Kalimantan Selatan memiliki peran penting dalam perkembangan sektor peternakan dan penyediaan pangan di wilayah Kalimantan. Salah satu daerah yang memiliki peluang untuk pengembangan usaha ayam broiler adalah Pelaihari. Dukungan kondisi wilayah, aktivitas peternakan, serta akses menuju berbagai wilayah di Kalimantan Selatan menjadikan Pelaihari memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai salah satu kawasan peternakan unggas.
Melihat peluang tersebut, Chickin Smart Farm resmi hadirkan program kemitraan ayam broiler di Pelaihari, Kalimantan Selatan. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan yang lebih menyeluruh kepada peternak, mulai dari penyediaan sarana produksi, pemanfaatan teknologi peternakan, hingga pendampingan selama proses budidaya berlangsung.
Pelaihari juga memiliki posisi yang cukup strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi di Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pengembangan usaha peternakan ayam broiler yang mampu memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten. Dengan pengelolaan kandang yang tepat serta dukungan teknologi, peternak dapat mengoptimalkan proses produksi dan menjaga performa ayam selama masa pemeliharaan.
Namun, menjalankan usaha ayam broiler tetap memiliki berbagai tantangan. Peternak perlu menjaga kondisi ayam, mengontrol penggunaan biaya produksi, memantau perkembangan populasi, serta memastikan setiap tahapan pemeliharaan berjalan sesuai standar. Pengelolaan yang hanya mengandalkan pengamatan manual dapat membuat proses pengambilan keputusan menjadi kurang optimal.
Karena itu, Chickin Smart Farm hadir untuk membantu peternak di Pelaihari menjalankan usaha dengan pendekatan yang lebih terukur. Melalui kombinasi teknologi, data, dan pendampingan tim lapangan, Chickin berupaya membantu peternak meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus membangun usaha peternakan yang dapat berkembang secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Kemitraan Chickin Indonesia Resmi Hadir di Samarinda
Mengapa Pelaihari Menjadi Wilayah Strategis untuk Peternakan Ayam Broiler?
Pelaihari merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Selatan yang memiliki peluang untuk pengembangan sektor peternakan ayam broiler. Keberadaan lahan, tenaga kerja, serta aktivitas ekonomi yang terus berkembang menjadi modal penting dalam mendukung pertumbuhan usaha peternakan di daerah ini.
Letaknya yang berada di wilayah Kabupaten Tanah Laut juga memberikan nilai strategis bagi kegiatan distribusi dan pemenuhan kebutuhan pangan di Kalimantan Selatan. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk protein hewani, pengelolaan peternakan yang efisien menjadi semakin penting bagi peternak.
Potensi tersebut dapat dikembangkan lebih jauh melalui penerapan sistem budidaya yang terukur. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang sesuai, peternak dapat melakukan monitoring secara lebih rutin, mengenali kendala lebih awal, serta mengambil keputusan berdasarkan kondisi aktual di kandang.
Mengapa Banyak Peternak Memilih Sistem Kemitraan?
Menjalankan bisnis ayam broiler membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis dalam memelihara ayam. Peternak juga perlu mempertimbangkan ketersediaan sarana produksi, pengelolaan biaya, pemantauan performa, hingga proses pemasaran saat ayam memasuki masa panen.
Sistem kemitraan menjadi salah satu pilihan bagi peternak yang ingin mendapatkan dukungan dalam berbagai aspek tersebut. Dalam pola kerja sama ini, tanggung jawab antara peternak dan perusahaan dibagi sesuai dengan peran masing-masing sehingga proses produksi dapat dikelola secara lebih terstruktur.
Peternak tetap berperan langsung dalam menjalankan aktivitas kandang, sementara perusahaan memberikan dukungan yang dibutuhkan selama siklus budidaya. Mulai dari kebutuhan produksi hingga pendampingan teknis dapat dikoordinasikan dalam satu sistem kemitraan.
Dengan dukungan tersebut, peternak dapat menjalankan kegiatan budidaya dengan lebih terarah dan memiliki acuan dalam mengevaluasi performa kandang dari waktu ke waktu.
Cara Kerja Kemitraan Chickin Smart Farm

Chickin Smart Farm mengembangkan sistem kemitraan yang memadukan peran peternak dengan dukungan teknologi dan sumber daya dari perusahaan. Tujuannya adalah menciptakan proses budidaya yang lebih terkontrol tanpa menghilangkan peran penting peternak dalam operasional kandang.
Dalam pelaksanaannya, peternak bertanggung jawab terhadap kegiatan sehari-hari di kandang. Hal tersebut mencakup penyediaan fasilitas kandang, tenaga kerja, kebutuhan operasional, serta pemeliharaan ayam hingga memasuki periode panen.
Sementara itu, Chickin memberikan berbagai dukungan yang diperlukan selama siklus produksi. Setiap peran disusun agar dapat saling mendukung dan membantu menjaga kelancaran proses budidaya.
Tanggung Jawab Peternak
Peternak menyediakan:
- Kandang (Open House maupun Closed House)
- Tenaga kerja (ABK)
- Biaya operasional
- Melaksanakan pemeliharaan ayam hingga masa panen
- Menyiapkan ayam yang siap dipanen
Dukungan Chickin Smart Farm
Sementara itu, Chickin mendukung operasional melalui:
- Penyediaan pakan
- Bibit DOC
- Sapronak
- Teknologi IoT Ci-Touch Controller
- Pendampingan oleh PPL (Petugas Penyuluh Lapangan)
- Monitoring kandang berbasis data melalui form recording digital
- Pembelian ayam siap panen sesuai skema kemitraan
Pembagian tanggung jawab tersebut memungkinkan proses budidaya berjalan dengan alur yang lebih jelas. Peternak dapat berkonsentrasi pada pengelolaan kandang, sedangkan Chickin memberikan dukungan produksi, teknologi, dan pendampingan sesuai kebutuhan selama periode pemeliharaan.
Teknologi Smart Farm untuk Operasional Kandang yang Lebih Efisien
Teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam sistem Chickin Smart Farm. Salah satunya melalui penggunaan Ci-Touch Controller yang membantu peternak melakukan pemantauan kondisi kandang secara lebih praktis dan terukur.
Dengan dukungan perangkat tersebut, informasi mengenai kondisi kandang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan tindakan yang diperlukan. Pendekatan berbasis data membantu mengurangi ketergantungan pada perkiraan semata sehingga pengelolaan kandang dapat dilakukan dengan lebih terarah.
Penggunaan teknologi juga dilengkapi dengan pendampingan dari tim lapangan Chickin. Ketika terdapat kondisi atau kendala tertentu selama proses budidaya, peternak dapat memperoleh arahan dari tim yang melakukan monitoring di lapangan.
Kombinasi antara teknologi dan pendampingan ini diharapkan dapat membantu peternak menjaga kondisi kandang, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung pencapaian performa budidaya yang lebih optimal.
Persyaratan Menjadi Mitra Chickin Smart Farm
Program kemitraan Chickin Smart Farm dapat menjadi pilihan bagi peternak ayam broiler di Pelaihari dan wilayah sekitarnya yang ingin mengembangkan usaha melalui sistem yang lebih terintegrasi.
Untuk bergabung sebagai mitra, calon peternak perlu memiliki kandang open house maupun closed house dengan kapasitas minimal 5.000 ekor. Lokasi kandang juga perlu memiliki akses jalan yang mendukung aktivitas operasional dan berada dalam cakupan wilayah layanan kemitraan Chickin.
Selain kesiapan fasilitas, calon mitra perlu memenuhi kelengkapan administrasi yang ditentukan serta bersedia menerapkan teknologi Ci-Touch Controller sebagai bagian dari sistem monitoring kandang.
Persyaratan tersebut menjadi bagian dari proses seleksi untuk memastikan kesiapan kandang dan calon mitra sehingga dukungan yang diberikan Chickin dapat berjalan secara optimal selama periode kemitraan.
Saatnya Bergabung dengan Kemitraan Ayam Broiler Chickin Smart Farm di Pelaihari

Kehadiran kemitraan ayam broiler Chickin Smart Farm di Pelaihari menjadi langkah untuk memperluas akses peternak terhadap ekosistem budidaya yang didukung teknologi dan pendampingan. Program ini membuka peluang bagi peternak di Pelaihari dan wilayah sekitar untuk mengembangkan usaha dengan sistem yang lebih terstruktur.
Melalui kemitraan ini, Chickin Smart Farm menyediakan dukungan berupa sarana produksi, teknologi monitoring, serta pendampingan dari tim lapangan selama proses budidaya. Pemanfaatan data dalam pengelolaan kandang juga menjadi bagian dari upaya untuk membantu peternak memahami kondisi usahanya secara lebih baik.
Bagi peternak ayam broiler di Pelaihari maupun wilayah Kalimantan Selatan yang ingin mengembangkan usaha dengan dukungan teknologi dan sistem kemitraan, Chickin Smart Farm hadir sebagai salah satu pilihan untuk tumbuh bersama dalam ekosistem peternakan yang lebih modern.
Kemitraan ayam broiler Pelaihari kini hadir bersama Chickin Smart Farm dengan dukungan teknologi, sapronak, dan pendampingan untuk membantu peternak mengembangkan usaha secara lebih optimal.
Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia
Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.
Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.
Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.
→ Daftar
