{"id":5095,"date":"2022-08-30T16:10:06","date_gmt":"2022-08-30T09:10:06","guid":{"rendered":"https:\/\/chickin.id\/blog\/?p=5095"},"modified":"2024-10-07T15:12:46","modified_gmt":"2024-10-07T08:12:46","slug":"penyakit-omphalitis-pada-ayam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/chickin.id\/blog\/penyakit-omphalitis-pada-ayam\/","title":{"rendered":"Penyakit Omphalitis pada Ayam: Definisi, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img  loading=\"lazy\"  decoding=\"async\"  width=\"800\"  height=\"534\"  src=\"data:image\/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAAyAAAAIWAQMAAACV6nsvAAAAA1BMVEUAAP+KeNJXAAAAAXRSTlMAQObYZgAAAAlwSFlzAAAOxAAADsQBlSsOGwAAAEtJREFUeNrtwTEBAAAAwqD1T+1pCaAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAuAHSrgABEsIc4AAAAABJRU5ErkJggg==\"  alt=\"\"  class=\"wp-image-8810 pk-lazyload\"  data-pk-sizes=\"auto\"  data-pk-src=\"https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyakit-omphalitis.webp\" ><\/figure>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai keuntungan yang menjanjikan dalam menjalankan bisnis peternakan ayam memang terbukti adanya. Khususnya bagi para pemain baru di dunia peternakan ayam, bisnis ini menjadi salah satu sumber pemasukan yang menguntungkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping berbagai keuntungan yang menjanjikan, para peternak juga harus siap sedia dengan berbagai macam tantangan yang harus dihadapi dalam pengelolaannya. Dari sekian banyaknya tantangan untuk peternak, salah satu di antaranya adalah penyakit yang rentan menyerang ayam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-jenis penyakit yang menyerang ayam dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Bagian tubuh ayam yang terserang pun berbeda-beda. Penyakit dapat menyerang sistem pernapasan, sistem pencernaan, dan lainnya hingga menyebabkan komplikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting bagi peternak untuk memahami akan macam-macam yang berpotensi untuk menyerang ternak guna meminimalisir kerugian. Karena jika ternak terserang penyakit tertentu, akan menyebabkan kerugian bagi peternakan yang dikelola terhadap hasil produksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, dalam artikel kali ini kita akan membahas seputar penyakit omphalitis yang memiliki ciri-ciri spesifik penyakit yakni pada pusar ayam. Yang akan diulas adalah pengertian, penyebab, cara penularan, gejala & ciri-ciri, risiko, cara mengobati, serta cara mencegah penyakit omphalitis pada ayam.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 id=\"pengertian-dan-penyebab-penyakit-omphalitis-pada-ayam\"><b>Pengertian dan Penyebab Penyakit Omphalitis<\/b> <b>pada Ayam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit omphalitis atau umum juga dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mushy chick disease <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan penyakit pusar pada ayam. Dinamakan penyakit pusar karena penyakit ini memiliki ciri khusus yaitu kantung pusar yang tidak mampu menutup sempurna.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kondisi ayam yang normal, kantung pusar (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">umbilicus)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada seekor ayam DOC di umur satu hari akan menutup secara alami dalam kurun rentang waktu sekitar 1 \u2013 2 hari. Maka dari itu, seharusnya pada 2 \u2013 3 hari kemudian, kantung pusar harus sudah tertutup agar infeksi dari luar tubuh tidak masuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun apabila ayam telah terjangkit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mushy chick disease <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini, kantung pusar tidak dapat menutup secara sempurna sehingga infeksi dari luar tubuh ayam akan mudah masuk dan menyerang. Yang dimana kondisi tersebut membahayakan kesehatan ayam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya itu, pada kondisi ayam yang normal, kuning telur (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">yolk sac<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) pada tubuh DOC akan otomatis habis terserap dalam kurun waktu sekitar 5 \u2013 7 hari. Kuning telur sendiri berperan sebagai sumber energi untuk anak ayam semenjak embrio di dalam telur hingga menetas pada beberapa hari di awal kehidupannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila kantung pusar (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">umbilicus) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">gagal menutup secara sempurna, hal tersebut dapat menyebabkan adanya infeksi berlanjut yang memicu peradangan pada kuning telur. Pada kondisi tersebut lah anak ayam dapat disebut sebagai penderita penyakit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">omphalitis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peradangan pada pusar ayam berhubungan sangat lekat dengan peradangan yang terjadi pada kuning telur <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">yolk sac<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Yang dimana kondisinya adalah kuning telur tidak terserap dengan sempurna atau biasa disebut juga dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">yolk retention.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diketahui bahwa penyebab utama dari penyakit omphalitis ini terdiri dari beberapa bakteri, macam-macam bakterinya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Proteus sp., Bacillus sp., Pseudomonas sp., Clostridia sp., Staphylococcus sp., Enterococci <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">E. coli<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 id=\"penularan-penyakit-omphalitis-pada-ayam\"><b>Penularan Penyakit Omphalitis<\/b> <b>pada Ayam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila sudah ada salah satu ternak yang terlanjur terinfeksi penyakit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">omphalitis, maka akan rentan untuk menular pada ayam lainnya yang sehat. Ada dua cara penularan penyakit ini, yakni penularan secara vertikal dan horizontal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penularan secara horizontal yakni terjadi karena kontak langsung ataupun kontak tidak langsung <span style=\"font-weight: 400;\">dari ayam yang sakit pada ayam yang sehat. Penularan secara langsung dapat terjadi dari kondisi tali pusar yang masih basah saat ayam baru menetas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan penularan yang terjadi dengan kontak secara tidak langsung yakni melalui pakan, air minum, peralatan kandang, dan petugas kandang. Kondisi kandang ternak yang tidak terawat akan kebersihannya dapat membuat peluang penularan semakin besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penularan vertikal terjadi dari atas ke bawah, yakni penularan dari induk<span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah terjangkit penyakit secara menyeluruh ataupun induk yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">carrier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kepada anak yang diturunkan selanjutnya menetas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 id=\"gejala-ciri-ciri-penyakit-omphalitis-pada-ayam\"><b>Gejala & Ciri-Ciri Penyakit Omphalitis pada Ayam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayam yang telah terinfeksi oleh berbagai bakteri penyebab penyakit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">omphalitis, maka ayam akan terlihat menunjukan gejala atau ciri-ciri khusus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada anak ayam yang telah terjangkit, ayam akan terlihat murung dengan kondisi kepala yang menunduk serta ditemukan perut ayam yang menggembung. Ayam juga memiliki nafsu makan dan minum yang menurun, sehingga menyebabkan ayam terlihat lemas dan tidak bertenaga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kondisi tersebut, kumpulan ayam pun akan cenderung untuk membentuk gerombolan bersama di bawah alat pemanas. Bukan hanya itu, penyakit omphalitis juga menyebabkan ayam mengalami diare.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila dilakukan pembedahan pada tubuh ayam, maka akan terlihat terjadinya perubahan warna pada kantung pusar (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">umbilicus) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang diikuti dengan inflamasi kuning telur (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">yolk sac<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang diakibatkan oleh kuning telur yang tidak terserap sempurna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika\u00a0 kantung pusar (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">umbilicus) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menampakan adanya kelainan, maka bakteri akan lebih mudah masuk. Ditambah dengan nutrisi pada kuning telur serta kondisi suhu tubuh anak ayam, dimana kombinasi tersebut dapat menyebabkan perkembangan bakteri menjadi lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun pada kondisi tersebut, daya tahan tubuh atau imunitas ayam yang diturunkan dari sang induk belum mampu untuk menghadapi serangan dari berbagai bakteri karena sistem kekebalan tubuhnya yang belum berkembang secara menyeluruh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan ditemukan juga pembuluh pembuluh darah yang menggelembung. Disertai pula dengan aroma menyengat yang tidak enak. Saat dilakukan pembedahan pun, ayam terlihat lembek atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mushy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan adanya demam yang menunjukan terjadinya edema subkutan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 id=\"risiko-penyakit-omphalitis-pada-ayam\"><b>Risiko Penyakit Omphalitis<\/b> <b>pada Ayam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peternak harus siap sedia kala ternak telah dilanda dengan penyakit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">omphalitis. Karena ayam yang telah terkena penyakit memungkinkan mengalami penurunan kualitas bahkan pada kondisi terburuk dapat menyebabkan kematian yang akan mempengaruhi hasil produksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya itu, peternak juga harus menggali kantong lebih dalam guna mengeluarkan dana tidak terduga guna melakukan perawatan serta pengobatan ayam yang sakit. Pengobatan dilakukan untuk menurunkan angka kematian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angka kematian ayam seringkali terjadi peningkatan pada hari pertama setelah menetas dan di kisaran waktu hari ke-4 sampai hari ke-5. Setelah itu terjadi penurunan pada hari ke-6, walaupun begitu, kematian tetap dapat berlangsung hingga minggu ke-3.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persentase angka kematian pada anak ayam dapat mencapai 10% \u2013 15%. Angka yang cukup tinggi itu dijadikan sebagai alasan mengapa peternak harus sigap terhadap penyakit omphalitis pada ayam, khususnya saat anak ayam baru menetas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 id=\"cara-mengobati-penyakit-ayam\"><b>Cara Mengobati Penyakit Ayam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jikalau sudah ditemukan adanya kasus penyakit omphalitis pada salah satu atau beberapa ayam, maka peternak harus segera memisahkannya dari kandang yang berisi ayam-ayam sehat. Hal tersebut dilakukan untuk memutus penyebaran penyakit yang lebih luas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah ayam yang sakit dipisahkan, kandang harus segera disterilkan kembali. Memastikan bahwa kandang sudah benar-benar bersih dari sumber penyakit. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melaksanakan desinfeksi kandang dan lingkungan sekitar kandang secara berkala.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka pemberian antibiotik dianggap sebagai salah satu cara pengobatan yang efektif. Antibiotik yang dapat membantu pengobatan adalah antibiotik yang mengandung Neomisin, Gentamisin, Spektinomisin, Colistin, Oksitetrasiklin, klor tetrasiklin, doksisiklin, sulfonamida dan trimetoprim, flumekuin, enrofloksasin<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2 id=\"cara-mencegah-penyakit-satu-ini\"><b>Cara Mencegah Penyakit Satu Ini<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun masih ada kesempatan untuk diobati, tetap lebih baik untuk mencegah daripada mengobati. Penting bagi peternak untuk menyadari hal tersebut, untuk melakukan langkah pencegahan agar penyakit tidak mewabah pada ternak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang paling utama adalah peningkatan biosekuriti kandang. Lingkungan sekitar kandang hingga bagian dalam kandang harus terjamin kebersihannya, dari mulai pakan, air minum, peralatan kandang, penjaga kandang, sanitasi, hingga saluran udara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perhatikan juga jumlah kepadatan kandang, agar ayam dapat hidup dengan tenang dan nyaman alih-alih tertekan dan depresi. Penjagaan jumlah kepadatan ayam juga dilakukan guna menakar kadar amonia dalam kandang agar tidak berlebihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian ulasan seputar penyakit omphalitis pada ayam, semoga bermanfaat bagi kita semua.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat pentingnya bagi peternak untuk mengetahui berbagai macam penyakit yang rentan menyerang ayam broiler, Chickin Indonesia telah merangkumnya di <\/span><a href=\"https:\/\/chickin.id\/blog\/penyakit-ayam-broiler-dan-cara-mengatasinya\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">7 Penyakit Pada Ayam Broiler dan Cara Mengatasinya.\u00a0<\/span><\/a><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersama Chickin, wujudkan sinergi ketahanan pangan Indonesia!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Chickin Indonesia \u2013 PT. Sinergi Ketahanan Pangan<\/span><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-group has-background is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\" style=\"background-color:#c3f6ff\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia<\/strong><br><br>Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.<br><br>Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.<br><br>Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.<br><br>Klik link \u201cDaftar\u201d berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.<br><br>\u2192 <strong><a href=\"https:\/\/forms.gle\/nxt81PPVKjGmLqyd7\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Daftar<\/a><\/strong><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbagai keuntungan yang menjanjikan dalam menjalankan bisnis peternakan ayam memang terbukti adanya. Khususnya bagi para pemain baru di dunia peternakan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":8810,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[43],"tags":[52,44,51],"class_list":["post-5095","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penyakit","tag-omphalitis-ayam","tag-penyakit-ayam","tag-penyakit-omphalitis-ayam"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5095"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8811,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5095\/revisions\/8811"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8810"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}