11 Cara Merawat DOC Ayam Broiler Agar Ternak Menguntungkan

DOC broiler

Cara merawat DOC ayam broiler yang tepat agar mendapat hasil yang menguntungkan terbilang sangat mudah. Bahkan siapapun bisa melakukannya dengan syarat memiliki kemauan dan minat yang tinggi.

Namun sebelum mulai merawat DOC ayam broiler, ada baiknya kalian mengetahui terlebih dahulu apa itu DOC.

DOC merupakan singkatan dari Day Old Chick yaitu istilah untuk anak ayam yang baru berumur satu hari. Bobot normalnya sekitar 35-40 gram per ekor. Masyarakat pada umumnya lebih mengenal jenis ayam ini dengan sebutan ayam negeri.

Kategori umur DOC ayam broiler sendiri mulai dari menetas hingga 14 hari pertama. Kondisi ini dikenal sebagai fase awal yang menentukan kelanjutan hidup bibit.

Oleh karena itu, perawatan yang baik dan tepat sangat perlu dilakukan agar DOC tetap sehat dan berkualitas.

Jika kalian tertarik membangun usaha peternakan ayam broiler.

Maka mengetahui cara perawatan DOC ayam broiler yang tepat menjadi suatu keharusan. Alasannya tentu agar hasil dan keuntungannya semaksimal mungkin.

Berikut ini penjelasan beberapa hal yang harus kamu lakukan untuk merawat DOC ayam broiler yang baik dan benar. Yuk mari simak sampai selesai!

1. Memilih DOC yang Berkualitas

Memilih DOC yang berkualitas tinggi menjadi poin penting dalam merawat DOC ayam broiler. Dengan bibit yang berkualitas, proses perawatan DOC ke depan akan lebih mudah.

Adapun ciri-ciri bibit yang berkualitas yaitu sebagai berikut:

  1. Bobot per ekornya minimal 37 gram.
  2. Kondisi fisiknya sehat, tidak mengalami kelainan.
  3. Warna bulunya seragam dan dalam kondisi kering.

Pada saat kedatangan pertama kali, pastikan keadaan bibit DOC ayam broiler dicek ulang. Karena bukan tidak mungkin dalam proses perjalanan terdapat beberapa bibit yang mengalami stress, dehidrasi, cacat bahkan mati.

Baca juga : Cara Jitu Mencegah DOC Stress

Dengan begitu, kalian harus memisahkan DOC yang sehat dengan yang cacat. Sehingga dapat memberikan perawatan khusus terhadap DOC yang mengalami stress perjalanan.

Adapun ciri-ciri DOC yang mengalami stress yaitu kecepatan pernapasannya meningkat dan nafsu makannya turun.

2. Memastikan Kandang yang Ideal

Salah satu parameter keberhasilan dalam merawat DOC ayam broiler adalah kandang. Sebelum kalian memasukkan bibit ayam ke kandang.

Pastikan area kandang telah sesuai dengan jumlah bibit yang akan ditampung.

Hal ini karena kandang yang tidak ideal akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan bibit DOC ayam broiler terhambat.

Adapun ukuran kandang yang ideal untuk DOC ayam broiler berdasarkan umurnya adalah sebagai berikut:

  1. 1-7 hari : 30-50 ekor per m2
  2. 8-14 hari : 20-25 ekor per m2
  3. 15-21 hari : 8-12 ekor per m2

Kandang yang ideal akan menimbulkan kenyamanan. Sehingga tumbuh kembang DOC menjadi bagus. Oleh karena itu, penting bagi kamu memperhatikan keidealan kandang dalam merawat DOC ayam broiler.

3. Menggunakan Kandang yang Tertutup

Perawatan DOC ayam broiler berikutnya yaitu menggunakan kandang tertutup.

Maksud tertutup artinya memperhatikan keadaan angin yang masuk ke kandang. Jangan sampai angin yang masuk terlalu kencang.

Ini karena DOC yang masih kecil belum bisa beradaptasi dengan baik terhadap hembusan angin yang kencang. Sehingga kalian perlu memastikan keadaan kandang agar senantiasa tertutup. Namun jangan lupa memastikan terjadi sirkulasi udara dengan baik.

