Hitungan Biaya Beternak Ayam Potong Broiler

Keadaan Kandang Ayam Potong Broiler

Sebelum kita memulai usaha ternak, satu hal penting untuk dipertimbangkan adalah biaya atau modal untuk beternak. Sama halnya seperti saat ini kita ingin memulai usaha ternak ayam broiler, kita perlu memikirkan berapa kisaran biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan selama masa beternak. Yuk simak artikel ini untuk mengetahui hitung-hitungan biaya beternak ayam potong broiler!

Kenapa Beternak Ayam Broiler?

Tahukah bahwa kebutuhan ayam potong broiler saat ini selalu meningkat? Ya betul, masyarakat Indonesia saat ini hampir setiap hari selalu memakan ayam. Kebutuhan masyarakat akan ayam yang selalu stabil membuat pasar ayam potong broiler ini akan selalu laku.

Seperti yang kita tahu bahwa ayam broiler adalah ayam ras pedaging bukan petelur. Jadi, ayam broiler ini dikhususkan untuk dipanen hasil dagingnya bukan telurnya. Meskipun begitu, baik ayam pedaging maupun ayam petelur memiliki keunggulan yang hampir sama. Yuk kita simak apa sih untungnya beternak ayam broiler!

Pertumbuhan Ayam Broiler Yang Relatif Cepat

Ayam potong broiler memiliki siklus produksi yang relatif cepat yaitu sekitar 4-6 minggu. Peternak hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk membudidayakan ayam potong broiler. Terlebih lagi dalam kurun waktu tersebut dapat menghasilkan ayam berbobot sekitar 1,5 kilogram per ekornya. 

Perkembangan atas permintaan ayam potong broiler yang cukup besar membuat para peternak perlu memproduksi banyaknya ayam sesuai dengan permintaan pasar. Maka dengan waktu produksi yang cukup singkat itu akan mengimbangi kebutuhan daging yang harus dipenuhi dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Sistem Pemeliharaan Yang Efisien

Berbicara soal peternakan mestinya kita sudah paham kalau ini bukan sekedar panen saja tetapi juga pemeliharaannya. Pemeliharaan yang baik cukup berpengaruh untuk hasil produktivitas daging ayam broiler. Maka, sebelum beternak kita perlu mempertimbangkan lagi cara pemeliharaannya.

Untungnya, ayam broiler ini memiliki sistem pemeliharaan yang efisien lho! Dalam pelaksanaannya, kita tidak memerlukan lahan yang terlalu luas dan lebar yang penting cukup untuk sejumlah ekor yang diternak. Biaya pembuatan kandangnya pun jauh lebih murah berbeda dengan kandang untuk hewan yang lebih besar seperti sapi dan kerbau atau ternak kecil lainnya seperti domba dan kambing.

Didukung oleh Kuatnya Industri Hilir

Industri hilir mendukung perkembangan peternakan ayam potong broiler. Mereka mendukung peternak dengan menyiapkan pembibitan. Pada umumnya, pembibitan tersebut akan memproduksi berbagai jenis galur atau strain. Galur adalah generasi keturunan hasil dari perkawinan sekerabat dalam berbagai tingkat. 

Bernilai Ekonomis

Masyarakat dapat membeli daging ayam tanpa merogoh banyak uang karena harganya cukup terjangkau. Konsumen sangat meminati daging yang berserat juga berbobot badan yang tinggi.

Nah, dengan waktu pemeliharaan yang singkat memberikan keuntungan pada perputaran modal. Beternak ayam broiler ini sangat cocok buat kamu yang memang tidak sabaran. Mengapa? Karena tidak perlu waktu yang lama buat balik modal juga dapat untung dalam tempo yang relatif cepat.

Konversi Pakan Yang Kecil

Konversi pakan dihitung melalui Feed Convertion Ratio atau yang dikenal juga dengan FCR. FCR ini adalah jumlah pakan yang diberikan untuk menghasilkan 1 kg bobot ayam ras pedaging semasa hidupnya. Semakin kecil nilai FCR semakin baik hasilnya. Mengapa demikian? Karena ayam menyerap nutrisi lebih baik dan pakan terkonversi menjadi daging secara optimal.

Kebanyakan ayam broiler pada fase finisher ini memiliki FCR yang kecil. Uniknya lagi, ayam ras pedaging yang berusia muda banyak yang sudah siap dipotong dengan konversi pakan kecil. Meskipun usianya masih muda, daging yang dihasilkan tetap berserat lunak seperti ayam broiler lainnya.

Intinya keunggulan dalam beternak ayam broiler adalah peternak dapat menghasilkan daging yang siap diolah dalam waktu yang relatif singkat. Sehingga waktu pemeliharaan tidak lama dan peternak dapat segera menjual dagingnya. Makannya, peternakan ini semakin hari semakin populer di Indonesia.

Setelah kita membahas keunggulannya, seperti yang kita tahu bahwa pada artikel ini kita akan membahas biaya yang dibutuhkan untuk beternak ayam broiler. Pada kesempatan sebelumnya di artikel yang berjudul “Cara Beternak Ayam Broiler Menguntungkan” kita sudah membahas hitungan modal secara kasar. 

Berdasarkan hasil data yang dikumpulkan dari 2019 – 2021, kali ini mari kita bahas satu persatu secara rinci. Yuk simak!

Biaya Pembuatan Kandang Ternak Ayam

Pembuatan Kandang Ayam Broiler
©Chickin
Pembuatan Kandang Ayam Broiler

Jenis Kandang Ayam

Sebelum kita membahas biaya yang dibutuhkan untuk membuat kandang ayam potong broiler, kita perlu tahu dulu jenis atau tipe dari kandang yang akan dibuat. Jenisnya sendiri ada dua macam yaitu:

Tipe Terbuka (Open House System Litter)

Tipe open house adalah tipe yang paling populer digunakan para peternak di Indonesia. Kandang dengan tipe terbuka sangat cocok untuk iklim tropis karena sirkulasi udaranya lumayan cukup. Biaya yang dibutuhkan pun relatif murah.

Meskipun murah pasti ada pro dan kontranya alias kelebihan dan kekurangannya. Kekurangan dari tipe terbuka adalah sirkulasi udara dan suhu kandang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan luar baik panas, lembab, dan angin. 

Mengingat kondisi iklim di Indonesia yaitu iklim tropis dengan perubahan cuaca yang ekstrim rupanya sangat berdampak pada kandang ayam. Dataran rendah Indonesia memiliki suhu yang tinggi dan angin yang kencang. Dataran tinggi Indonesia memiliki suhu yang dingin dan kelembaban udara yang tinggi.

Nah, dari kesimpulan tersebut dapat kita pahami bahwa jika tidak diurus dengan baik maka pertumbuhan, perkembangan, hingga kesehatan ayam akan sangat terpengaruh bahkan menimbulkan masalah. Masalah tersebut akan sangat mempengaruhi hasil produksi daging.

Tipe Tertutup (Closed House System)

Nah, tipe yang kedua adalah tipe tertutup atau dikenal juga sebagai Closed House. Tipe ini memang tidak banyak dipakai oleh para peternak di Indonesia namun tipe ini sangat populer di banyak negara maju.

Kandang dengan tipe tertutup pada peternakan ayam potong broiler ini dapat disebut kandang otomatis. Mengapa? Karena kandang tipe tertutup dapat mengatur kondisi lingkungan di dalam kandang menggunakan sistem tertentu yang dipasang pada kandangnya.

Kelebihannya adalah kondisi lingkungan seperti suhu atau kehangatan, kelembaban udara bisa disesuaikan dengan kondisi ayam broiler. Jadi, pertumbuhan dan perkembangan para ayam di dalamnya akan sangat optimal.

Kelemahannya adalah pada biaya. Seperti yang kita tahu bahwa sistemnya bersifat otomatis maka ada teknologi yang digunakan. Biaya yang dibutuhkan akan teknologi tersebut lumayan tinggi. Jadi, tipe tertutup membutuhkan investasi dan beban operasional yang sangat tinggi.

Ukuran Kandang Ayam

Selain jenis kandang yang akan digunakan kita juga perlu membahas dulu ukuran kandang yang ideal untuk ayam potong broiler. Mengapa ukuran bersifat penting? Karena urgensinya dalam menentukan biaya dan memenuhi kebutuhan dari ternak itu sendiri.

Ukuran Ideal Kandang

Di Indonesia, kebanyakan para peternak mengisi tiap meter persegi (m2) dengan 8 sampai 12 ekor ayam potong broiler. Untuk tinggi kandangnya sendiri biasanya berada pada kisaran 2,25 sampai 2,5 meter. Untuk lebarnya itu biasanya 4 sampai 8 meter.

Ukuran tersebut adalah ukuran per meter perseginya yang diisi oleh 8 sampai 12 ekor ayam broiler. Biasanya jika ukurannya melebihi ukuran ideal tersebut, suhu di dalam kandang akan cepat meningkat dan mempengaruhi pertumbuhan ayam.

Tingkat Kepadatan Populasi

Nah, selain ukuran kandang kita juga perlu mengetahui tingkat kepadatan populasi berdasarkan umur ayam. Untuk menentukan jumlah kepadatan suatu kandang kita bisa menggunakan hitungan berikut:

Umur PopulasiKepadatan Ayam (m2)
1 Hari – 1 Minggu40 – 50 ekor
2 Minggu20 – 25 ekor
> 2 Minggu8 – 12 ekor

Nah, itu dia tingkat kepadatan yang ideal atau bisa ditoleransi agar suhu kandang tidak cepat panas. Tubuh ayam broiler pun tidak akan cepat kehilangan energinya akibat panas yang berada di dalam kandang.

Biaya Yang Dibutuhkan Kandang Ayam Potong

Asumsikan kita membutuhkan kandang untuk 500 ekor dengan jenis kandang terbuka. Harga dibawah ini adalah untung kandang yang akan terbangun dengan minimal lebar 7 meter dan 8 ekor ayam per satu meter perseginya. Berikut tabel bahan dan biaya yang dibutuhkan:

Bambu 20 BatangRp. 200.000
Kayu Batangan dan PapanRp. 1.000.000
Paku dan Kawat (Pertukangan)Rp. 90.000
Upah Karyawan untuk 2 OrangRp. 2.000.000
Biaya LainnyaRp. 1.000.000
TotalRp. 4.290.000

Tabel tersebut menunjukkan jumlah biaya yang dibutuhkan oleh peternak dengan jumlah ternak sebanyak 500 ekor ayam broiler. Total yang dibutuhkan untuk sekitar 500 ekor sekitar Rp. 4.290.000. Jadi, jika ingin beternak sebanyak 1000 ekor kita bisa menjumlahkannya melalui hasil biaya untuk 500 ekor yaitu Rp. 4.290.000 dikalikan 2 hasilnya adalah Rp. 8.580.000. Hitungan kasar ini berdasarkan data yang dikumpulkan tahun 2020.

Harga yang diestimasikan tersebut adalah perkiraan saja bukanlah harga real. Harga real sendiri disesuaikan oleh kondisi setiap daerah seperti apakah tanah yang digunakan merupakan tanah sewa atau pribadi, harga bahan-bahan dasar dan tenaga kerja yang setiap daerah berbeda.

Biaya Pembelian DOC Ayam Broiler

Sebelumnya Chickin sudah membahas tentang DOC Ayam Broiler pada artikel yang berjudul “Cara Memilih DOC Ayam Broiler”. Nah, sama seperti yang sudah dibahas bahwa biaya yang dibutuhkan juga berbeda-beda tergantung wilayahnya. Berikut akan disematkan kembali tabel harga DOC Ayam Broiler.

Wilayah ProvinsiKotaDOC PolosDOC Super
JawaSemua KotaRp. 8.000Rp. 10.000
SumateraBatamRp. 10.200Rp. 12.400
Lubuk LinggauRp. 10.300Rp. 12.500
PalembangRp. 9.700Rp. 11.900
PekanbaruRp. 10.300Rp. 12.500
LampungRp.9.800Rp. 12.000
PadangRp. 10.100Rp. 12.300
PangkalpinangRp. 10.200Rp. 12.400
BengkuluRp. 10.000Rp. 12.200
JambiRp. 9.900Rp. 12.100
Tanjung PandanRp. 9.700Rp. 11.900
TanjungpinangRp. 10.200Rp. 12.400
MedanRp. 10.400Rp. 11.600
AcehRp. 12.000Rp. 14.900
KalimantanBanjarmasinRp 10.600Rp. 12.800
PalangkarayaRp. 10.200Rp. 12.400
SampitRp. 11.000Rp. 13.600
BalikpapanRp. 11.300Rp. 13.500
Pangkalan BunRp. 10.100Rp. 12.300
PontianakRp. 10.500Rp. 12.700
TarakanRp. 11.400Rp. 13.600
BerauRp. 11.600Rp. 13.800
Kota BaruRp. 11.500Rp. 13.700
Batu LicinRp. 11.900Rp. 14.100
SulawesiMakassarRp. 11.100Rp. 13.300
PaluRp. 12.400Rp. 14.600
GorontaloRp. 12.700Rp. 14.900
KendariRp. 12.400Rp. 14.600
LuwukRp. 11.800Rp. 14.000
ManadoRp. 12.700Rp. 14.900
AmbonRp. 12.500Rp. 14.700
TernateRp, 12.500Rp. 14.700
PapuaManokwariRp. 14.100Rp. 16.300
BiakRp. 16.200Rp. 18.400
JayapuraRp. 15.700Rp. 17.900
NabireRp. 16.400Rp. 18.600
SorongRp. 14.700Rp. 16.900
TimikaRp. 16.400Rp. 18.600

