{"id":10155,"date":"2025-03-28T10:06:46","date_gmt":"2025-03-28T03:06:46","guid":{"rendered":"https:\/\/chickin.id\/blog\/?p=10155"},"modified":"2025-03-28T10:06:47","modified_gmt":"2025-03-28T03:06:47","slug":"ayam-ukuran-besar-kurang-diminati-pasar-apa-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/chickin.id\/blog\/ayam-ukuran-besar-kurang-diminati-pasar-apa-penyebabnya\/","title":{"rendered":"Ayam Ukuran Besar Kurang Diminati Pasar, Apa Penyebabnya?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak faktor yang ternyata menjadi penyebab pasar dan konsumen kurang meminati ayam broiler yang memiliki ukuran dan bobot besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Halo Sobat Chickin!!!<br>Dalam pemeliharaan ayam broiler, sebagai peternak pasti ingin ternaknya dapat laku di pasaran sehingga memberikan keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun pasar sendiri diketahui memiliki kriteria ayam yang sekiranya laku dan diminati konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejauh ini, ayam-ayam yang berukuran kecil diketahui lebih diminati oleh pasar dan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan tanpa sebab, ayam kecil diketahui lebih mudah diolah dan untuk dimasakpun bumbu lebih cepat menyerap ke seluruh daging.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas bagaimana dengan nasib ayam-ayam besar yang dihasilkan peternak?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayam besar diketahui tetap memiliki pasar tersendiri namun tidak seluas ayam-ayam kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><strong>Baca Juga<\/strong><\/strong> <strong>:<\/strong> <a href=\"https:\/\/chickin.id\/blog\/pemanas-kandang-dari-gas-dan-solar-mana-yang-lebih-awet\/\" title=\"\">Pemanas Kandang dari Gas dan Solar, Mana yang Lebih Awet?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"berikut-ini-adalah-penyebab-ayam-besar-kurang-diminati-di-pasaran\" class=\"wp-block-heading\">Berikut ini adalah penyebab ayam besar kurang diminati di pasaran:<\/h2>\n\n\n\n<h3 id=\"1-kandungan-lemak-cenderung-tinggi\" class=\"wp-block-heading\">1. Kandungan Lemak Cenderung Tinggi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayam yang besar tentunya memiliki bobot badan di atas standar pasar yang artinya ada peran campuran lemak dan daging di situ.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebanyakan bobot besar disebabkan oleh lemak yang sudah menumpuk di dalam badan, termasuk ayam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini kurang diminati oleh sebagian besar konsumen karena dianggap ayamnya tidak sehat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena kurangnya minat konsumen menyebabkan pasar juga enggan dan tidak tertarik mengambil ayam besar dari peternak.<\/p>\n\n\n\n<h3 id=\"2-tekstur-daging-yang-keras\" class=\"wp-block-heading\">2. Tekstur Daging yang keras<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu kita ketahui bersama bahwa ayam besar kebanyakan merupakan ayam yang dipelihara lebih lama dari usia panen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini menandakan bahwa ayam tersebut sudah berada di umur tua yang biasanya memiliki pengaruh di kualitas dagingnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daging yang dihasilkan oleh ayam yang sudah tua cenderung memiliki tekstur yang keras, dan alot.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu hal ini tidak menarik dari sisi konsumsi, di mana daging yang cenderung juicy lebih disukai karena mudah dicerna dan di olah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img  loading=\"lazy\"  decoding=\"async\"  width=\"1024\"  height=\"576\"  src=\"data:image\/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAABAAAAAJAAQMAAAApW4aWAAAAA1BMVEUAAP+KeNJXAAAAAXRSTlMAQObYZgAAAAlwSFlzAAAOxAAADsQBlSsOGwAAAF5JREFUeNrtwQEBAAAAgiD\/r25IQAEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAO8GIk8AAbOpTZoAAAAASUVORK5CYII=\"  alt=\"\"  class=\"wp-image-10165 pk-lazyload\"  data-pk-sizes=\"auto\"  data-ls-sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\"  data-pk-src=\"https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak-1024x576.jpg\"  data-pk-srcset=\"https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak-300x169.jpg 300w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak-768x432.jpg 768w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak-380x214.jpg 380w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak-800x450.jpg 800w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak-1160x653.jpg 1160w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak-760x428.jpg 760w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak-1600x900.jpg 1600w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak-600x338.jpg 600w, https:\/\/static.chickin.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Ayam-Besar-Cenderung-Memiliki-Banyak-Lemak.jpg 1706w\" ><\/figure>\n\n\n\n<h3 id=\"3-tidak-mudah-untuk-diolah\" class=\"wp-block-heading\">3. Tidak Mudah untuk Diolah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lanjut dari poin nomor dua, bahwa ayam besar memiliki daging yang keras alot.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini juga yang membuat daging ayam cenderung lebih sulit diolah dibandingkan dengan ayam kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada faktor kesulitan saat dipotong karena terlalu keras, apalagi jika ingin dibuat daging iris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu dagingnya juga ketika di masak bumbu akan lama menyerap ke dalam makanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak sisi kurang baik dalam pengolahan ini juga membuat ayam besar menjadi kurang diminati.<\/p>\n\n\n\n<h3 id=\"4-pandangan-buruk-konsumen\" class=\"wp-block-heading\">4. Pandangan Buruk Konsumen<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir adalah adanya stigma yang mengatakan bahwa ayam yang besar itu tidak baik dan tidak sehat untuk dikonsumsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan tanpa sebab, anggapan ini muncul karena anggapan memakan daging ayam besar yang penuh lemak itu tidak sehat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu banyak juga salah kaprah yang mengatakan kalau ayam besar adalah ayam yang di suntik sehingga besar tidak alami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena pandangan ini banyak konsumen memilih jalan aman dengan mengkonsumsi ayam kecil yang dirasa lebih aman dan sehat.<\/p>\n\n\n\n<h3 id=\"5-rendahnya-permintaan-pasar\" class=\"wp-block-heading\">5. Rendahnya Permintaan Pasar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebanyakan usaha makanan dengan menggunakan bahan dasar ayam cenderung meminati ayam dengan  ukuran kecil untuk dijual kepada konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab ayam berukuran kecil dapat diolah lebih mudah, rasa lebih meresap, dan yang jelas jika di jual kepada konsumen harganya masih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan ayam besar yang sulit untuk diolah, dan yang sudah pasti harga jual kepada konsumen juga akan lebih mahal jika dibandingkan dengan ayam kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga yang mahal tentu akan membuat konsumen tidak tertarik membeli produk ayam, dan hal ini akan merugikan usaha makanan ayam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh sebab itu penting bagi peternak dan pihak kemitraan untuk memastikan ayam dapat dipanen sesuai jadwal dan tidak mundur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab jika panen mundur terlalu lama maka akan ada peluang ayam bertambah besar dan ini membuat nilai jualnya juga menurun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski begitu perlu ditekankan bahwa tidak semua ayam besar itu tidak baik dan tidak memiliki nilai jual di pasaran usaha ayam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab ada beberapa daerah di Indonesia yang juga memanfaatkan ayam besar untuk konsumsi, kembali lagi semua tergantung daerah dan kebiasaan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari bergabung dengan Kemitraan Broiler Chickin Indonesia. <a href=\"https:\/\/docs.google.com\/forms\/d\/e\/1FAIpQLScM9a6zxUu-UmtUCXGExTGXFvInN-gUvmivestmWbC4Eg2xcw\/viewform\" title=\"\"><strong>Klik di sini<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><strong>Baca Juga<\/strong><\/strong> <strong>:<\/strong> <a href=\"https:\/\/chickin.id\/blog\/manajemen-saat-lebaran-bagaimana-nasib-kandang-dan-abk\/\" title=\"\">Manajemen Saat lebaran, Bagaimana Nasib Kandang dan ABK?<\/a><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group has-background is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\" style=\"background-color:#c3f6ff\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mari Bergabung dengan Komunitas Broiler Chickin Indonesia<\/strong><br><br>Dengan bergabung bersama komunitas Chickin Indonesia, Anda akan terhubung dengan peternak-peternak broiler lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.<br><br>Anda dapat saling bertanya, diskusi, dan mengetahui update terbaru seputar industri peternakan ayam broiler. Selain itu, Anda dapat pula berkonsultasi dengan tim Chickin Indonesia untuk bertanya perihal beternak ayam broiler.<br><br>Komunitas ini terbuka baik bagi Anda yang baru memulai beternak maupun sudah memiliki peternakan dengan populasi dengan jumlah tertentu.<br><br>Klik link &#8220;Daftar&#8221; berikut untuk bergabung komunitas broiler Chickin Indonesia.<br><br>\u2192 <strong><a href=\"https:\/\/forms.gle\/nxt81PPVKjGmLqyd7\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Daftar<\/a><\/strong><\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak faktor yang ternyata menjadi penyebab pasar dan konsumen kurang meminati ayam broiler yang memiliki ukuran dan bobot besar. Halo&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":10164,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,11],"tags":[337,432,18,433,435,434],"class_list":["post-10155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advices","category-education","tag-ayam","tag-ayam-besar","tag-ayam-broiler","tag-ayam-kecil","tag-konsumen","tag-pasar"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10155"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10170,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10155\/revisions\/10170"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/chickin.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}