4. Memasang Penerangan di Kandang

Lampu merupakan salah satu upaya merawat DOC ayam broiler agar bibit tetap terjaga keamanannya.

Terutama pada keadaan gelap di malam hari. Fungsi utama lampu yaitu sebagai penerangan di kandang.

Dengan begitu, walaupun keadaan kandang tertutup atau pada saat malam hari. DOC ayam broiler tetap bisa melihat keadaan sekitarnya. Adapun jenis lampu yang bagus yaitu bohlam 15 watt.

Selain menyebabkan bibit akan merasa aman, penggunaan lampu juga dapat membuat suhu kandang menjadi hangat.

Bagi DOC yang masih kecil ini sangat bagus. Karena apabila ayam kedinginan terutama saat cuaca ekstrim, bisa menyebabkan DOC lemas bahkan mati.

5. Menggunakan Brooder di Kandang DOC

Fungsi brooder dalam merawat DOC ayam broiler yaitu sebagai alat pengatur suhu.

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa bibit ayam broiler yang masih kecil belum bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungannya.

Oleh karena itu penggunaan brooder sangat diperlukan. Namun kontrol tetap harus dilakukan setiap saat. Supaya suhu kandang tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin.

Adapun indikator yang dapat dipahami mengenai kondisi suhu kandang bisa dilihat dari perilaku DOC.

Pertama, jika DOC bergerombol artinya suhu kandang terlalu dingin. Kedua, apabila DOC menjauhi brooder artinya suhu kandang terlalu panas. Terakhir, apabila DOC tersebar secara merata artinya suhu kandang sudah cukup.

6. Memelihara Kandang DOC

Hal selanjutnya yang perlu dilakukan dalam merawat DOC ayam broiler adalah pemeliharaan kandang yang rutin. Kandang yang bersih sangat diperlukan agar kesehatan DOC tetap terjaga. Adapun kriteria kandang yang bersih yaitu:

  1. Kondisinya tetap kering.
  2. Tidak lembab.
  3. Tidak ada tumpukan feses

Dalam pemeliharaan kandang yang rutin, tentu tiga kriteria tersebut harus senantiasa terpenuhi. Terutama dalam hal membersihkan feses ayam yang bertumpuk.

Alasannya karena feses yang bertumpuk akan meningkatkan kadar gas amonia yang tinggi di dalam kandang.

Padahal jika DOC ayam broiler menghirup gas amonia yang terlalu banyak dapat menyebabkan nafsu makannya berkurang. Hal ini tentu membahayakan keberlanjutan hidup DOC.

Selain itu feses yang menumpuk di dalam kandang bisa memicu keberadaan virus. Akibatnya, DOC ayam broiler rentan terkena penyakit yang bisa menyebabkan kematian.

7. Memberikan Pakan yang Bernutrisi

Cara merawat DOC ayam broiler berikutnya yang sangat penting adalah pemberian pakan bernutrisi.

Oleh karena itu, memperhatikan kualitas nutrisi pada pakan ayam khususnya DOC perlu. Berikut ini kandungan nutrisi yang harus ada pada pakan menurut Dinas Pertanian Banten antara lain:

Air.

Fungsi air sebagai pelarut, pemecah dan pengangkut metabolisme. Penggunaan kadar air yang terlalu tinggi dapat memicu tumbuhnya jamur.

Abu yang cukup.

Kandungan abu menggambarkan kandungan mineral. Jika kekurangan kadar abu dapat mengganggu metabolisme dan kerja otot. Selain itu, juga dapat menghambat pertumbuhan tulang. Sedangkan jika kelebihan bisa menurunkan nafsu makannya.

Protein.

Fungsi protein untuk pertumbuhan, mengganti jaringan yang mati, dan pembentukan antibodi. Jika kebutuhan protein DOC tidak terpenuhi, maka pertumbuhannya akan lambat.

Lemak yang cukup.

Lemak sebagai sumber energi dan pelarut vitamin A, D, E, K bagi DOC. Kadar lemak berlebih dapat mempercepat ketengikan pakan. Sebaliknya, kadar lemak yang kurang dapat menurunkan penyerapan vitamin.

Serat kasar yang cukup.

Kadar serat kasar berlebih dapat menyebabkan penurunan feed intake. Ini karena tubuh ayam tidak bisa mencerna serat kasar yang terlalu berlebih.

Kalsium dan Fosfor yang seimbang.

Kelebihan kalsium dan fosfor dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan memperberat kinerja ginjal. Akan tetapi, jika kekurangan keduanya dapat mengganggu pertumbuhan tulang.

Aflatoksin yang cukup.

Aflatoksin merupakan mikotoksin yang dihasilkan oleh fungi Aspergillus sp. Pakan yang mengandung aflatoksin berlebih dapat menyebabkan ternak keracunan.

Asam Amino.

Proporsi Asam Amino yang tidak seimbang dapat mengakibatkan kurang efisiennya penggunaan pakan. Akibatnya kondisi tubuh ayam menjadi tidak fit.

Energi Metabolis.

Energi metabolis pakan adalah faktor penting yang dapat mempengaruhi komposisi karkas. Pakan berenergi tinggi akan sebanding dengan proporsi kadar lemak yang tinggi pula.

Sembilan kandungan nutrisi tersebut biasanya telah tersedia pada setiap pakan ternak. Hal yang perlu diperhatikan bahwa DOC ayam broiler belum bisa mencerna pakan yang terlalu kasar. Sehingga kamu perlu menghaluskan pakan terlebih dahulu sebelum memberikannya ke DOC.

8. Memberi Minum Larutan Gula Merah

Gula merah mengandung karbohidrat, ini sangat berguna untuk merawat DOC ayam broiler. Karena dengan karbohidrat, DOC menjadi lebih berenergi dan tidak lemas.

Adapun cara pemberiannya dengan melarutkan 50-80 gram gula merah dalam 1 liter air. Praktek ini bisa dilakukan selama 2 hari sejak kedatangan pertama DOC dari perjalanan. Tujuannya untuk mengembalikan energi DOC yang hilang saat di perjalanan.

9. Memanajemen Pakan dengan Baik

Hal penting berikutnya dalam merawat DOC ayam broiler yaitu manajemen pakan yang baik. Pemberian pakan yang baik bukan sekali langsung seabrek. Melainkan secara rutin dengan pakan yang selalu segar.

Adapun manajemen pemberian pakan yang baik bisa dilakukan 5-8 kali dalam sehari. Perhatikan agar pemberian pakan semaksimal mungkin. Karena DOC ayam broiler rentan mati apabila kondisi perutnya kosong.

10. Melakukan Vaksinasi

Vaksinasi merupakan upaya merawat DOC ayam broiler agar tidak mudah terserang penyakit. Dengan sistem kekebalan tubuh yang masih lemah, tentu DOC akan mudah terjangkit virus ataupun bakteri yang berkembangbiak di kandang.

Baca juga : Cara Vaksinasi Ayam

Oleh karena itu, vaksinasi menjadi salah satu cara untuk membangun sistem kekebalan tubuh DOC. Dengan begitu DOC dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

11. Melakukan Sistem Recording

Dalam merawat DOC ayam broiler, sistem recording bertujuan untuk mencatat kegiatan selama pemeliharaan. Dengan adanya catatan pertumbuhan dan perkembangan DOC, harapannya dapat mempermudah dalam proses klasifikasi kualitas bibit.

Selain itu sistem recording dapat meningkatkan perawatan DOC ayam broiler. Karena dengan catatan yang ada, kamu dapat memahami yang baik dan yang buruk selama pemeliharaan berlangsung.

Dengan begitu, hal baik yang harus dilakukan dapat kembali diterapkan pada pemeliharaan berikutnya. Sedangkan yang buruk dapat kamu perbaiki dengan mencari solusi lain. Sehingga hasil akhirnya menjadi maksimal dan menguntungkan.

Sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di Indonesia, khususnya dalam pasokan daging ayam. Chickin hadir dengan terobosan baru berupa pemanfaatan teknologi IoT (Internet of Things) dalam pengelolaan kandang berbasis Micro Climate Controller.

Adapun, produk hilir yang kami tawarkan yaitu Chickin Fresh untuk memenuhi kebutuhan industri yang tinggi saat ini.

Chickin Indonesia – PT. Sinergi Ketahanan Pangan


Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia

Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.

Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.

Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.

Daftar

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts