Jakarta, 20 September 2025 – Tantangan terbesar peternak di Indonesia, khususnya di wilayah yang belum terjangkau listrik memadai, adalah bagaimana menjaga operasional kandang tetap stabil dengan biaya yang efisien. Menjawab kebutuhan tersebut, Chickin Indonesia meluncurkan solusi otomasi mesin diesel berbasis teknologi IoT, yang pertama kali diperkenalkan pada pameran ILDEX Indonesia 2025 di ICE BSD City, 17-19 September 2025.
Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi Chickin dengan Kubota Indonesia , perusahaan global asal jepang yang dikenal sebagai salah satu pemimpin teknologi mesin pertanian. Sistem otomasi ini memungkinkan mesin diesel dapat dioperasikan secara otomatis dan dikendalikan secara jarak jauh melalui aplikasi smartphone, dilengkapi sensor canggih untuk memantau kondisi mesin secara real-time.
“Selama ini banyak peternak masih harus menyalakan dan mengontrol mesin diesel secara manual. Otomasi diesel bukan hanya berdampak pada penggunaan yang lebih mudah namun juga biaya operasional yang lebih hemat, karena mesin dapat bekerja lebih efisien sesuai kebutuhan kandang.” ujar Aji Nugrahanto, Business Development Lead Chickin Indonesia.
Solusi untuk Peternak di Daerah Terbatas Listrik
Di banyak daerah pedalaman, membangun jaringan listrik untuk kandang memerlukan investasi yang sangat besar. Kehadiran otomasi diesel ini menjadi alternatif yang lebih terjangkau dan praktis. Dengan fitur pengaturan putaran mesin, suhu, hingga waktu operasi, peternak tidak hanya menghemat biaya operasional, tetapi juga mendapatkan ketenangan karena sistem dapat berjalan otomatis tanpa harus selalu berada di kandang.
“Kami memahami banyak peternak di Indonesia menghadapi tantangan akses listrik yang terbatas dan biaya operasional mesin yang cukup tinggi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap teknologi otomasi diesel dapat menjadi solusi nyata yang lebih efisien dan terjangkau, sekaligus membuka jalan menuju peternakan yang lebih berkelanjutan di masa depan,” kata Hendra, Head of Sales Kubota.

Langkah Strategis untuk Inovasi Agritech Nasional
Chickin, yang berdiri sejak 2021, telah berfokus menghadirkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung peternakan modern di Indonesia. Dari sistem monitoring kandang, manajemen pakan, hingga teknologi otomasi mesin diesel, semua inovasi diarahkan untuk membantu peternak meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Dengan kapasitas mesin yang mampu menggerakkan hingga 45 unit kipas, teknologi otomasi ini menjadi lompatan baru dalam modernisasi peternakan nasional.
“Visi kami sederhana namun tegas: menjadikan teknologi sebagai sahabat peternak. Inovasi ini adalah bukti nyata bahwa transformasi digital di sektor peternakan bukan sekadar wacana, tapi kebutuhan mendesak,” tambah Aji.
Komitmen terhadap Ketahanan Pangan
Partisipasi Chickin di ILDEX 2025 menegaskan posisinya sebagai pionir dalam agritech Indonesia di sektor poultry. Kolaborasi dengan Kubota bukan hanya tentang memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga tentang membangun fondasi untuk ketahanan pangan yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
Dengan inovasi ini, Chickin berharap dapat memperluas dampak positifnya, menghadirkan solusi praktis untuk peternak di seluruh Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa agritech lokal mampu melahirkan terobosan berskala internasional.
Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia
Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.
Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.
Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.
→ Daftar