Nah, itu dia tabel harga bibit ayam broiler baik polos maupun super yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Perlu diingat kembali bahwa harga tersebut didapatkan dari berbagai sumber (2019) dan merupakan bentuk dari perkiraan saja. Harga DOC ayam broiler ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai negosiasi peternak dengan penjualnya.

Biaya Pakan Ternak Ayam Potong Broiler

Tempat Makan dan Minum Ayam Broiler
©Chickin
Tempat Makan dan Minum Ayam Broiler

Memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan ayam broiler, pakan juga memerlukan modal yang cukup banyak. Pakan untuk ternak ayam broiler sendiri terdiri dari berbagai macam yang sudah dijelaskan pada artikel yang berjudul “Jenis – Jenis Pakan Ayam Yang Bernutrisi Tinggi”.

Takaran Pakan Ayam Potong

Sebetulnya pakan ini sudah ada takaran khusus yang dibagi berdasarkan umurnya. Hitungan ini diasumsikan untuk 100 ekor ayam mulai dari fase starter hingga finisher. Pemberian pakan disesuaikan dengan umur DOC broiler agar bobotnya dapat terus dipantau.

  1. Minggu pertama yaitu hari pertama hingga hari ketujuh, DOC ditempatkan ke indukan atau pemanas dan segera diberi air minum hangat bisa ditambah gula guna mengembalikan energi yang hilang selama perjalanan menuju ke kandangnya. Pakan yang diberikan per ekor adalah 13 gram atau setar 1,3 kilogram untuk 100 ekor ayam.
  2. Jumlah 1,3 kilogram sendiri merupakan kebutuhan minimal sehingga jumlahnya dapat lebih dari nilai tersebut. Untuk pakan yang diberikan pertama kali pada DOC adalah pakan yang berupa butiran kecil pecah atau crumbles. Di hari ke dua ayam harus diberi air minum.
  3. Pada minggu kedua 43 gram per ekor. Kemudian, minggu ketiga ayam diberi makan masih sesuai dengan sebelumnya bedanya pada minggu ketiga kebutuhan pakan menjadi lebih banyak yaitu sekitar 48 gram per ekor atau 4,8 kilogram untuk 100 ekor. 
  4. Untuk minggu keempat yaitu sekitar hari ke-22 hingga ke-28, pakan yang dibutuhkan disesuaikan dengan ukuran tubuh ayam. Jika ayam memiliki berat sekitar 1,25 kg artinya beratnya normal dan yang dibutuhkan per ekor sekitar 65 gram atau 6,5 kilogram untuk 100 ekor.
  5. Terakhir, minggu kelima yaitu hari ke-29 hingga ke-35 peternak perlu mengontrol kandang dan kebutuhan pangan lebih berhati-hati. Pada umur ini, ayam membutuhkan sekitar 88 gram per ekor atau sekitar 8,8 kilogram untuk 100 ekor.

Dalam perhitungan yang lebih mendalam ini kebutuhan pakan yang dibutuhkan selama 5 minggu adalah sekitar 24,7 kilogram untuk 100 ekor ayam. Biasanya dengan jumlah tersebut per ekornya bisa memilih bobot badan 1,8 hingga 2 kilogram yang sudah siap untuk dipanen.

Biaya Pakan Ternak Ayam Potong

Nah, mengingat dari jumlah pakan yang dibutuhkan tersebut dibagi juga berdasarkan periodenya. Periode starter akan diberikan ransum starter pada umur 1 hari – 4 minggu. Dalam perhitungan takaran tadi periode starter membutuhkan sekitar 16.9 kilogram crumbles untuk 100 ekor ayam broiler.

Pada fase starter, ayam ras pedaging sangat membutuhkan pakan yang kaya akan protein. Protein ini mendukung pertumbuhannya secara maksimal. Pada minggu pertama protein yang dibutuhkan sekitar 23%. Pada minggu selanjutnya protein bisa dikurangi sehingga hanya butuh 19% saja.

Rata-rata harga Rp. 500.000 per karungnya yang berbobot 50 kg. Jadi jika diasumsikan per kilogramnya seharga Rp. 10.000. Jadi, untuk 16.9 kilogram fase starter dengan pakan crumbles dibutuhkan sekitar Rp. 169.000 untuk 100 ekor.

Sekarang kita akan membahas untuk fase finishernya. Fase finisher biasanya membutuhkan pakan dengan kandungan proteins kisaran 19% hingga 20%. Pakan yang dibutuhkan biasanya berbentuk pelet dengan tujuan mengurangi limbah pakan. Contoh pakannya adalah HI-PRO-VIT 512 Bravo dari Charoen Pokphand Indonesia.

Rata-rata harga per karungnya yang berbobot 50 kg adalah Rp. 400.000. Dilihat dari hitungan takar tadi, fase finisher hanya membutuhkan 8.8 kilogram untuk 100 ekor. Bila dijumlahkan fase finisher membutuhkan biaya sekitar  Rp. 8.000 (hasil dari Rp. 400.000 dibagi 50 kilogram) dikalikan 8.8 kilogram. Hasilnya adalah Rp. 70.400.

Jadi, biaya yang dibutuhkan peternak untuk 100 ekor adalah Rp. 169.000 pada fase starter dan Rp. 70.400 untuk fase finisher. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembelian pakan 100 ekor ayam broiler adalah Rp. 239.400. Maka, untuk 1000 ekor diperlukan sekitar Rp. 2.394.000. Harga tersebut dikumpulkan berdasarkan riset pada e-commerce tahun 2021.

Biaya Vaksin dan Vitamin Ayam Potong Broiler

Selanjutnya, kita akan membahas biaya yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan ayam broiler. Vitamin dibutuhkan oleh ayam broiler untuk memenuhi kebutuhan vitamin dari ayam. Vaksinasi dibutuhkan oleh ternak guna mencegah terserang penyakit selama pertumbuhannya.

Vaksin yang dibutuhkan terdiri dari berbagai macam baik melalui air minum, suntikan atau injeksi, dan tetes mata. Untuk hasil yang optimal, vaksinasi ayam broiler sendiri diprogram. Dalam hidupnya, ayam broiler membutuhkan 2 kali vaksin ND, satu kali vaksin ND-IB, dan IBD Vaccine. Hitungan tersebut adalah jumlah ideal. Berikut adalah jenis – jenis vaksin beserta harganya.

Vaksin ND (Newcastle Disease)

Vaksin ND digunakan oleh peternak unggas saat hewan ternaknya sejak masih berusia sehari atau DOC. Penyakit ND atau NewCastle Disease adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebar secara cepat dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Berikut adalah jenis vaksin ND yang digunakan pada ayam adalah:

  1. Vaksin ND Lasota dapat diberikan 3 bulan sekali dengan harga Rp. 16.000/500g atau Rp. 24.500/50 g
  2. Vaksin ND Viscerotropic yang dapat diberikan satu setengah bulan sekali dengan harga Rp. 16.000 hingga Rp. 17.000 per 500 gram-nya.
  3. Vaksin ND Killed dapat diberikan 3 bulan sekali dengan harga Rp. 65.500 per 100 gram. 

Vaksin IB (Infectious Bronchitis)

Penyakit IB atau Infectious Bronchitis menyerang sistem pernapasan ayam yang menyebabkan oksigen di dalam tubuhnya berkurang. Vaksin IB diberikan melalui air minum agar mencegah ayam broiler terkena penyakit IB. 

Ayam broiler akan menerima vaksin ini melalui air minum dengan takaran 3 tetes vaksin untuk 50 ml air minum. Vaksin IB diberikan minimal 1 bulan sekali. Harganya cukup terjangkau ada yang Rp. 35.000 sampai Rp. 45.000 per 100 gram. Ada pula yang seharga Rp. 65.000/100 gram.

Vaksin IBD Intermediate

Salah satu vaksin yang digunakan untuk mencegah ayam terserang penyakit gumboro adalah vaksin IBD Intermediate. Metode yang digunakan vaksin ini adalah melalui tetes mata yang dapat digunakan 2 bulan sekali. Harga vaksin IBD Intermediate seharga Rp. 25.00 per 30 gram. Adapun harga yang dijual per 3 paket vaksin yaitu Rp. 650.000.

Vaksin AI (Avian Influenza)

Untuk mencegah ayam broiler atau hewan ternak unggas lainnya dari virus influenza golongan A, vaksin AI mampu membantu pencegahan tersebut. Diketahui bahwa virus influenza golongan A ini dapat menyebabkan kematian.

Cara menggunakan vaksin ini adalah dengan metode injeksi atau suntik. Vaksin biasanya disuntikkan ke bagian dada, otot, dan bawah kulit ayam dengan dosis yang disesuaikan dengan umur ayam. Harganya sekitar Rp. 65.000 per 130 gram dan Rp. 421.000 per 850 gram.

Vaksin Gumboro A dan B

Sudah sejak lama penyakit gumboro menjadi salah satu musuh yang dihindari oleh para peternak ayam. Untuk menghindari penyakit gumboro, biasanya peternak akan memberikan vaksin Gumboro A dan B terhadap ayam broiler.

Nah, vaksin ini diberikan melalui air minum atau bisa juga diteteskan pada mulut ayam secara langsung. Takarannya sekitar 2 sampai 3 tetes. Harga Vaksinnya sendiri beragam ada yang Rp. 76.00 per 500 gram.

Budget yang dibutuhkan untuk biaya vaksin dan vitamin bisa mulai diperkirakan oleh para peternak mulai sekarang. Jangan lupa untuk memprogram jadwal vaksin agar pertumbuhan dan perkembangan ayam broiler semakin optimal.

Biaya Operasional Lain (Gaji dan Listrik)

Biaya operasional ini bisa berupa Gaji dan Listrik. Hitungannya adalah untuk satu kali masa panen atau sekitar 35 hari. Gaji dibutuhkan untuk tenaga kerja yang mengelola peternakan. Sedangkan, listrik dibutuhkan untuk kandang atau keperluan dalam beternak ayam broiler.

Biaya listrik selama 35 hari dapat berkisar sampai Rp. 150.000. Sedangkan gaji karyawan per-orangnya bisa mencapai Rp. 2.000.000. Biaya gaji sendiri disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja. Biasanya satu peternakan terdapat 2 karyawan sehingga total gaji adalah Rp. 4.000.000.

Nah, biaya penyusutan ini merupakan gabungan dari biaya pembelian DOC atau bibit ayam, pakan, vaksin dan vitamin, serta biaya operasional. Biaya penyusutan ini menjadi salah satu indikator penyusun biaya pendapatan yang akan dibahas pada bagian selanjutnya.

Biaya Pendapatan Hasil Beternak Ayam Potong Broiler

Saat ini, biaya pendapatan sangat bergantung pada harga pasar terhadap ayam. Kali ini, kita akan membahas hitungan pendapatan dengan total 1000 ekor ayam. Pendapatan biasanya dihitung dari berat rata-rata per ekornya yang biasa dijual langsung dari kandang seharga Rp. 19.000 per kilogramnya. 

Mortalitas adalah jumlah kematian ayam dan sangat berpengaruh dalam hitungan pendapatan. Misal mortalitas panen 3% dari 1000 ekor adalah 30 ekor maka total ayam yang dipanen adalah 1000 ekor – 30 ekor = 970 ekor. Mortalitas yang baik berkisar pada 2 sampai 5%.

Pendapatan

Jika total bobot ayam yang dipanen adalah 2,3 kilogram x 970 ekor jumlahnya adalah 2.231 kilogram. Total penjualan adalah Rp. 19.000 x 2.231 kilogram  = Rp. 42.389.000. Sedangkan, total biaya penyusutan untuk 1000 ekor adalah Rp. 15.050.000.

Omset atau Keuntungan Bersih

Nah, selama 35 hari atau sekali panen kiranya kita akan mendapat Rp. 42.389.000 dikurangi biaya penyusutan Rp. 15.050.000 = Rp. 27.345.000. Dalam satu tahun bisa saja modal pembuatan kandang sudah bisa terbayar. Selanjutnya tinggal menikmati keuntungannya.

Skema Permodalan

Poin penting yang satu ini adalah jenis atau model akan modal usaha apa yang akan dijalankan. Sistem atau skema permodalan menghitung modal awal hingga hasil keuntungan yang disesuaikan dengan bisnis yang dijalankan. Berikut terdapat tiga macam skema permodalan yang dapat dipilih untuk memulai budidaya ayam potong broiler.

Kemitraan

Kemitraan sendiri merupakan salah satu skema permodalan dalam usaha peternakan. Biasanya kemitraan ini adalah jalinan kerjasama antara perusahaan dengan peternak. Kemitraan ini akan bersifat kontrak pada umumnya.

Terdapat dua pihak dalam kemitraan yaitu pihak peternak yang menyediakan tenaga kerja dan kandang untuk mengurus ayam dan yang kedua pihak pemodal yang seluruh modalnya merupakan tanggung jawab dari perusahaan mitra.

Hasil panen kurang lebih akan diambil oleh mitra di mana sistem bagi hasilnya sendiri disesuaikan dengan kontrak atau perjanjian yang telah dibuat. Biasanya peternak hanya menerima hasil yang lumayan kecil mengingat peternak tidak menanggung resiko.

Begitu pula apabila terjadi gagal panen, peternak tidak menanggung resiko untuk bibit hingga pakan ayam broiler. Meski begitu, dalam perjanjian kontrak sudah dibahas bagaimana dan apa yang akan terjadi apabila gagal panen. Kedua pihak harus nego dari awal perjanjian.

Semi Kemitraan

Skema permodalan lainnya juga ada semi kemitraan. Semi kemitraan, sesuai namanya, hampir mirip dengan kemitraan namun bedanya jalinan kerjasama antara peternak dan mitra hanya memberikan pinjaman berupa bibit dan pakan.

Peternak harus memiliki kandang sendiri dan tentu juga mengelolanya. Peternak ini cukup memiliki risiko namun pendapatannya lebih baik daripada sistem kemitraan. Contohnya, jika terjadi gagal panen, peternak memiliki hutang membayar biaya tersebut kepada mitranya.

Mitra juga akan kebagian hasil yang baik dalam penjualan ayam broiler oleh peternak. Keduanya diuntungkan dalam sistem semi kemitraan. Peternak yang menjual ayam potong broiler sesuai harga pasar akan menerima uang bersih hasil penjualan dikurangi modal yang sudah dipinjamkan.

Mandiri

Sistem permodalan yang ada dilakukan pada perkiraan perhitungan pendapatan di atas disebut juga sebagai permodalan mandiri. Tidak terikat mitra manapun sehingga peternak bebas mengelola peternakannya. Namun, begitu pula dengan resiko yang ditanggung cukup besar. Bila mengalami kerugian, peternak akan mengalami rugi yang besar. Kita juga bisa ikut beternak dengan mengikuti sistem kemitraan, sehingga biasanya minim resiko dibandingkan dengan mandiri.

Keterampilan Dasar

Sebelum memulai peternakan ayam potong broiler, kita harus paham dulu bagaimana bisnis bekerja. Kita perlu melakukan analisis usaha dan banyak membaca data supaya usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan baik dan benar. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi jalannya peternakan mengingat ayam juga merupakan makhluk hidup.

Memahami Kebutuhan Pasar

Yang sering disuarakan adalah kebutuhan pasar akan ayam broiler. Sebelum memulai budidaya ayam broiler, kita perlu mengetahui berapa banyaknya ayam yang dibutuhkan oleh pasar. Perlu sering membaca data yang menghitung permintaan pasar akan ayam selama setahun kebelakang.

Mengetahui Jalur Distribusi

Apa sih jalur distribusi itu? Jalur distribusi adalah bagaimana kita mendistribusikan ayam broiler hasil ternak kita kedepannya. Jalur distribusi ini sangat krusial untuk dipelajari oleh kita peternak yang menggunakan skema permodalan mandiri agar hasil panen maksimal.

Nah, karena mandiri artinya memulai semua dari nol tentunya cukup sulit untuk mendistribusikan hasilnya. Hasil peternakan ini biasanya didistribusikan pada rumah potong ayam untuk dijual lagi ke masyarakat. Sering terjadi pada peternak mandiri yang membuat ayam karkas sendiri (memotong sendiri) karena ayam hidupnya tidak terdistribusikan.

Membaca Harga Pasar

Selain memahami kebutuhan pasar, kita juga perlu memantau pergerakan harga ayam di pasaran setiap hari. Kita juga bisa mengandalkan data harga ayam selama setahun sebelumnya untuk melihat kapan harga ayam turun, kapan harga ayam naik, dan apa yang menyebabkan harga ayam naik atau turun.

Bila kita sudah paham strategi harga ayam broiler tersebut, kita bisa memperhitungkan kapan harus membeli bibit ayam untuk diternakkan dan kapan harus rehat untuk menunggu waktu yang tepat menjalankan peternakan. Strategi ini digunakan supaya kita tidak mengisi kandang terus menerus namun hasilnya rugi karena harga anjlok.

Jika punya waktu lebih, kita bisa memantau harga ayam di pasaran setiap harinya. Mengapa? Agar kita bisa mendapatkan data yang lebih akurat meskipun saat ini pandemi merusak data yang ada, namun kita masih bisa mempelajari dan mempertimbangkan usaha untuk masa depan. 

Membuat SOP (Standar Operasional Prosedur)

SOP atau Standar Operasional menerapkan sebuah standar pada peternakan agar hasil produksi ayamnya berkualitas. Kita perlu membuat SOP pada ayam potong broiler yang kita rintis. Banyak-banyaklah mempelajari kehidupan ayam broiler dari segi apapun.

Misalnya, kita membaca jurnal ilmiah bagaimana kandang yang baik untuk ayam broiler, bentuk kandang yang optimal, kapan waktu yang tepat untuk memberi makan, minum, vaksin dan vitamin. Semua itu sangat berguna bagi kita untuk menambah ilmu.

Ilmu ini digunakan atau dipraktekkan pada saat kita mengelola ayam broiler yang kita ternak tersebut. Bahkan, dengan pengelolaan pakan yang baik semua ayam bisa mendapatkan porsi yang cukup. SOP atau Standar Operasional Prosedur perlu dibuat dari awal sebelum memulai segalanya.

Menjalin Kerjasama dengan Mitra

Terakhir, menjalin kerjasama dengan mitra. Mengapa menjalin kerjasama begitu penting? Karena biasanya kita akan mendapatkan konsumen yang tetap dan sistem permodalan yang memudahkan kita. Kita juga bisa membagi resiko dalam usaha peternakan tersebut.

Meskipun demikian, biasanya relasi kerja sama ini lebih condong pada sistem permodalan yang sudah dibahas sebelumnya. Jika tidak, mungkin membantu kita memahami harga pasar dan data kebutuhan pasar akan ayam broiler. Selain itu, kita juga bisa menambah ilmu dalam pendistribusian ayam broiler.

Kesimpulan

Akhirnya kita sudah sampai di penghujung artikel hitung-hitungan dalam peternakan ayam broiler. Poin utama yang perlu diingat adalah modal terdiri dari biaya kandang dan biaya penyusutan. Biaya penyusutan terdiri dari biaya DOC atau bibit ayam broiler, pakan, vaksin, vitamin, dan biaya operasional seperti listrik dan gaji.

Kita juga perlu ingat bahwa sebelum kita memulai budidaya ayam broiler, kita dapat memilih tiga opsi skema permodalan yang membantu kita menjalankan usaha ternak. Skema permodalan tersebut terdiri dari kemitraan, semi kemitraan, dan mandiri.

Selain itu, kita harus memperhatikan keterampilan dasar yang ikut menunjang keberhasilan usaha kita selanjutnya. Hal tersebut adalah membuat SOP, memahami kebutuhan dasar, harga pasar, dan jalur distribusi serta menjalin kerjasama dengan mitra.

Intinya kita bisa memulai peternakan ayam broiler dengan memperhatikan skema permodalan, biaya yang dibutuhkan hingga pendapatan dan ilmu kita akan keterampilan dasar berbisnis. Semoga bermanfaat untuk kalian yang tertarik melakukan usaha ayam potong broiler.

Untuk menjaga ketahanan pangan di Indonesia sehingga pemenuhan pasokan daging ayam menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan, Chickin hadir dengan memanfaatkan teknologi sistem IoT dalam perkandangan Micro Climate Controller. Selain itu, kami juga menyediakan Produk hilir yaitu Ayam Karkas maupun Ayam Potong untuk kebutuhan Industri

Chickin – PT Sinergi Ketahanan Pangan.


Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia

Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.

Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.

Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.

Daftar

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts