan pengambilan keputusan. Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung pengelolaan peternakan yang lebih terukur.

Bagi mahasiswa, pembahasan Smart Farm memberikan perspektif mengenai perkembangan sektor peternakan saat ini. Perubahan tersebut turut memunculkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan kemampuan yang lebih beragam. Pengetahuan mengenai teknologi dapat menjadi salah satu kompetensi tambahan bagi mahasiswa yang ingin berkarier di industri.

Menilik Peran IoT dalam Industri Peternakan

Agenda berikutnya menghadirkan sesi “Modernize Poultry Industry with IoT Technology” bersama Aji Nugrahanto, Business Development Manager Chickin. Sesi ini membahas pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam mendukung perkembangan industri peternakan. Mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai peran teknologi dalam menghubungkan perangkat dan informasi.

Dalam penerapannya, IoT dapat membantu proses monitoring melalui perangkat yang saling terhubung. Informasi yang dihasilkan dapat mendukung pemantauan kondisi operasional secara lebih cepat dan terukur. Penerapan tersebut menjadi salah satu contoh transformasi digital dalam industri peternakan.

Pembahasan ini memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi memiliki peran dalam berbagai sektor industri. Peternakan juga terus beradaptasi dengan inovasi untuk menjawab kebutuhan operasional yang semakin kompleks. Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi talenta yang mampu memahami industri sekaligus mengikuti perkembangan teknologi.

Mengenali Kompetensi yang Dibutuhkan Dunia Kerja

Interaksi bersama praktisi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat dunia profesional dari pengalaman yang lebih nyata. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana pengetahuan akademik diterapkan dalam lingkungan kerja. Mereka juga dapat mengenali kemampuan yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki dunia profesional.

Kesiapan kerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis sesuai bidang pendidikan. Kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, bekerja sama, dan memahami kebutuhan industri juga memiliki peran penting. Berbagai kemampuan tersebut dapat membantu mahasiswa menghadapi lingkungan kerja yang terus mengalami perubahan.

Bagi Chickin, kegiatan bersama mahasiswa menjadi bagian dari upaya membangun hubungan dengan talenta muda. Interaksi tersebut membuka ruang pertukaran wawasan antara dunia pendidikan dan industri. Hubungan yang terjalin juga dapat mendukung terciptanya talenta yang lebih siap menghadapi kebutuhan profesional.

Walk-In Interview: Langkah Menuju Dunia Karier

Rangkaian Chickin Goes to UMBY kemudian dilengkapi dengan agenda Walk-In Interview bagi mahasiswa yang tertarik dengan peluang karier. Agenda ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan tim Chickin. Mereka dapat mengenal proses rekrutmen sekaligus mengeksplorasi peluang yang tersedia di perusahaan.

Walk-In Interview menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kesiapan yang telah mereka bangun selama perkuliahan. Melalui proses ini, mahasiswa dapat mendapatkan pengalaman menghadapi tahapan awal dalam perjalanan profesional. Kesempatan tersebut juga membuka kemungkinan bagi mereka untuk memulai karier bersama Chickin.

Bagi Chickin, agenda ini menjadi salah satu bentuk upaya membuka akses karier bagi generasi muda. Chickin ingin memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengenal perusahaan sekaligus menunjukkan potensi yang mereka miliki. Melalui interaksi langsung, perusahaan dan talenta muda dapat saling mengenal dengan lebih baik.

Membangun Koneksi dengan Talenta Muda

Kehadiran Chickin di UMBY menjadi bagian dari upaya memperluas koneksi dengan institusi pendidikan. Melalui Chickin Goes to Campus, Chickin menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal industri secara langsung. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi generasi muda.

Rangkaian kegiatan di UMBY menggabungkan wawasan industri, pengenalan teknologi, dan eksplorasi peluang karier. Mahasiswa dapat memperoleh perspektif mengenai Smart Farm dan penerapan IoT dalam industri peternakan. Di saat yang sama, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengambil langkah menuju dunia profesional melalui Walk-In Interview.

Bagi Chickin, membangun masa depan industri membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan. Talenta muda memiliki peran penting dalam menghadirkan perspektif dan kemampuan baru bagi perkembangan industri. Karena itu, Chickin akan terus membuka ruang untuk bertemu dan tumbuh bersama generasi muda.

Melalui Chickin Goes to Campus, Chickin Indonesia berkomitmen menghadirkan lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa di berbagai kampus. Setiap pertemuan menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, memperluas koneksi, dan mengenalkan peluang profesional. Dari kampus, langkah menuju dunia kerja dapat dimulai melalui keberanian untuk belajar dan mencoba.

#TumbuhBareng bersama Chickin Indonesia.

Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia

Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.

Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.

Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.

Daftar