{"id":5577,"date":"2022-10-19T08:48:09","date_gmt":"2022-10-19T01:48:09","guid":{"rendered":"https:\/\/chickin.id\/blog\/?p=5577"},"modified":"2024-10-08T17:49:16","modified_gmt":"2024-10-08T10:49:16","slug":"penyakit-busung-lapar-pada-ayam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/chickin.id\/blog\/penyakit-busung-lapar-pada-ayam\/","title":{"rendered":"Busung Lapar pada Ayam: Gejala, Penyebab, dan Penanganan"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img  loading=\"lazy\"  decoding=\"async\"  width=\"626\"  height=\"416\"  src=\"data:image\/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAAAEAAAABAQMAAAAl21bKAAAAA1BMVEUAAP+KeNJXAAAAAXRSTlMAQObYZgAAAAlwSFlzAAAOxAAADsQBlSsOGwAAAApJREFUCNdjYAAAAAIAAeIhvDMAAAAASUVORK5CYII=\"  alt=\"\"  class=\"wp-image-8883 pk-lazyload\"  style=\"aspect-ratio:1;width:703px;height:auto\"  data-pk-sizes=\"auto\"  data-ls-sizes=\"auto, (max-width: 626px) 100vw, 626px\"  data-pk-src=\"https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/busung-lapar-pada-ayam.jpg\"  data-pk-srcset=\"https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/busung-lapar-pada-ayam.jpg 626w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/busung-lapar-pada-ayam-300x199.jpg 300w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/busung-lapar-pada-ayam-380x253.jpg 380w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/busung-lapar-pada-ayam-600x399.jpg 600w\" ><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Busung lapar pada ayam atau yang sering disebut asites (ascites), kurang dikenal oleh para peternak ayam di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyakit yang tak menular ini sering menyerang ayam pedaging (broiler), meskipun dalam beberapa kasus juga menyerang ayam petelur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tingkat kasus busung lapar pada ayam tidak begitu tinggi, tetapi dalam setiap kandang pasti ada yang mengalaminya, paling tidak 10 dari 1000 ekor ayam mengidap penyakit ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembahasan kita kali ini sangat menarik karena membahas penyakit yang memiliki sebutan sama dengan yang terjadi pada manusia.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"pengertian-busung-lapar-pada-ayam\" class=\"wp-block-heading\">Pengertian Busung Lapar pada Ayam<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Busung lapar atau asites adalah suatu keadaan dan kondisi pada ayam yang menyebabkan adanya penimbunan atau akumulasi cairan yang cukup banyak dalam rongga perut sehingga perut bertambah besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayam yang terdampak bukan hanya karena kurangnya asupan pakan, akan tetapi banyak faktor lainnya yang menjadi faktor pendukung dari kondisi penyakit ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara genetik, ayam yang telah diseleksi secara ketat untuk dapat tumbuh cepat tetapi nilai <em>feed conversion ratio <\/em>(FCR) rendah lebih mendukung timbulnya asites.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda sebaliknya, ayam broiler dengan daya tumbuh lambat dan FCR tinggi justru memiliki potensi terserang lebih rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertumbuhan yang cepat menuntut kebutuhan metabolisme dan oksigen yang tinggi. Apabila kedua hal tersebut tak tercapai, maka akan memicu terbentuknya busung lapar.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"gejala-busung-lapar-pada-ayam\" class=\"wp-block-heading\">Gejala Busung Lapar pada Ayam<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengenali penyakit busung lapar pada ayam tidak begitu sulit dan dapat dikatakan cukup mudah. Pasalnya, gejala dan ciri-ciri ayam yang mengidap penyakit ini memperlihatkan gejala perut membesar (gendut).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, ayam juga menjadi tak nafsu makan, tampak lesu, bulu kusam, kesulitan bernafas, susah berjalan, kulit menimbulkan kemerahan, dan tulang menjadi pucat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sekian banyak gejala dan cirinya, perut membesar lah yang paling mudah dideteksi. Maka dari itu, untuk mengenali penyakit ini tidak terlalu rumit.<strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"penyebab-busung-lapar-pada-ayam\" class=\"wp-block-heading\">Penyebab Busung Lapar pada Ayam<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktor penyebab&nbsp; busung lapar pada ayam cukup banyak antara lain, penyakit pernafasan, suhu kandang serta lingkungan, dan pemberian pakan yang tinggi kadar protein dan garam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayam broiler yang diberi pakan tinggi protein akan cepat tumbuh besar. Semakin besar ayam maka akan semakin besar pula kebutuhan oksigen yang dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, jantung dipaksa bekerja keras dalam memompa darah. Jika keadaan ini berlangsung dalam waktu lama, kemampuan jantung akan melemah dan tak mampu memompa darah secara optimal lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jantung yang membesar karena paksaan memompa darah disertai dengan tekanan darah paru-paru meningkat, dapat menimbulkan pembendungan dalam organ hati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibat hal tersebut, terjadi lah perembesan cairan plasma dari hati ke bagian rongga perut dan kondisi ini disebut dengan busung lapar.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"faktor-risiko-busung-lapar-pada-ayam\" class=\"wp-block-heading\">Faktor Risiko Busung Lapar pada Ayam<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus busung lapar pada ayam dapat dipastikan dalam setiap kandang ayam, ada beberapa yang mengalaminya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila ayam telah mengidap penyakit ini dan kondisinya memburuk, maka tingkat kematian pada ayam tersebut dapat mencapai 30 %.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada ayam yang berusia 4-6 minggu, jumlah cairan bisa lebih dari 500 ml dan pada ayam dewasa, bisa lebih banyak dari 1 liter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini yang menjadi penyebab ayam tersebut memiliki perut yang besar. Dapat dibayangkan betapa sulitnya ayam untuk bernafas dan berjalan jika menopang segitu beratnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"penanganan-busung-lapar-pada-ayam\" class=\"wp-block-heading\">Penanganan Busung Lapar pada Ayam<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Busung lapar pada ayam tidak dapat diobati, akan tetapi dapat ditangani dan dicegah dengan proses manajemen kandang yang baik dan jauhkan ayam dari faktor-faktor pemicu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perketat <em>biosecurity<\/em> dan perhatikan sirkulasi udara kandang ayam. Pastikan ayam dapat menghirup udara segar dan terpenuhi kebutuhan oksigennya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemberian pakan juga perlu diperhatikan, usahakan ayam diberi nutrisi sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Tidak berlebihan pada kadar protein dan garam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepadatan kandang perlu dipastikan tidak melebihi kapasitas. Semakin banyak jumlah ayam dalam satu kandang, maka semakin sesak pula pernafasan ayam-ayam tersebut. Bukan hanya penyakit busung lapar saja, tetapi dapat menimbulkan penyakit-penyakit lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"chickin-smart-farm\" class=\"wp-block-heading\">Chickin Smart Farm<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keperluan manajemen dan kemudahan dalam pengelolaan kandang ayam dapat dilakukan melalui satu aplikasi yang bernama<a href=\"https:\/\/chickin.id\/blog\/apa-itu-chickin-smart-farm\/\"> Chickin Smart Farm<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aplikasi penyedia berbagai fitur, sesuai dengan kebutuhan para peternak. Kontrol kandang dari mana dan kapan pun bisa dilakukan melalui aplikasi ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan keadaan kandang secara <em>real-time<\/em> serta pengaturan suhu kandang ayam pun dapat dilakukan dengan Chickin Smart Farm. Sesuai dengan namanya, kandang akan menjadi lebih \u201cSmart\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;<a href=\"https:\/\/chickin.id\/\">Chickin<\/a> \u2013 PT Sinergi Ketahanan Pangan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-css-opacity\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group has-background is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\" style=\"background-color:#c3f6ff\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia<\/strong><br><br>Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.<br><br>Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.<br><br>Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.<br><br>Klik link &#8220;Daftar&#8221; berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.<br><br>\u2192 <strong><a href=\"https:\/\/forms.gle\/nxt81PPVKjGmLqyd7\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Daftar<\/a><\/strong><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Busung lapar pada ayam atau yang sering disebut asites (ascites), kurang dikenal oleh para peternak ayam di Indonesia. Penyakit yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":8883,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[43],"tags":[18,71,44],"class_list":["post-5577","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penyakit","tag-ayam-broiler","tag-busung-lapar-pada-ayam","tag-penyakit-ayam"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5577"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5577\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8885,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5577\/revisions\/8885"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}