Pada 9 April 2026, founder Chickin, Tubagus Syailendra Wangsadisastra (Tebe) dan Ashab Alkahfi, resmi diumumkan sebagai bagian dari Endeavor Outliers 2026, sebuah pengakuan global bagi perusahaan dengan performa terbaik.
Apa Itu Endeavor Outliers?

Endeavor Outliers adalah inisiatif tahunan yang mengkurasi perusahaan-perusahaan dengan performa tertinggi dalam jaringan global Endeavor. Program ini secara khusus memilih 10% perusahaan dengan pertumbuhan tercepat dan paling konsisten dari lebih dari 3.000 founder di 50+ negara.
Perusahaan yang masuk dalam kategori ini bukan hanya berkembang pesat. Namun, mampu bertahan dan terus tumbuh di tengah tantangan ekonomi, perubahan pasar, hingga dinamika global yang kompleks.
Selain sebagai bentuk pengakuan, Endeavor Outliers juga merupakan komunitas eksklusif bagi para founder untuk saling berbagi pengalaman, memperluas perspektif, dan mengambil keputusan strategis di fase pertumbuhan yang semakin kompleks.
Kriteria dan Skala Perusahaan
Perusahaan yang tergabung dalam Endeavor Outliers umumnya telah mencapai milestone penting dalam pertumbuhan bisnis, di antaranya:
- Revenue $30–50 juta (fase early breakout)
- Revenue $50–100 juta (fase scaling)
- Revenue di atas $100 juta (scaled & growing)
- Hingga exit di atas $500 juta
Secara global, kelas Outliers 2026 mencakup 238 perusahaan, termasuk puluhan unicorn, dengan total pendanaan mencapai lebih dari $31 miliar dalam tiga tahun terakhir.
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang terpilih berada pada level scale-up yang signifikan dan memiliki dampak nyata di industrinya masing-masing.
Jajaran Founder Berperforma Tinggi 2026

Endeavor Outliers 2026 mencakup 22 founder dari 13 perusahaan di Indonesia dan regional, yang berasal dari berbagai sektor industri seperti teknologi, fintech, dan consumer. Para founder ini dinilai mampu menunjukkan performa bisnis yang kuat, adaptif terhadap perubahan, serta konsisten dalam membangun perusahaan di tengah berbagai tantangan.
Beberapa nama yang turut masuk dalam daftar ini antara lain Edward Tirtanata dari Kopi Kenangan, Vince Iswara dari DANA, serta Achmad Zaky dari Bukalapak. Kehadiran nama-nama tersebut mencerminkan bahwa perusahaan yang tergabung dalam Endeavor Outliers berada dalam kelompok scale-up dengan performa tinggi dan dampak signifikan di industrinya.
Chickin Masuk Endeavor Outliers 2026
Dalam daftar tersebut, Tubagus Syailendra Wangsadisastra dan Ashab Alkahfi dari Chickin turut terpilih sebagai bagian dari Endeavor Outliers 2026.
Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan Chickin yang konsisten. Hal ini juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem peternakan unggas yang lebih efisien dan berdampak di Indonesia.
Lebih dari sekadar pengakuan, keikutsertaan Chickin dalam Endeavor Outliers menunjukkan potensi inovasi di sektor peternakan. Inovasi ini mampu berkembang secara global dan memberikan kontribusi nyata bagi industri.
Penutup
Masuknya Chickin dalam Endeavor Outliers 2026 menjadi milestone penting dalam perjalanan perusahaan. Pencapaian ini juga memperkuat posisi Chickin sebagai salah satu startup agritech Indonesia yang terus berkembang. Ke depan, Chickin akan terus berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan. Chickin juga berkomitmen menciptakan dampak nyata bagi para mitra farm dan industri peternakan secara luas.
Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia
Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.
Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.
Klik link “Daftar” berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.
→ Daftar
