5 Perbedaan Ternak Ayam Broiler di Dataran Tinggi dan Dataran Rendah

Ayam broiler adalah jenis ayam yang dibudidayakan secara khusus untuk menghasilkan daging. Ayam broiler memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, hanya memerlukan waktu sekitar 30–35 hari untuk mencapai bobot yang siap panen.

Lokasi pemeliharaan ayam broiler dapat mempengaruhi produktivitasnya. Dataran tinggi dan dataran rendah memiliki karakteristik iklim yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda pula dalam budidaya ayam broiler. Berikut adalah perbedaan ternak ayam broiler di dataran tinggi dan dataran rendah.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Lalat pada Kandang Ayam

Tingkat Konsumsi Pakan

Ayam broiler yang diternak di dataran tinggi cenderung memiliki tingkat konsumsi pakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang diternak di dataran rendah. Artinya, ayam broiler di dataran tinggi makan lebih banyak daripada ayam broiler di dataran rendah.

Konversi Pakan atau FCR

FCR di dataran tinggi cenderung lebih rendah dibandingkan dengan di dataran rendah. Hal ini seringkali menjadi fakta menarik dalam pemeliharaan ayam. Fenomena ini bisa disebabkan oleh sejumlah faktor lingkungan seperti suhu yang lebih rendah di dataran tinggi yang mempengaruhi metabolisme ayam. Oksigen yang lebih sedikit di dataran tinggi juga mempengaruhi bagaimana ayam mencerna dan memanfaatkan pakan.

Idealnya, angka FCR yang baik untuk ayam broiler berada di sekitar 1.5. Angka ini menunjukkan bahwa ayam memanfaatkan pakan dengan efisiensi yang baik, di mana setiap 1,5 kilogram pakan yang mereka konsumsi digunakan untuk pertumbuhan dan produksi. Oleh karena itu, pemantauan FCR yang baik sangat penting dalam memastikan efisiensi produksi yang optimal pada peternakan ayam broiler.

Baca Juga : 7 Tips Meningkatkan Efisiensi FCR Ayam Broiler

Tingkat Kematian

Di dataran tinggi, ayam broiler cenderung mengalami tingkat kematian yang lebih rendah karena suhu yang lebih sejuk membantu mengurangi stres panas pada ayam. Namun, suhu yang ekstrem, baik terlalu dingin maupun terlalu panas, dapat mempengaruhi kesehatan ayam dan meningkatkan risiko deplesi. Pengaturan suhu lingkungan yang optimal menjadi kunci untuk mencegah deplesi pada ayam broiler di dataran tinggi.

Baca Juga : 5 Langkah Sanitasi Kandang Ayam

Perbedaan Daging

Di dataran tinggi, daging cenderung memiliki pH lebih tinggi daripada di dataran rendah. Ini mempengaruhi keempukan, warna, dan kemampuan daging dalam menahan air (Water Holding Capacity/WHC). 

  • Water Holding Capacity (WHC) pada daging di dataran tinggi lebih baik, menunjukkan kemampuan daging dalam mempertahankan kandungan air dan nutrisi yang lebih baik.
  • Penyusutan daging di dataran tinggi ketika dimasak lebih rendah , artinya kehilangan cairan dan nutrisi saat memasak lebih sedikit.
  • Kehilangan cairan (Drip Loss) pada daging di dataran tinggi juga lebih rendah, menunjukkan bahwa daging di dataran tinggi memiliki kehilangan air dan nutrisi yang lebih sedikit.
  • Warna daging pada bagian dada dan paha cenderung lebih gelap di dataran tinggi, menandakan perbedaan warna daging antara dataran rendah dan tinggi

Pertambahan Bobot Badan 

Pada umumnya, pertambahan bobot badan ayam broiler lebih tinggi di dataran tinggi daripada di dataran rendah. Perubahan suhu lingkungan memengaruhi pertumbuhan dan kualitas daging. Penurunan pertumbuhan berhubungan dengan penurunan konsumsi pakan dan peningkatan konsumsi air saat ayam mengalami panas. Saat suhu meningkat, ayam membuang panas melalui penguapan dan napas. Suhu yang optimal untuk ayam broiler berusia 3-5 minggu adalah antara 18-23°C agar dapat tumbuh secara optimal.

Atur Suhu Kandang Secara Otomatis dengan Teknologi CI-Touch

Suhu memiliki peran yang penting untuk meningkatkan produktivitas kandang ayam, jangan sampai karena pengaruh lingkungan suhu kandang ayam Anda jadi stabil. Namun Anda tidak perlu khawatir, Anda dapat menggunakan teknologi climate change dari CI-Touch.

CI-Touch merupakan inovasi teknologi Internet of Things (IoT) yang spesifik untuk penggunaan di peternakan ayam. Sistem ini memanfaatkan sensor dan software khusus untuk mengawasi kondisi kandang secara real-time, termasuk suhu, kelembaban, ventilasi, dan kualitas udara. Dengan integrasi ke aplikasi Chickin Apps, peternak dapat memonitor kandang melalui ponsel mereka, memungkinkan pengelolaan yang lebih mudah dan optimal. Dengan solusi ini, peternak dapat meningkatkan produktivitas kandang ayam mereka. Untuk informasi selengkapnya, bisa dilihat DI SINI.

Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia

Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.

Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.

Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.

Daftar

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts