{"id":12051,"date":"2026-04-30T09:51:21","date_gmt":"2026-04-30T02:51:21","guid":{"rendered":"https:\/\/chickin.id\/blog\/?p=12051"},"modified":"2026-06-11T14:30:18","modified_gmt":"2026-06-11T07:30:18","slug":"ayam-songkem-khas-madura-menu-sehat-tanpa-minyak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/chickin.id\/blog\/ayam-songkem-khas-madura-menu-sehat-tanpa-minyak\/","title":{"rendered":"Ayam Songkem Khas Madura Menu Sehat Tanpa Minyak"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah perubahan gaya hidup yang semakin mengarah ke pola makan lebih sehat, banyak orang mulai lebih selektif dalam memilih cara mengolah makanan, termasuk ayam. Tidak hanya soal rasa, metode memasak juga jadi pertimbangan penting karena berpengaruh pada kandungan gizi dan keseimbangan asupan harian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menariknya, dalam beberapa waktu terakhir, ayam songkem khas Madura kembali mendapat perhatian luas setelah sempat viral di TikTok. Berbagai konten menunjukkan proses memasaknya yang sederhana tetapi berbeda dari olahan ayam pada umumnya. Sehingga mendorong banyak orang untuk mencoba membuat ulang atau <em>recook<\/em> di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama ini, ayam sering identik dengan proses penggorengan yang menggunakan cukup banyak minyak. Padahal, ada alternatif olahan yang lebih sederhana dan minim proses. Namun, tetap mampu menghasilkan rasa yang kuat. Salah satunya adalah ayam songkem khas Madura, hidangan tradisional yang mengandalkan metode kukus tanpa tambahan minyak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan ini membuat ayam songkem menjadi pilihan yang relevan untuk menu harian, terutama bagi yang ingin menikmati olahan ayam dengan cara yang lebih ringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"https:\/\/chickin.id\/blog\/ide-menu-baru-chicken-roll-crispy-viral-untuk-bisnis-kuliner\/\" title=\"\">BACA JUGA: Ide Menu Baru Chicken Roll Crispy Viral untuk Bisnis Kuliner<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"apa-itu-ayam-songkem-khas-madura\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Ayam Songkem Khas Madura<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayam songkem merupakan hidangan tradisional dari Madura yang dikenal dengan proses memasaknya yang khas. Ayam yang telah dibumbui kemudian dibungkus daun pisang dan dimasak dengan metode kukus hingga matang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa elemen utama dalam proses pembuatannya meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penggunaan rempah dasar seperti bawang putih, kunyit, dan kemiri<\/li>\n\n\n\n<li>Pembungkusan dengan daun pisang untuk menjaga aroma<\/li>\n\n\n\n<li>Proses kukus tanpa tambahan minyak<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kombinasi ini menghasilkan tekstur ayam yang lembut dengan rasa yang tetap terbentuk secara alami.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"kenapa-ayam-songkem-jadi-pilihan-menu-lebih-sehat\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Kenapa Ayam Songkem Jadi Pilihan Menu Lebih Sehat<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dibandingkan olahan ayam pada umumnya, ayam songkem menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dalam proses memasak. Tidak ada tahap penggorengan, sehingga tidak ada tambahan minyak yang masuk selama proses tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini memberikan beberapa keunggulan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengurangi asupan lemak tambahan dari minyak<\/li>\n\n\n\n<li>Menjaga tekstur ayam tetap lembut dan tidak berminyak<\/li>\n\n\n\n<li>Lebih sesuai untuk menu harian yang ingin dibuat lebih seimbang<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan karakter tersebut, ayam songkem bisa menjadi alternatif bagi yang ingin tetap mengonsumsi ayam tanpa harus melalui proses memasak yang lebih berat.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"peran-rempah-dalam-membentuk-rasa-tradisional\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Peran Rempah dalam Membentuk Rasa<\/strong> Tradisional<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img  loading=\"lazy\"  decoding=\"async\"  width=\"1024\"  height=\"576\"  src=\"data:image\/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAABAAAAAJAAQMAAAApW4aWAAAAA1BMVEUAAP+KeNJXAAAAAXRSTlMAQObYZgAAAAlwSFlzAAAOxAAADsQBlSsOGwAAAF5JREFUeNrtwQEBAAAAgiD\/r25IQAEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAO8GIk8AAbOpTZoAAAAASUVORK5CYII=\"  alt=\"\"  class=\"wp-image-12060 pk-lazyload\"  data-pk-sizes=\"auto\"  data-ls-sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\"  data-pk-src=\"https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Rempah-Rempah-Ayam-1-1024x576.png\"  data-pk-srcset=\"https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Rempah-Rempah-Ayam-1-1024x576.png 1024w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Rempah-Rempah-Ayam-1-300x169.png 300w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Rempah-Rempah-Ayam-1-768x432.png 768w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Rempah-Rempah-Ayam-1-1536x864.png 1536w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Rempah-Rempah-Ayam-1-800x450.png 800w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Rempah-Rempah-Ayam-1-1600x900.png 1600w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Rempah-Rempah-Ayam-1-600x338.png 600w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Rempah-Rempah-Ayam-1.png 1672w\" ><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun tidak melalui proses penggorengan, ayam songkem tetap memiliki rasa yang kuat. Hal ini berasal dari penggunaan rempah-rempah yang cukup dominan serta proses memasak yang perlahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rempah seperti bawang putih, kunyit, dan kemiri tidak hanya berfungsi sebagai bumbu, tetapi juga membantu membentuk rasa dasar yang lebih dalam. Proses pengukusan membuat bumbu meresap secara bertahap ke dalam daging ayam, sehingga rasa tetap terasa tanpa perlu tambahan berlebih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan ini membuat ayam songkem tetap terasa penuh, meskipun diolah dengan cara yang lebih sederhana.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"bisa-dibuat-di-rumah-dengan-cara-lebih-praktis\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Bisa Dibuat di Rumah dengan Cara Lebih Praktis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk skala rumahan, ayam songkem tetap bisa dibuat dengan penyesuaian sederhana tanpa menghilangkan karakter dan rasa utamanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa hal yang bisa diperhatikan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan ayam segar agar hasil lebih optimal<\/li>\n\n\n\n<li>Jika tidak ada daun pisang, gunakan wadah tertutup saat mengukus<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan waktu memasak cukup agar ayam matang merata<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan langkah yang tidak terlalu kompleks, menu ini tetap bisa dihadirkan sebagai bagian dari variasi masakan harian.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"cara-membuat-ayam-songkem-khas-madura\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Ayam Songkem Khas Madura<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayam songkem dapat diolah sendiri di rumah dengan langkah yang cukup sederhana. Metode yang digunakan tetap mengacu pada proses tradisional, namun bisa disesuaikan dengan peralatan dapur yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bahan Utama<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Bahan<\/strong><\/td><td><strong>Jumlah<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Ayam Potong<\/td><td>1 ekor<\/td><\/tr><tr><td>Serai<\/td><td>2 batang<\/td><\/tr><tr><td>Daun salam<\/td><td>6 lembar<\/td><\/tr><tr><td>Daun pisang<\/td><td>Secukupnya<\/td><\/tr><tr><td>Jeruk Nipis<\/td><td>1 buah<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bahan Marinasi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Bahan<\/strong><\/td><td><strong>Jumlah<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Saus tiram<\/td><td>2 sdm<\/td><\/tr><tr><td>Garam<\/td><td>2 sdm<\/td><\/tr><tr><td>Lada putih bubuk<\/td><td>1 sdt<\/td><\/tr><tr><td>Minyak wijen<\/td><td>2 sdm<\/td><\/tr><tr><td>Tepung tapioka<\/td><td>4 sdm<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bumbu Halus<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Bahan<\/strong><\/td><td><strong>Jumlah<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Cabai merah keriting<\/td><td>20 buah<\/td><\/tr><tr><td>Cabai rawit<\/td><td>10 buah<\/td><\/tr><tr><td>Bawang merah<\/td><td>15 siung<\/td><\/tr><tr><td>Bawang putih<\/td><td>10 siung<\/td><\/tr><tr><td>Daun bawang<\/td><td>2 batang<\/td><\/tr><tr><td>Terasi<\/td><td>1 bungkus kecil<\/td><\/tr><tr><td>Kaldu ayam atau jamur<\/td><td>2 sdt<\/td><\/tr><tr><td>Gula pasir<\/td><td>1 sdm<\/td><\/tr><tr><td>Garam<\/td><td>1 sdt<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah Memasak: <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/cookpad.com\/id\/resep\/25460344?ref=search&search_term=ayam+songkem\" title=\"\">Berikut tahapan yang dapat diikuti:<\/a><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Marinasi ayam<br><\/strong>Lumuri ayam dengan seluruh bahan marinasi, lalu diamkan minimal 30 menit agar bumbu meresap.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Siapkan bumbu<br><\/strong>Haluskan atau cincang kasar semua bahan bumbu sesuai preferensi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Campur dengan minyak panas<br><\/strong>Siram bumbu dengan minyak panas agar aromanya lebih keluar dan setengah matang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Proses pembungkusan<br><\/strong>Siapkan daun pisang yang sudah dilayukan, lalu masukkan ayam bersama bumbu, serai, dan daun salam.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kukus hingga matang<br><\/strong>Bungkus rapat, lalu kukus selama kurang lebih 45\u201360 menit hingga ayam matang sempurna.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sajikan<br><\/strong>Setelah matang, ayam siap disajikan sebagai menu harian.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 id=\"kunci-hasil-akhir-ada-di-kualitas-ayam\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Kunci Hasil Akhir Ada di Kualitas Ayam<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Supplier Jual Ayam Potong & Karkas Berkualitas | Chickin Fresh\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/1eMdFKCfZIo?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam olahan yang minim proses seperti ayam songkem, bahan utama menjadi faktor yang sangat menentukan. Tanpa banyak teknik tambahan, kualitas ayam akan langsung berpengaruh pada tekstur dan rasa yang dihasilkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kesegaran ayam<\/li>\n\n\n\n<li>Proses penanganan dan penyimpanan<\/li>\n\n\n\n<li>Konsistensi kualitas dari sumber yang digunakan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memilih supplier ayam segar yang terpercaya menjadi langkah penting untuk memastikan hasil masakan tetap optimal. Saat ini, kebutuhan tersebut bisa dipenuhi melalui penyedia seperti <a href=\"https:\/\/chickin.id\/chickin-fresh\/madura\/\" title=\"\">Chickin Fresh Madura<\/a> yang menghadirkan ayam segar dengan kualitas terjaga dan standar yang konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan bahan yang tepat, olahan sederhana seperti ayam songkem dapat menjadi bagian dari menu sehat yang lebih praktis untuk sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group has-background is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\" style=\"background-color:#c3f6ff\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia<\/strong><br><br>Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.<br><br>Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.<br><br>Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.<br><br>Klik link \u201cDaftar\u201d berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.<br><br>\u2192 <strong><a href=\"https:\/\/forms.gle\/nxt81PPVKjGmLqyd7\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Daftar<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah perubahan gaya hidup yang semakin mengarah ke pola makan lebih sehat, banyak orang mulai lebih selektif dalam memilih&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":12458,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,607],"tags":[337,653,652,121],"class_list":["post-12051","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advices","category-chickin-fresh","tag-ayam","tag-ayam-songkem-madura","tag-ayam-songkem-viral","tag-supplier-ayam"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12051","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12051"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12051\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12068,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12051\/revisions\/12068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12458"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12051"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12051"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12051"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}